Perkembangan Emosi Seseorang

Perkembangan Emosi Seseorang

Sebagian ahli mengungkapkan bahwa hubungan emosional bayi dengan ibunya sudah ada sejak dalam kandungan. Bayi dapat mengetahui apakah ibunya dalam keadaan stress atau tenang. Sebagian ahli lainnya menyatakan hubungan bayi dengan orangtuanya mulai terjalin saat orangtuanya memberi minum, menggendong dan mendekap ketika hendak menentramkan bayinya. Namun reaksi emosi tampak nyata ketika bayi berusia tiga bulan dimana ia mulai berminat dalam interaksi sosial tatap muka. Pada usia ini ia mulai banyak belajar dan meniru bagaimana cara mengungkapkan emosi.

Mereka juga menemukan cara-cara baru untuk mengungkapkan dan menyampaikan perasaan terhadap dunia disekitar mereka. Usia Sembilan sampai 12 bulan merupakan periode dimana bayi mulai memahami bahwa manusia dapat membagi gagasan dan emosi mereka satu sama lain.

Pada usia satu sampai dua tahun anak mulai mengembangkan makna tentang dirinya sendiri dan menjajaki kemandiriannya, sedangkan ketika berusia dua sampai tiga tahun kesadaran tentang dirinya mulai meningkat sebagai mahluk yang terpisah dari yang lain. Pada usia empat hingga tujuh tahun, anak-anak sudah menghabiskan waktu mereka dalam berbagai macam lingkungan, mempelajari banyak hal baru dan bertemu temanteman baru. Bersamaan dengan ini maka mulai muncul tantangantantangan baru. Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini anak harus memiliki kemampuan untuk mengatur emosi-emosi mereka. Anak harus belajar menahan tingkah laku yang tidak pada tempatnya, memusatkan perhatian dan mengatur diri mereka sendiri untuk menghadapi tantangan dari luar.

Mulai usia sepuluh tahun, anak seharusnya sudah dapat mengidentifikasikan emosi yang ingin ia kemukakan dan dapat mengekspresikan perasannya secara tepat. Antara usia sepuluh dan dua belas tahun, anak mulai bisa memahami hubungan antara usaha dan kemampuan. Mereka mulai sadar bahwa orang yang memiliki kemampuan kurang harus berusaha lebih keras untuk mencapai hasil yang optimal.

Anak juga mulai memperluas empatinya tidak hanya kepada orang yang mereka kenal atau mereka lihat secara langsung, namun juga kepada kelompok orang yang belum pernah mereka jumpai. Selain itu anak juga siap untuk terlibat dalam persahabatan yang akrab dimana mereka dapat berbagi informasi pribadi dan kejadian rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa emosi seseorang berkembang melalui tahap-tahap tertentu sesuai dengan bertambahnya usia mereka.

Literasi

Gottman, John & Declaire, Joan, Kiat-Kiat Membesarkan Anak yang Memilki Kecerdasan Emosional, terj. T. Hermaya, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001), hlm. 240

Banyak yang baca