Petunjuk Teknis (Juknis) dan Materi MPLS Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2024/2025

Berikut Materi MPLS Kurikulum Merdeka untuk Pelaksanaan MPLS 2024/2025: Pedoman Baru dari Dinas Pendidikan

Berpedoman pada Surat Edaran Nomor e-0024/SE/2024 Download, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta telah mengatur materi MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) yang wajib dipahami oleh guru, siswa, dan orang tua untuk pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah di tahun ajaran 2024/2025. Materi ini mencakup berbagai aspek penting yang dirancang untuk memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang mendalam tentang proses adaptasi dan pengenalan di lingkungan sekolah. Dengan adanya pedoman ini, diharapkan pelaksanaan MPLS dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi seluruh peserta didik baru.

Tujuan dilaksanakannya MPLS

Tujuan dilaksanakannya MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Menumbuhkan karakter profil pelajar Pancasila
    MPLS bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila pada peserta didik baru, sehingga mereka dapat mengembangkan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai tersebut.
  2. Mengenali potensi diri peserta didik baru
    Melalui kegiatan MPLS, peserta didik baru diberi kesempatan untuk mengenali dan mengeksplorasi potensi diri mereka, sehingga mereka dapat lebih percaya diri dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
  3. Meningkatkan pemahaman tentang wawasan wiyata mandala
    MPLS membantu peserta didik baru memahami konsep wawasan wiyata mandala, yaitu konsep pendidikan yang memandang sekolah sebagai tempat yang memiliki aturan, norma, dan tata tertib yang harus dipahami dan dijalankan oleh seluruh warga sekolah.
  4. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai peserta didik baru
    Kegiatan MPLS dirancang untuk meningkatkan motivasi dan semangat belajar peserta didik baru, serta membantu mereka menemukan cara belajar yang efektif.
  5. Mengembangkan interaksi positif antar peserta didik dan warga satuan pendidikan lainnya
    MPLS mendorong terjadinya interaksi yang positif antara peserta didik baru dengan peserta didik lainnya serta dengan seluruh warga sekolah, sehingga tercipta lingkungan belajar yang harmonis.
  6. Memahami tata tertib satuan pendidikan
    Peserta didik baru diberikan pemahaman mengenai tata tertib yang berlaku di sekolah, sehingga mereka dapat mengikuti aturan dengan baik dan menjaga ketertiban di lingkungan sekolah.
  7. Mengetahui hak dan kewajiban serta tanggung jawab sebagai bagian dari warga satuan pendidikan
    Melalui MPLS, peserta didik baru diberikan informasi mengenai hak dan kewajiban serta tanggung jawab mereka sebagai warga sekolah, sehingga mereka dapat menjalankan peran mereka dengan baik.
  8. Menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat
    Kegiatan MPLS juga bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan hidup bersih dan sehat pada peserta didik baru, sehingga mereka dapat menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan sekolah.

Materi MPLS Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2024/2025

Satuan pendidikan menyiapkan materi MPLS dalam berbagai bentuk media, seperti video, foto, infografis, dan bentuk lainnya untuk memastikan peserta didik dapat memahami materi dengan baik. Berikut adalah materi yang disiapkan:

MATERI 1: Profil Satuan Pendidikan

1. Pengenalan Lingkungan

Pengenalan Lingkungan merupakan langkah awal yang krusial bagi siswa baru untuk memahami berbagai aspek fisik dan non-fisik dari sekolah. Pengenalan ini mencakup struktur fisik sekolah seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, kantin, dan lapangan olahraga. Selain itu, informasi tentang akses ke sekolah, pintu masuk, area parkir, dan rute yang aman juga disampaikan untuk memastikan keselamatan siswa. Prosedur kebersihan dan keamanan, termasuk tata cara membuang sampah, lokasi kotak P3K, dan prosedur evakuasi darurat, dijelaskan secara rinci. Selain aspek fisik, siswa juga dikenalkan pada budaya dan norma yang berlaku di sekolah, seperti interaksi yang sopan antar siswa, guru, dan staf.

2. Pengenalan Kurikulum

Pengenalan Kurikulum bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai program pendidikan yang akan ditempuh oleh siswa selama bersekolah. Ini mencakup struktur kurikulum dengan penjelasan tentang mata pelajaran yang diajarkan, alokasi waktu, dan pembelajaran dari tingkat dasar hingga lanjutan. Siswa juga akan diperkenalkan dengan metode pembelajaran yang digunakan, seperti diskusi kelompok, proyek, praktikum, dan teknologi pendidikan. Sistem evaluasi dan penilaian yang diterapkan di sekolah, termasuk ujian, tugas, presentasi, dan proyek, juga akan dijelaskan. Tidak lupa, berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia untuk mengembangkan minat dan bakat di luar akademik juga diperkenalkan.

3. Pengenalan Tata Tertib

Pengenalan Tata Tertib sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang tertib dan kondusif. Siswa akan diperkenalkan dengan peraturan-peraturan yang harus diikuti, termasuk aturan berpakaian, kehadiran, dan perilaku. Sanksi atau konsekuensi yang akan diterima jika melanggar peraturan juga disampaikan dengan jelas. Selain itu, siswa diajarkan etika dan norma yang harus dijunjung tinggi dalam interaksi sehari-hari di sekolah maupun di luar sekolah. Prosedur disiplin, termasuk mekanisme pelaporan pelanggaran dan proses penanganan kasus disiplin, juga diperkenalkan untuk memastikan keteraturan di sekolah.

4. Prestasi

Prestasi Sekolah merupakan cara efektif untuk memotivasi siswa baru dan menanamkan rasa bangga terhadap institusi pendidikan mereka. Prestasi akademik yang telah dicapai oleh siswa atau sekolah, seperti penghargaan dalam lomba sains, matematika, dan bahasa, disampaikan kepada siswa baru. Selain itu, prestasi non-akademik, seperti olahraga, seni, dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya yang telah membawa nama baik sekolah, juga diperkenalkan. Menampilkan profil alumni yang telah mencapai kesuksesan di berbagai bidang sebagai inspirasi bagi siswa baru menjadi bagian penting dari pengenalan prestasi. Tidak lupa, berbagai penghargaan dan sertifikasi yang telah diterima sekolah dari berbagai lembaga juga dijelaskan sebagai bukti kualitas pendidikan yang disediakan.

MATERI 2: Pembentukan Karakter

a) Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila adalah gambaran ideal tentang karakter yang harus dimiliki setiap siswa di Indonesia. Ini berdasarkan nilai-nilai Pancasila yang mencakup beberapa aspek utama. Pertama, siswa diharapkan beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Artinya, mereka harus memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat serta menjalankan nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari, seperti selalu berkata jujur, menghormati orang tua dan guru, serta berperilaku sopan. Kedua, siswa harus mandiri, mampu mengurus diri sendiri dengan baik, berani mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas keputusan tersebut. Contohnya, menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri dan mengerjakan tugas tanpa menunda-nunda. Selain itu, nilai gotong royong juga menjadi bagian penting dari Profil Pelajar Pancasila. Nilai ini mengajarkan kebersamaan dan kerjasama dalam mencapai tujuan bersama, serta mendorong siswa untuk aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, seperti bersama-sama membersihkan kelas atau mengikuti kegiatan bakti sosial.

Selanjutnya, siswa diharapkan bernalar kritis dan mampu berpikir analitis serta kreatif dalam menghadapi berbagai tantangan. Mereka harus bisa menganalisis masalah dan mencari solusi yang inovatif, misalnya menemukan cara baru untuk memecahkan soal matematika atau membuat proyek sains. Kreativitas juga menjadi kunci untuk inovasi, di mana siswa diharapkan dapat menghasilkan ide-ide baru dan solusi yang inovatif, seperti membuat karya seni yang unik atau menemukan cara baru dalam mengerjakan tugas sekolah. Terakhir, kebinekaan global adalah nilai yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Mereka harus memahami dan menghargai keragaman budaya, bahasa, dan agama yang ada di Indonesia dan dunia, serta mampu beradaptasi dan berinteraksi dengan baik di lingkungan global. Contohnya, menghargai teman yang berbeda suku atau agama dan belajar bahasa asing.

b) Penguatan Pendidikan Karakter

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai baik dalam diri siswa agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas dan beretika. PPK diimplementasikan melalui berbagai cara. Pertama, nilai-nilai karakter diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah, di mana nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, peduli, dan kerja sama diajarkan dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan sekolah. Misalnya, dalam pelajaran PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan), siswa belajar tentang pentingnya kejujuran dan tanggung jawab. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler juga menjadi sarana penting untuk penguatan karakter. Melalui kegiatan seperti pramuka, olahraga, seni, dan klub sosial, siswa belajar tentang kerjasama tim, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial, seperti yang bisa dilihat dari kegiatan pramuka yang mengajarkan pentingnya kerjasama dan kepemimpinan.

Pembiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari siswa juga ditekankan agar menjadi kebiasaan baik, seperti budaya antri, menjaga kebersihan, dan menghormati orang lain. Contohnya, membiasakan siswa untuk antri saat masuk kelas atau membuang sampah pada tempatnya. Guru dan staf sekolah juga berperan sebagai teladan dalam menerapkan nilai-nilai karakter, dengan sikap dan perilaku positif dari guru menjadi contoh nyata bagi siswa, seperti selalu datang tepat waktu dan bersikap ramah kepada semua siswa. Selain itu, keterlibatan orang tua dan komunitas dalam penguatan karakter juga sangat penting. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan karakter siswa. Misalnya, orang tua ikut serta dalam kegiatan sekolah dan mendukung anak-anaknya untuk berperilaku baik di rumah. Dengan memahami dan menerapkan materi pembentukan karakter ini, diharapkan siswa tidak hanya cerdas dalam akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia, siap menghadapi tantangan masa depan dengan sikap yang baik dan positif.

Materi 3: Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

  1. Penguatan Pendidikan Lingkungan Hidup dan Pengenalan Program Satuan Pendidikan yang Bersih, Hijau, Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan
    Pendidikan lingkungan hidup adalah bagian penting dari membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan sekitar. Melalui program ini, siswa akan dikenalkan dengan konsep-konsep tentang bagaimana menjaga kebersihan, kehijauan, kesehatan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
  2. Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)
    Pendidikan tentang bahaya narkotika sangat penting untuk dibahas dalam masa pengenalan siswa baru. Melalui edukasi ini, siswa akan diberikan pemahaman yang mendalam tentang bahaya narkotika, dampak negatifnya terhadap individu dan masyarakat, serta pentingnya menjalani gaya hidup sehat tanpa narkoba.
  3. Pembinaan Dasar-dasar Bencana dan Pertolongan Pertama
    Kesiapan menghadapi bencana dan memberikan pertolongan pertama merupakan keterampilan yang sangat berharga. Materi ini akan mencakup pembelajaran dasar-dasar bagaimana mengenali, mengantisipasi, dan merespons bencana serta memberikan pertolongan pertama dengan tepat dan efektif.

Materi 4: Penguatan Kesadaran Bela Negara

a) Kesadaran Berbangsa dan Bernegara

Kesadaran berbangsa dan bernegara mencakup pemahaman tentang arti pentingnya cinta tanah air, menghargai keberagaman budaya dan suku, serta tanggung jawab sebagai warga negara yang baik. Siswa akan diajak untuk memahami nilai-nilai pancasila, semangat persatuan, dan peran masing-masing dalam membangun bangsa yang adil dan makmur.

b) Tiga Dosa Besar Pendidikan: Perundungan, Kekerasan Seksual, dan Intoleransi

Pendidikan ini akan membahas tiga dosa besar yang dapat mengganggu proses pembelajaran dan kehidupan sosial di lingkungan sekolah:

  • Perundungan, Menjelaskan bahaya dan dampak perundungan, serta mendorong sikap saling menghormati dan mendukung di antara siswa.
  • Kekerasan Seksual, Memberikan pemahaman tentang batasan-batasan dalam interaksi antar-siswa dan pentingnya melaporkan dan mengatasi kekerasan seksual.
  • Intoleransi, Mengajarkan nilai-nilai toleransi, menghargai perbedaan, dan menolak sikap diskriminatif terhadap sesama.

MATERI 5: Pengenalan Budaya

Mengapa Pengenalan Budaya Penting?

Pengenalan budaya lokal merupakan langkah awal yang penting bagi setiap siswa baru untuk memahami dan menghargai keberagaman budaya di sekitar mereka. Ini mencakup:

  1. Bahasa merupakan cermin dari identitas suatu budaya. Memahami bahasa lokal membantu siswa untuk berkomunikasi dengan masyarakat setempat dan merasakan kehangatan dalam interaksi sehari-hari.
  2. Kesenian lokal mencerminkan ekspresi kreatif dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi. Mengenal kesenian lokal seperti tarian tradisional, musik daerah, dan seni rupa membuka mata siswa terhadap keindahan dan kekayaan budaya yang ada.
  3. Adat istiadat meliputi norma-norma sosial, tradisi perayaan, dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Menghormati dan memahami adat istiadat membantu siswa untuk berintegrasi secara lebih baik dalam komunitas dan menghargai perbedaan budaya.

Manfaat Pengenalan Budaya

Pengenalan budaya lokal tidak hanya tentang mempelajari hal-hal baru, tetapi juga tentang:

  • Dengan memahami dan melestarikan kearifan lokal, siswa turut berperan dalam menjaga identitas budaya yang unik dan berharga bagi masyarakat setempat.
  • Pengalaman belajar tentang budaya lokal tidak hanya memperluas pengetahuan siswa, tetapi juga membuka pikiran mereka terhadap keragaman manusia dan membangun rasa saling menghargai di antara sesama.

MATERI 6: Literasi Digital dan Literasi Keuangan

Literasi Digital

  • Literasi digital mencakup penggunaan teknologi informasi secara bijak dan bertanggung jawab. Ini meliputi penggunaan internet, komputer, dan perangkat mobile untuk kegiatan belajar dan interaksi sosial.
  • Pentingnya melindungi informasi pribadi dan menghindari ancaman keamanan online seperti phishing dan malware.
  • Memahami risiko cyberbullying, penipuan online, dan pentingnya menggunakan teknologi untuk tujuan yang positif dan produktif.

Literasi Keuangan

  • Literasi keuangan melibatkan pengelolaan uang secara efektif, termasuk menabung, membuat anggaran, dan memahami dasar-dasar investasi.
  • Membantu siswa membangun kebiasaan finansial yang baik, mengelola uang saku dengan bijak, dan menghindari utang yang tidak terkendali.
  • Mengajarkan siswa untuk mengelola keuangan pribadi mereka dengan baik sejak dini untuk menciptakan kestabilan finansial di masa depan.

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *