Pola Perkembangan Anak
Pengertian Perkembangan Anak
Seorang anak memiliki suatu ciri yang istimewa yaitu tumbuh dan berkembang dari lahir hingga beranjak dewasa. Hal ini lah yang membedakan anak dengan orang dewasa. Setiap anak berkembang sesuai dengan usianya. Perkembangan (development) sendiri menurut Soetjiningsih (2010) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut proses deferensiasi dari sel-sel tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan.
Aspek Perkembangan Anak
Aspek yang dinilai dalam perkembangan menurut Soetjiningsih (2010) di bagi menjadi 4 bagian yaitu :
1) Motorik kasar
Motorik kasar adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti duduk, berdiri dan sebagainya (Depkes, 2005)
2) Motorik halus
Motorik halus adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan bagianbagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. Misalnya kemampuan untuk menggambar, memegang suatu benda dan lain sebagainya (Soetjiningsih, 2010).
Kecerdasan motorik halus anak berbeda-beda. Dalam hal kekuatan maupun ketepatannya. Ada anak usia 4 tahun yang mahir berenang. Ada pula anak yang genap 6 tahun belum dapat makan dengan rapih. Anak perempuan cederung lebih dini dalam kecerdasan motorik halus, terutama soal kecekatannya. Sedangkan anak laki-laki lebih unggul dalam melangkah, melempar, menangkap bola, dan menaiki atau menuruni tangga. Sementara anak perempuan menunjukkan kemampuan yang lebih baik saat berjingkat-jingkat, meloncat, dan berlari cepat.
Pencapaian kemampuan motorik halus (adaftif) anak akan tampak pada usia 2-5 tahun. Berikut tahapan kemampuan sesuai usia yang dapat dimiliki oleh seorang anak menurut (Wildan, 2011):
a) Anak usia 2 tahun
- Mencontoh bentuk yang melingkar
- Menyusun 7 balok
- Memasukkan sendok kosong kedalam mulut dengan benar
- Memegang gelas dengan satu tangan
- Mengelompokkan benda
b) Anak usia 3 tahun
- Membuat garis lurus
- Menyusun 8 balok
- Memasukkan sendok yang berisi makanan kedalam mulut tanpa ada yang tumpah
- Menulis
- Mengunting
- Menempel gambar
c) Anak usia 4 tahun
- Menyusun 8 balok
- Menggambar manusia
- Menggunting
- Menggambar
- Menghitung
- Melengkapi gambar
- Mampu memakai baju sendiri
d) Anak usia 5 tahun
- Menggunting dengan mahir
- Mampu melipat kertas menjadi segitiga
- Menghitung
- Membandingkan
- Berkebun
- Menggambar orang
- Membandingkan besar kecil
3) Bahasa
Bahasa adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan untuk perintah (Depkes, 2005). Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pengertian ini, mencakup semua cara untuk berkomunikasi, dimana pikiran, dan perasaan dinyatakan dalam sesuatu pengertian, seperti dengan menggunakan lisan, tulisan, isyarat, bilangan, lukisan dan mimik muka (Yusuf, 2010).
4) Sosial
Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak dalam bersosial dan berinteraksi dengan lingkungan dan sebagainya. Semakin bertambah usia semakin bertambah pula hubungan dengan orang lain, dengan adanya kontak sosial dengan orang lain akan menghasilkan tingkah sosial yang beraneka macam seperti mengganggu, menggoda, simpatik, bertengkar dan sebagainya.
Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak
Menurut Departemen kesehatan (2005) secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, yaitu:
1) Faktor genetik
Faktor genetik ini yang menentukan sifat bawaan anak tersebut. Kemampuan anak merupakan ciri-ciri yang khas yang diturunkan dari orang tuanya. Yang termasuk faktor ini adalah jenis kelamin, ras, suku bangsa (Soetjiningsih , 2010).
2) Faktor lingkungan
Lingkungan yaitu suasana di mana anak itu berada. Dalam hal ini lingkungan berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang sejak dalam kandungan sampai dewasa. Lingkungan yang baik akan menunjang tumbuh kembang anak, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan menghambat tumbuh kembangnya. Yang termasuk faktor lingkungan menurut
Dep.kes (2005) meliputi:
a) Faktor Prenatal
Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin mulai dari konsensi sampai lahir antara lain gizi ibu pada waktu hamil, mekanis, toksin / zat kimia, endokrin, radiasi, infeksi, stress dan imunitas.
b) Faktor Persalinan
Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia, dapat menyebabkan jaringan otak.
c) Faktor Pascasalin
- Gizi, Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang adekuat
- Penyakit kronis atau kelainan Kongenital, Tuberkolosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani
- Lingkungan fisis dan kimia, Lingkungan sering disebut melieu adalah tempat anak tersebut hidup yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak (provider). Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb, mercuri, rokok, dll) mempunyai dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak (Depkes, 2005).
- Psikologis, Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seseorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu meraa tertekan, akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan perkembangannya (Ardiana, 2011).
- Endokrin, Gangguan hormon, misalnya pada penyakit hipotiroid akan menyebabkan anak mengalami hambatan pertumbuhan.
- Sosio-ekonomi. Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akan menghambat pertumbuhan anak (Ardiana, 2011).
- Lingkungan pengasuhan, Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sanagt mempengaruhi tumbuh kembang anak (Ardiana, 2011).
- Stimulasi, Perkembangan memerlukan stimulasi atau rangsangan khususnya dalam keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak.
- Obat-obatan, Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi hormone pertumbuhan.
Kebutuhan Dasar Anak
Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang, secara umum dibagi menjadi 3 kebutuhan dasar yaitu:
a) Kebutuhan fisik-biomedis (ASUH)
- pangan/gizi
- perawatan kesehatan dasar: imunisasi, pemberian ASI,
- penimbangan yang teratur, pengobatan
- pemukiman yang layak
- kebersihan perseorangan, sanitasi lingkungan
- Pakaian
- rekreasi, kesegaran jasmani
b) Kebutuhan emosi / kasih Sayang (ASIH)
Kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik, mental, atau psikososial.
c) Kebutuhan akan stimulasi mental (ASAH)
Stimulasi mental menggambarkan perkembangan kecerdasan, kemandirian, kreativitas, agama, kepribadian, moral-etika, produktivitas dan sebagainya.
Anak yang mendapat ASUH, ASIH, dan ASAH yang memadai akan mengalami tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya.
Penilaian Perkembangan Anak
a) Pengertian Penilaian Perkembangan
Perkembangan anak dapat di pantau dengan melakukan suatu tes. Tes yang umum dilakukan untuk memantau perkembangan anak adalah Denver Development Screening Test (DDST II). DDST II digunakan untuk mengukur perkembangan anak sejak lahir hingga 6 tahun. DDST II bukan merupakan IQ tes, maupun alat untuk memprediksi kelainan kemampuan intelektual, kelainan belajar, kelainan bahasa, atau kelainan emosi, serta tidak dilakukan sebagai bagian dari tes pemeriksaan diagnostik fisik (Ismail dkk, 2005).
b) Aspek yang di nilai
Menurut Soetjiningsih (2010) Aspek yang dinilai dalam tes ini meliputi 125 tugas perkembangan yang disusun berdasarkan urutan perkembangan dan diatur dalam 4 kelompok besar yang disebut sektor perkembangan, yaitu :
- Personal sosial (perilaku sosial) Aspek yang berhubungan dengan kemandirian, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan.
- Fine motor adatif (gerak motorik halus) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan-gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat.
- Language (bahasa) Kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan.
- Gross motor (gerak motorik kasar) Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.
c) Penilaian
Skor setiap aspek perkembangan dinilai sebagai berikut (Ismail dkk, 2005) :
- Advance Bila anak lulus pada tugas perkembangan yang terletak di sebelah kanan garis umur
- Normal Bila anak gagal saat tes tugas perkembangan yang berada di sebelah garis kanan umur dan anak lulus atau gagal atau menolak tes disebelah kanan garis umur yang terletak diantara 25% dan 75% dan perkembangan anak normal.
- Peringatan Satu peringatan pada tugas perkembangan perlu diperhatikan untuk interpretasi hasil tes. Bila anak gagal atau refuse melakukan tugas perkembangan tes dimana garis umur terletak pada atau antara 75% dan 90%.
- Keterlambatan Bila anak gagal atau menolak melakukan tugas perkembangan yang terletak jelas disebelah kiri garis umur.
- Tidak ada kesempatan Tugas perkembangan yang berdasarkan laporan orang tua maka anak tidak ada kesempatan untuk melakukan tugas perkembangan. Hasil ini tidak dimasukkan dalam mengambil kesimpulan.
Berdasar interpretasi diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1) Abnormal
- Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan pada 2 sektor atau lebih.
- Bila dalam satu sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan dan pada sektor yang sama tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal umur.
2) Normal
Bila tidak ada keterlambatan atau delay dan apabila paling banyak satu peringatan.
3) Meragukan atau suspek di curigai ada keterlambatan
- Bila pada 1 sektor didapatkan 2 peringatan atau lebih dan atau 1 keterlambatan atau lebih.
- Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan garis vertikal umur.
4) Tidak dapat dites
Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan dan atau bila skor menolak pada 1 atau lebih tugas perkembangan di sebelah kiri garis umur atau menolak 1 atau lebih tugas perkembangan yang ditembus garis umur pada daerah 75% – 90%.
Tags: Aspek Perkembangan Anak, Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak, Kebutuhan Dasar Anak, Pengertian Perkembangan Anak, Penilaian Perkembangan Anak
