Pengertian Marketplace Guru : Manfaat, Tujuan, Implementasi, Rekrutmen

Pengertian Marketplace Guru

Apa itu marketplace guru?

Marketplace guru adalah salah satu solusi yang ditawarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di Indonesia. Konsep ini bertujuan untuk memperbaiki proses rekrutmen guru yang selama ini masih menghadapi beberapa masalah .

Marketplace guru atau ruang talenta guru adalah suatu pangkalan data atau daftar semua guru yang boleh mengajar, yang nantinya bisa diakses oleh seluruh sekolah di Indonesia . Melalui konsep ini, pola perekrutan yang semula terpusat akan diubah menjadi pengangkatan setiap saat, seperti ketika berbelanja di marketplace.

Marketplace guru berbentuk seperti database yang didukung secara teknologi dimana setiap sekolah bisa mengakses siapa-siapa saja yang bisa menjadi guru dan guru mana yang bisa diundang untuk mengajar (nadiem)

Istilah Marketplace ini sedang di cari padanannya. Supaya lebih menunjukkan adanya suatu upaya untuk memiliki database bagus tentang kondisi masing-masing sekolah. Mulai dari kebutuhannya dan bagaimana agar kebutuhan tersebut terpenuhi (Hetifah).

Apa manfaat dari marketplace guru?

Manfaat dari marketplace guru adalah sebagai berikut :

  • Mempercepat proses rekrutmen dan penempatan guru sesuai dengan kebutuhan sekolah.
  • Memberikan kesempatan yang lebih luas dan merata kepada calon guru untuk mendapatkan pekerjaan di bidang pendidikan.
  • Meningkatkan kualitas dan kompetensi guru melalui seleksi yang ketat dan program PPG pra jabatan.
  • Mendorong sekolah untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya manusia mereka.
  • Meningkatkan kesejahteraan dan motivasi guru melalui insentif yang adil dan transparan.

Apa Tujuan Marketplace Guru?

  • Memenuhi kebutuhan guru
  • Menyiapkan guru-guru berstatus honorer untuk usulan rekrutmen ASN formasi PPPK secara real time.
  • Memastikan setiap sekolah telah merekrut guru yang berkompetensi.

Kapan marketplace guru akan diimplementasikan?

Menurut rencana Kemendikbud Ristek, marketplace guru akan diimplementasikan pada tahun 2024. Saat ini, konsep ini masih dalam tahap penyusunan dan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan terkait. Kemendikbud Ristek berharap bahwa marketplace guru dapat menjadi solusi permanen dalam memenuhi formasi guru di Indonesia.

Siapa saja yang bisa masuk ke dalam marketplace guru?

Marketplace guru nantinya akan berisikan guru honorer yang lulus seleksi, lulusan PPG pra jabatan, dan calon guru ASN. Guru honorer yang lulus seleksi adalah guru honorer yang mengikuti seleksi untuk menjadi calon guru ASN. Nantinya, seleksi ini akan ditingkatkan frekuensinya lebih dari dari satu kali dalam setahun.

Lulusan PPG pra jabatan adalah lulusan perguruan tinggi yang telah mengikuti program pendidikan profesi guru (PPG) pra jabatan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi calon guru sebelum mengabdi di sekolah.

Calon guru ASN adalah calon pegawai negeri sipil (PNS) yang akan ditempatkan sebagai guru di sekolah negeri. Calon guru ASN harus memenuhi syarat administrasi dan akademik yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Bagaimana cara kerja marketplace guru?

Cara kerja marketplace guru adalah sebagai berikut :

  • Setiap sekolah dapat mengakses pangkalan data marketplace guru untuk mencari dan merekrut guru sesuai dengan kebutuhan dan formasi mereka.
  • Formasi tetap ditentukan oleh pemerintah pusat, tetapi bersifat dinamis setiap tahun tergantung jumlah siswa.
  • Setiap sekolah dapat melakukan wawancara dan tes kompetensi kepada calon guru yang mereka pilih dari marketplace guru.
  • Setiap sekolah dapat mengangkat calon guru menjadi guru tetap atau kontrak sesuai dengan kesepakatan bersama.
  • Setiap sekolah dapat memberikan insentif kepada guru-guru mereka sesuai dengan kinerja dan prestasi mereka.
  • Calon guru lebih fleksibel untuk mendaftar dan memilih lokasi mengajar, tanpa harus menunggu perekrutan secara terpusat sekali setahun. Jadi, real time mengikuti kebutuhan masing-masing di sekolah
  • Bisa (merekrut guru) kapan saja. Marketplace untuk guru adalah suatu databased yang akan didukung oleh teknologi dan semua sekolah bisa akses siapa saja yang bisa jadi guru dan diundang jadi guru di sekolah
  • Siklus ada kebutuhan guru real time berkala. Namun rekrutmen guru selalu gelondongan per tahun. Ini masalah yang menyebabkan kebutuhan guru yang tiba-tiba dan terpaksa merekrut honorer
  • Hanya guru di sekolah yang bisa dibayar dengan sistem, sehingga tidak ada lagi guru yang dibayar seadanya. Jadi ini sistem dan didukung teknologi. Satu-satunya cara untuk menghentikan perekrutan guru honorer baru
  • Dana yang ditransfer hanya boleh diberikan ke calon-calon guru yang ada di databased tersebut. Di luar itu tidak boleh dilakukan transfer. Dengan ada sistem marketplace tak ada opsi untuk bisa merekrut guru honorer lagi.
  • Menjamin tidak akan ada lagi guru-guru yang diberikan gaji dan tunjangan dengan nilai ala kadarnya.

Sumber Bacaan

Karena masih dalam tahap pengungkapan ide gagasan dan belum ada implementasi jadi postingan ini hanya sekedar informasi bacaan saja .. Terima Kasih

Banyak yang baca