Pengertian Sarapan Pagi

Definisi Sarapan

Undang-undang nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 141 ayat 1 menyatakan bahwa upaya perbaikan gizi masyarakat ditujukan untuk peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat (Dirjen Bina Gizi dan KIA, 2011).

Sarapan pagi adalah makanan yang dimakan pada saat pagi hari sebelum memulai aktivitas. Yang terdiri dari makanan pokok lauk pauk dan sayuran. Energi yang dibutuhkan pada anak-anak adalah sekitar 20- 25% dari total energi sehari. Sarapan pagi harus mengadung karbohidrat, protein, rendah lemak, tinggi serat dan cukup vitamin.

Sarapan sangat penting untuk anak Sekolah karena dengan sarapan maka kebutuhan zat gizi untuk aktivitas mereka saat di sekolah dapat terpenuhi, dengan terpenuhinya kebutuhan zat gizi maka kesegaran jasmani juga akan baik dan masa pertumbuhannya juga tidak terganggu. Hal ini nanti juga akan berpengaruh terhadap performa akademiknya.

Menurut Maslow pada tingkatan yang pertama hirarki kebutuan merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan dasar berupa kebutuhan fisik (psychological needs) seperti pemenuhan terhadap rasa lapar, dan haus. Kemudian naik pada kebutuhan sosial afiliasi, kebutuhan intelektual berperestasi, kebutuhan keindahanan yang paling tinggi pada kebutuhan aktualisasi diri (Rifai, 2009).

Asupan gizi saat pagi hari memiliki banyak manfaat yang dapat menunjang berbagai akatifitas anak seharian. Berikut beberapa manfaat makan pagi untuk anak yang adalah daya konsentrasi saat belajar dan beraktifitas, mendapatkan energi yang lebih saat bermain, terlihat aktif saat melakukan aktifitas, mampu melakukan segala hal dengan baik dan benar, merlihat ceria saat berada di sekolah dan tidak mudah mengantuk, lemas dan daya tahan tubuh terhadap penyakit akan lebih baik (Ade, 2011).

Makan pagi yang terlalu banyak bagi anak selain dapat menyebabkan anak sakit perut, porsi makan pagi yang terlalu besar dapat mengakibatkan terlalu penuhnya perut sehingga anak mengantuk, karena aliran darah lebih banyak berpusat pada perut dari pada otak (Bening N, 2012).

Pentingnya mengkonsumsi makanan selingan selama di sekolah adalah agar kadar gula tetap terkontrol baik, sehingga konsentrasi terhadap pelajaran dan aktivitas lainnya dapat tetap dilaksanakan. Kandungan zat gizi makanan selingan ditinjau dari besarnya kandungan energi dan protein sebesar 300 kkal dan 5 gram protein. Kebutuhan energi golongan umur 10-12 tahun relatif lebih besar daripada golongan umur 7-9 tahun, karena pertumbuhan relatif cepat, terutama penambahan tinggi badan. Mulai umur 10-12 tahun, kebutuhan gizi anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan. Adapun jumlah energi dan protein yang dianjurkan oleh Angka Kecukupan Gizi 2013 bagi anak umur 10- 12 tahun tertera pada tabel 1.

Manfaat Sarapan

Pagi Sarapan pagi sangat bermanfaat bagi setiap orang. Bagi orang dewasa, sarapan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan tubuh saat bekerja dan meningkatkan produktivitas kerja. Bagi anak sekolah, sarapan pagi dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan penyerapan pelajaran sehingga prestasi belajar lebih baik (Khomsan, 2010).

Manfaat yang diperoleh seseorang jika melakukan sarapan pagi, antara lain :

  1. Sarapan pagi dapat menyediakan karbohidrat yang siap digunakan untuk meningkatkan kadar gula darah. Dengan kadar gula darah yang terjamin normal, maka semangat dan konsentrasi kerja bisa lebih baik sehingga berdampak positif untuk meningkatkan produktifitas.
  2. Pada dasarnya sarapan pagi akan memberikan kontribusi penting akan beberapa zat gizi yang diperlukan tubuh seperti protein, lemak, vitamin dan mineral. Ketersediaan zat gizi ini bermanfaat untuk berfungsinya proses fisiologis dalam tubuh.

Seseorang yang tidak sarapan pagi, pastilah tubuh tidak berada dalam keadaan yang sesuai untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Hal ini dikarenakan tubuh akan berusaha menaikkan kadar gula darah dengan mengambil cadangan glikogen, dan jika ini habis, maka cadangan lemaklah yang diambil (Moehji, 2009)

Sarapan pagi termasuk dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang dalam pesan kedelapan. Makan pagi dengan makanan yang beraneka ragam akan memenuhi kebutuhan gizi untuk mempertahankan kesegaran tubuh dan meningkatkan produktifitas dalam bekerja. Pada anak-anak, makan pagi akan memudahkan konsentrasi belajar sehingga prestasi belajar bisa lebih ditingkatkan (Soekirman, 2000;dalam penelitian Ratri, 2011).

Kebiasaan Makan Anak Sekolah

Kebiasaan makan adalah tingkah laku manusia atau kelompok manusia dalam memenuhi kebutuhannya akan makan yang meliputi sikap, kepercayaan dan pemilihan makanan. Membiasakan anak-anak yang belum biasa sarapan pagi untuk sarapan pagi perlu memakai cara bertahap. Mula-mula diberikan sarapan pagi diberikan dalam takaran (porsi) sedikit hingga secara bertahap ditambah sesuai dengan anjuran. (Ratri,2011)

Faktor Resiko Meninggalkan Sarapan

Sarapan juga berpengaruh untuk kerja sistem tubuh anak dan status gizi terutama dalam hal pemenuhan zat gizi yaitu melalui pemenuhan zat gizi dengan terpenuhinya zat gizi dalam tubuh maka dapat menunjang pertumbuhan fisik, pertumbuhan otak, dan kemampuan kerja otak. Cadangan energi yang rendah akan berdampak pada penurunan produktivitas, kesegaran jasmani dan daya tahan tubuh pada anak sekolah dasar sebagai akibat kekurangan gizi.

Dilihat dari sudut pandang masalah kesehatan dan gizi, anak usia 0-6 tahun merupakan kelompok rentan gizi. Kelompok rentan gizi yaitu kelompok masyarakat paling mudah menderita kelainan gizi, sedangakan seperti yang kita ketahui pada usia tersebut pertumbuhan dan perkembangan anak sedang berkembang pesat dan memerlukan zat-zat gizi dalam jumlah relatif besar. Dilihat dari kebiasaan makan pagi, terdapat beberapa hal yang mempengaruhi kebiasaan makan bagi indivudu yakni faktor perilaku, faktor lingkungan dan faktor ekonomi (Sentoso, 2009).

Kekurangan gizi dapat mengakibatkan pada proses-proses pertumbuhan, produksi tenaga, struktur dan fungsi otak dan perilaku (Almatsier, 2010). Asupan gizi pada manusia memiliki peran yang sangat penting bagi beberapa aspek kehidupan manusia. Asupan gizi yang tepat seimbang akan mengoptimalkan pertumbuhan manusia dan aktifitas manusia sehari-hari dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Hubungan Kebiasaan Sarapan Dengan Tingkat Kesegaran Jasmani

Analisis mengenai aspek-aspek yang terkandung dalam sarapan pagi dengan kesegaran jasmani dapat memberikan kajian hubungan antara keduanya. Sarapan pagi adalah suatu kegiatan yang penting sebelum melakukan aktivitas fisik pada hari itu. Oleh karena itu, sarapan pagi sebaiknya mengandung unsur empat sehat lima sempurna, supaya tubuh siap untuk menghadapi segala aktivitas dengan energi yang tersedia (Khomsan, 2002; dalam penelitian Ratri, 2011).

Sarapan pagi akan menyumbangkan gizi sekitar 25%, ini jumlah yang cukup signifikan. Apabila kecukupan energi adalah sekitar 2000 kalori dan protein 50 gram sehari untuk orang dewasa, maka sarapan pagi menyumbangkan 500 kalori dan 12,5 gram protein. Sisa kebutuhan energi dan protein lainnya dipenuhi oleh makan siang, makan makan malam dan makanan selingan di antara dua waktu makan (Khomsan, 2010).

Kaitan sarapan pagi yang menyumbangkan gizi yang cukup signifikan, sehingga seseorang mampu melakukan kegiatan sehari-harinya tanpa mengalami kelelahan, maka dapat dikatakan bahwa sarapan pagi mempunyai hubungan dengan kesegaran jasmani (Ratri, 2011).

Tags: , , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *