Preseden Bandar Udara Internasional
Terminal Bandar Udara Internasional Changi Singapura
Bandar Udara Internasional Changi adalah Bandar udara yang berada di Singapura. Bandar udara Internasional ini terdiri dari 3 terminal dimana terminal 3 merupakan terminal baru yang dirancang menggunakan arsitektur Hijau dan Modern.
Terminal 3 Bandar Udara Internasional Changi adalah Terminal Bandar udara Internasional baru yang berlokasi di sebelah terminal 2 yang dibangun dengan dana 1,75 miliar dollar Singapura, bangunan terminal 3 ini memliki luas 380.000 m2 dapat menampung 22 juta penumpang pertahun, sehingga total kapasitas bandar udara ini mencapai 70 juta penumpang yang bergerak setiap tahun. Terminal 3 Bandar Udara Internasional di rancang oleh CPG Corporation and Skidmore, Owing and Merril. Keunikan arsitektur bangunan terminal 3 Bandar udara Changi yang memiliki bentuk atap seperti kupu-kupu dimana dapat menyaring cahaya yang masuk ke dalam dalam gedung. Desain modern Terminal 3 bandara Changi ini menganut desain arsitektur hijau dan modern dengan memiliki dinding hijau vertikal lima tingkat. The Green wall ini dirancang pada ruang-ruang tertentu seperti pada ruang kedatangan maupun ruang keberangkatan, serta tempat pengambilan bagasi. The Green Wall didesain dengan tanaman merambat diselingi dengan empat air terjun.
Pusat perbelanjaan transit dan ruang kedatangan didesain sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah tempat yang nyaman. Penumpang yang transit dan harus menunggu bisa mendapatkan fasilitas wisata kota selama dua jam secara gratis dalam program “free Singapore Tour”. Jumlah orang dibatasi 12 orang. Teminal Bandar udara Changi memiliki lantai yang dilapisi material karpet dan parquetted. Penggunaan kaca-kaca transparan di dalam gedung terminal 3 memudahkan penumpang menikmati pemandangan dari segala sudut, termasuk ruang belanja dan tempat makan dan terdapat 100 gerai retail dan 40 tempat makan dan minum di buka di terminal 3. Selain Bandar udara Internasional Changi di Singapura, terdapat beberapa presenden terkait dengan perencanaan Bandar udara baru Yogyakarta di Kulon Progo, yaitu :
Bandar Udara Blimbingsari
Terminal Bandar udara Blimbingsari terletak di Banyuwangi, Jawa Timur dibangun dengan konsep green building yang memanfaatkan energi yang berasal dari alam seperti penggunaan green roof dan bukaan yang lebar agar memasukkan cahaya sebanyakbanyaknya kedalam bangunan untuk meminimalisir penggunaan listrik dari AC maupun lampu penerangan pada siang hari, penggunaan AC hanya pada ruangruang tertentu seperti kantor, lobby check-in dan ruang tunggu
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
Bandar udara Internasional Soekarno-Hatta merupakan Bandar udara yang berada di kota Tengerang, Banten. Terminal ini merupakan bangunan dengan lapangan terbang terbesar di Indonesia. Terminal Bandar udara Soekarno-Hatta dirancang oleh arsitek asal Perancis yaitu Paul Andreu, yang juga merancang Bandar Udara Charles de Gaulle di Paris, Perancis. Arsitektur terminal Bandar udara Soekarno-Hatta merupakan penggabungan dari elemen-elemen arsitektur local dan tropis dimana arsitektur lokalnya dapat terlihat pada desain yang mempertahankan budaya lokal seperti pemakaian atap khas Jawa (Joglo) dan desain interior yang mengadopsi struktur budaya Jawa.
Desain arsitektur tropis terletak pada pengadaan taman-taman pada setiap ruang tunggu yang ada pada terminal Bandar udara Internasional Soekarno-Hatta.
Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz
Bandar udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah merupakan Bandar udara yang melayani kota Jeddah di Arab Saudi. Bandar udara ini terletak 19 km utara kota Jeddah, Arab Saudi. Bandar udara ini dibangun mulai pada tahun 1974 dan selesai pada tahun 1980. Terminal king Abdul Aziz memiliki terminal khusus haji karena kedekatan antar kota Jeddah dengan kota Suci Islam Makkah. Terminal yang dirancang oleh
Faziur Rahman Khan dari perusahaan arsitektur SOM ini memiki bentuk yang melengkung terlihat seperti bulan sabit sebagai ikon penting bagi negara dan Arab Saudi.
