Peran ayah dan ibu sangat penting dalam pendidikan keluarga karena mereka adalah figur yang dicontoh oleh anak. Namun sering kali pendidikan di dalam keluarga dianggap tidak penting. Etika yang benar harus diajarkan kepada anak kecil, sehingga ketika ia dewasa maka ia akan berperilaku baik.
Pendidikan merupakan unsur vital dalam kehidupan manusia, tanpa pendidikan kehidupan manusia tidak bisa berkembang secara wajar. Oleh karena pentingnya pendidikan, maka pendidikan menjadi tolak ukur dalam kredibilitas manusia dan peradabannya. Semakin tinggi tingkat pendidikan manusia, maka semakin tinggi pula tingkat kredibilitasnya. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah tingkat pendidikan manusia maka semakin dipertanyakan tingkat kredibilitas kemanusiaannya.
Pendidikan bagi kehidupan manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya pendidikan bagi kehidupan manusia. Untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Menurut UNESCO pendidikan hendaknya dibangun dengan empat pilar, yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together. Islam telah memberikan pokok-pokok dan metodologi untuk mencapai tujuan terbentuk dan terbimbingnya anak manusia, dengan menemukan sisi-sisi teladan dari kepribadiannya yang dapat ditumbuhkembangkan dalam tahapan-tahapan kehidupan selanjutnya. Islam juga mendorong setiap muslim untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka, karena pendidikan keluarga merupakan kewajiban orang tua.
Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan manusia untuk membina kepribadian agar sesuai dengan norma-norma atau aturan yang ada dalam masyarakat. Orang tua sebagai lingkungan pertama dan utama di mana anak berinteraksi sebagai lembaga pendidik yang tertua, artinya di sinilah dimulai suatu proses pendidikan. Sehingga orang tua berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karena sebagian besar kehidupan anak ada di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah pendidikan dalam keluarga.
Selain itu, pendidikan juga merupakan proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik yang bertujuan untuk mencapai pendidikan nasional yang telah dirumuskan. Pola asuh orang tua tak kalah pentingnya dalam mewujudkan pendidikan nasional sebagaimana yang tertera dalam UU No. 20 tahun 2003, yaitu pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Orang tua perlu memberikan dukungan yang penuh terhadap anaknya dalam kegiatan belajar. Semua hal yang berhubungan dengan kejadiankejadian dalam keluarga adalah hal-hal yang menjadikan keluarga sebagai sumber dukungan bagi anak-anak. Jika orang tua menciptakan suasana positif, dan membantu anak-anak memecahkan masalah, dan bukan sekedar memberikan jawaban atau membuat semua keputusan, anak-anak akan lebih mampu mengembangkan rasa tanggung jawab.
Peran orang tua dalam mengasuh anak memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak baik dari segi positif maupun segi negatif. Karena bersama orang tuanyalah anak banyak menghabiskan waktunya dan bersama orang tua pula anak mendapat pelajaran.
Lingkungan keluarga yang kondusif sangat besar pengaruhnya terhadap pembentukan kecerdasan anak dalam hal apapun, baik kecerdasan intelektual, spiritual, maupun emosional.
Usia dini merupakan usia yang paling tepat untuk membentuk karakter seseorang. Jika pada masa ini karakter setiap anak dapat terbentuk, maka kelak di masa dewasa dia akan menjadi generasi yang berkarakter kuat. Hal inilah yang menyebabkan pendidikan anak usia dini menjadi fondasi yang paling kuat bagi tegaknya karakter bangsa di masa depan. Semakin baik kualitas pendidikan usia dini, semakin kukuh bangunan fondasi kecerdasan anak bangsa. Sebaliknnya, semakin lemah kualitas pendidikan pada jenjang ini, maka semakin lemah pula kemungkinan karakter anak bangsa di masa depan.
Masyarakat semakin menyadari betapa pentingnya pendidikan untuk anak usia dini. Hal ini nampak dengan berkembangnya tempat pendidikan anak usia dini formal, informal, dan non formal di seluruh indonesia, ada yang berbentuk tempat penitipan anak, kelompok bermain, atau taman bermain, taman kanak-kanak dan pendidikan anak usia sejenis. Pentingnya pendidikan anak usia dini, menuntut pendekatan yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang memusatkan perhatian pada anak. Namun, salah satu permasalahan yang muncul adalah tidak setiap orang tua atau pendidik memahami cara yang tepat dalam mendidik anak di usia dini.