Thesaurus merupakan kamus kata-kata yang menyediakan sinonim dan antonim untuk kata-kata tertentu. Kata tesaurus berasal dari kata thēsauros, bahasa Yunani yang bermakna ‘ khazanah‘. Kata tersebut kemudian mengalami perkembangan makna, yakni ‘ buku yang dijadikan sumber informasi‘. Tujuannya untuk membantu penulis dan pembicara menemukan kata-kata alternatif untuk meningkatkan variasi dan efektifitas komunikasi mereka. Thesaurus juga membantu dalam menemukan sinonim kata-kata yang sulit ditemukan dan mempermudah proses pencarian informasi melalui mesin pencari.
Tesaurus memuat kata atau sekelompok kata yang saling bertalian. Pada dasarnya tesaurus merupakan sarana untuk mengalihkan ide atau gagasan ke kata atau sebaliknya. Tesaurus dapat membantu orang dalam menyelidiki atau menyelami, mulai dari suatu gagasan hingga masuk ke dalam dunia kata yang saling berkaitan. Menggunakan tesaurus dalam menulis bisa membuat tulisan menjadi lebih baik. Ini dapat membantu menghindari kebosanan dan membuat tulisan lebih menarik bagi pembaca. Tesaurus juga membantu penulis untuk menemukan kata-kata baru yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan dengan lebih jelas dan efektif.
Tesaurus yang disusun secara tematis ini akan membantu penggunanya dalam mengungkapkan ekspresinya, terutama di dalam ekspresi atau ungkapan bahasa tulis. Ketika seseorang tidak mengenal, atau ketika seseorang lupa kata atau ekspresi yang sesuai dengan gagasan yang ingin ia ungkapkan, ia dapat berkonsultasi kepada tesaurus untuk mendapatkan kata yang sesuai dengan yang ia pikirkan. Atau, ketika kata atau ungkapan yang ada di dalam pikiran tampak tidak sesuai dan kata atau ungkapan yang disebutkan juga tidak sesuai, ia dapat menemukan pilihan kata yang lebih baik dengan menyesuaikan nuansa makna yang dikehendaki. Selain itu, tesaurus juga bisa membantu dalam berbicara. Ini membantu pembicara menemukan kata-kata alternatif yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan dengan lebih jelas dan efektif. Kemampuan untuk menggunakan kata-kata yang berbeda-beda dalam berbicara juga bisa membuat orang terdengar lebih bijaksana dan berbicara dengan lebih meyakinkan.
Dengan demikian, tesaurus adalah alat penting yang bisa membantu setiap individu untuk memperkaya bahasa dan meningkatkan kemampuan berbahasa. Ini bisa digunakan oleh siapa saja, baik itu pelajar, penulis, pembicara, atau orang yang ingin memperkaya bahasa mereka.
Tesaurus tematis ini akan sangat bermanfaat bagi:
- para profesional bidang komunikasi, seperti wartawan, penulis naskah iklan (copywriter), redaktur, dan orator;
- orang yang berkecimpung atau mendalami bahasa Indonesia, seperti pengajar, pemelajar, dan pelajar.
Tesaurus ini juga memungkinkan orang untuk melakukan penyelaman atau penjelajahan bebas ke dalam dunia kata dan makna dalam perspektif kreasi sastra, seperti penciptaan puisi.
Dengan memahami dan menggunakan tesaurus, setiap individu bisa memperkaya bahasa dan meningkatkan kemampuan berbahasa. Ini akan membantu mereka dalam berbicara dan menulis dengan lebih baik, dan membuat mereka lebih bijaksana dan meyakinkan dalam berkomunikasi.
Sejarah Tesaurus
Edisi I Tesaurus Roget terbit pada tahun 1852 di Britania Raya: Thesaurus of English Words and Phrases Classified and Arranged so as to Facilitate the Expression of Ideas and Assist in Literary Composition. Penyusunnya, yakni Peter Mark Roget, adalah seorang cendekia yang lahir pada tahun 1779. Ia memilih karier yang bertalian dengan kesehatan pada usia sembilan belas tahun dan dengan cepat menunjukkan keunggulannya melalui penelitian orisinalnya di dalam bidang patologi paru-paru (Larousse, 1999: v).
Namun, pada tahun 1840 ia mengundurkan diri dari karier yang berhubungan dengan medis. Ia lebih memilih untuk bersungguh-sungguh mewujudkan karya yang telah ia rintis sejak lama, yaitu menyatukan atau mengumpulkan bahan-bahan yang telah ia kerjakan untuk menjadi sebuah tesaurus. Ternyata, tesaurus tersebut, yang memuat kata dan ungkapan bahasa Inggris, mendapat kesuksesan yang luar biasa. Karya itu dikenal dan sudah puluhan kali dicetak ulang ketika Roget masih hidup.
Pada masa-masa awal, Tesaurus Roget hanya memuat 990 artikel yang dibagi dalam enam kategori bidang atau kelompok, yaitu abstract relations, space, matter, intellect, volition, dan affections. Setelah Roget wafat, tesaurusnya tidak ditelantarkan begitu saja karena anaknya dan kemudian cucunya memberikan beberapa versi mengenai revisi dan penambahanan karyanya.
Tesaurus menurut kamus bahasa Inggris-Indonesia (Echols, 2003:586) berarti kamus, ensiklopedi atau buku lain yang berisi keterangan. Sedangkan, kamus bahasa Inggris Longman (2001:1889) memberikan pengertian tesaurus sebagai suatu buku yang mendaftar kata-kata secara berkelompok dengan kata-kata lain yang memiliki kesamaan pengertian.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Nasional, 2008:1456) menjelaskan bahwa tesaurus adalah (1) buku referensi berupa daftar kata dengan sinonimnya; (2) buku referensi berupa informasi tentang berbagai konsep atau istilah di pelbagai kehidupan dan pengetahuan.
Kennedy (2000:145) menjelaskan pengertian tesaurus adalah daftar istilah yang digunakan dan istilah yang tidak digunakan, serta istilah yang terkait (dari yang digunakan) yang tersusun secara alfabetis.
Tesaurus adalah daftar istilah yang terkontrol dikaitkan dengan arti kata, hierarki, dan hubungan padankata (ISO/TR 15489-2:2001:10,4.2.3.2). Alat ini bertindak sebagai panduan untuk mengalokasikan istilah klasifikasi pada setiap arsip.
Dalam tesaurus, arti dari istilah ini ditentukan dan hubungan hierarkis dengan istilah lain dapat dilihat. Tesaurus memberikan maksud yang memadai bagi pengguna untuk mencari dari istilah yang tidak digunakan keterminologi yang lebih disukai oleh organisasi. Kemudian, tesaurus dapat dihubungkan dengan instrumen pengelolaan arsip, seperti jadwal retensi arsip atau klasifikasi akses, untuk memungkinkan pengelolaan arsip berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Berdasarkan ISO 2788 tentang Documentation – Guidelines for the Establishment and Development of Monolingual Thesauri (1986:2), tesaurus merupakan kosa kata suatu bahasa indeksasi yang terkontrol, yang secara formal diatur sedemikian rupa sehingga ada suatu hubungan yang terencana antar-konsep (misalnya sebagai ”lebih luas” dan ”lebih sempit”) yang dibuat secara jelas dan tegas. Sementara, bahasa indeksasi adalah seperangkat istilah, yang terkontrol, yang terseleksi dari bahasa natural, dan digunakan untuk menunjukkan, dalam bentuk singkat, subjek dokumen.
Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia ini terinspirasi oleh Tesaurus Roget yang memuat kata dengan relasi maknanya. Begitu luas relasi makna sebuah kata bahasa Inggris yang disusun oleh Roget tersebut sehingga tesaurus tersebut dapat sangat membantu penggunanya mencari sebuah kata yang diperlukan untuk mengungkapkan ekspresinya. Bahasa Indonesia belum memiliki rujukan semacam itu. Oleh karena itu, sudah saatnyalah Indonesia memiliki rujukan yang dapat membantu penggunanya mencari kata yang saling bertalian maknanya.
Beberapa Istilah dalam Tesaurus
Ada beberapa istilah yang dapat dipergunakan dalam penyusunan tesaurus selain yang telah diberikan di atas (ISO 2788:1986:2-3):
- istilah indeksasi adalah penunjukan konsep yang lebih disukai dalam format suatu kata benda atau frase kata benda;
- istilah yang digunakan adalah istilah yang secara konsisten digunakan ketika mengindeks untuk menunjukkan suatu konsep yang diberikan; kadang kalanya disebut sebagai ”deskriptor,”;
- istilah yang tidak digunakan adalah sinonim (kata yang bersamaan artinya) atau seperti-sinonim dari suatu istilah yang dipilih. Suatu istilah yang tidak digunakan tidak diberikan/ditentukan untuk dokumen, tetapi disediakan sebagai sebuah jalan masuk dalam suatu tesaurus atau indeks alfabet, dan pengguna diarahkan oleh suatu instruksi (misalnya GUNAKAN atau LIHAT) untuk istilah yang digunakan; kadang-kalanya disebut sebagai ”non-deskriptor”.
Selain istilah tersebut di atas, beberapa singkatan dan simbol juga dipergunakan di dalam perancangan tesaurus (ISO 2788:1986:3):
- ‘CC: Catatan Cakupan; adalah suatu catatan yang dilampirkan pada suatu istilah untuk menyatakan pengertiannya dalam bahasa indeksasi;
- ‘GUNAKAN: istilah ini mengikuti simbolnya yaitu istilah yang digunakan ketika ada suatu pilihan antara sinonim atau seperti-sinonim;
- ‘GU: Gunakan Untuk; istilah ini mengikuti simbolnya yaitu suatu sinonim atau seperti-sinonim yang tidak digunakan;
- ‘IPL: Istilah Paling Luas; istilah ini mengikuti simbolnya yaitu nama kelas paling luas untuk konsep tertentu; terkadang digunakan dalam seksi suatu tesaurus secara alfabetis;
- ‘IL: Istilah Luas; istilah ini mengikuti simbolnya yang menunjukkan suatu konsep yang memiliki pengertian yang lebih luas;
- ‘IS: Istilah Sempit; istilah ini mengikuti simbolnya yang merujuk pada suatu konsep dengan pengertian yang lebih khusus;
- ‘IT: Istilah Terkait; istilah yang mengikuti simbolnya terkait, tetapi bukan suatu sinonim, seperti-sinonim, istilah luas, atau istilah sempit.
Ada dua pengertian prinsip agar kontrol kosa kata diterapkan dalam tesaurus (ISO 2788:1986:4):
- Istilah yang secara sengaja dibatasi cakupannya untuk pengertian yang Tidak seperti istilah dalam kamus, yang mungkin dapat ditambahkan dengan sejumlah definisi yang berbeda untuk menunjukkan penggunaan yang umum, masing-masing istilah dalam suatu tesaurus umumnya terbatas untuk pengertian tunggal yang memberikan kebutuhan sistem indeksasi paling efektif. Struktur suatu tesaurus, khususnya tampilan hubungan hierarkinya, sering menunjukkan pengertian suatu istilah yang dimaksud. Apabila teknik ini tidak tegas, suatu definisi atau catatan cakupan pengertian yang dipilih, mungkin juga menunjukkan pengertian lain yang dikenali dalam bahasa natural, namun secara sengaja dikeluarkan untuk tujuan indeksasi.
- Apabila konsep yang sama diberikan oleh dua atau lebih sinonim, salah satu dari istilah ini sering diseleksi sebagai istilah yang digunakan yang kemudian digunakan secara konsisten dalam indeksasi. Referensi untuk istilah yang digunakan harus dibuat untuk setiap sinonim yang juga berfungsi sebagai jalan akses