Prinsip-Prinsip Evaluasi Kurikulum
Prinsip-prinsip evaluasi kurikulum menurut Hamalik, (2008: 255) sebagaiman yang dikutip Dinn Wahyudin (2014: 148-149) adalah sebagai berikut:
- Tujuan tertentu, artinya setiap program evaluasi kurikulum terarah dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan secara jelas dan spesifik. Tujuan-tujuan itu yang mengarahkan berbagai kegiatan dalam proses pelaksanaan evaluasi kurikulum.
- Bersifat objektif, dalam arti berpijak pada keadaan yang sebenarnya, bersumber pada data yang nyata dan akurat yang diperoleh dari sumber instrumen yang handal.
- Bersifat komperhensif, mencakup semua dimensi atau aspek yang terdapat dalam ruang lingkup kurikulum.
- Kooperatif dan bertanggung jawab dalam perencanaan. Pelaksanaan dan keberhasilan suatu program evaluasi kurikulum merupakan tanggung jawab bersama pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendidikan seperti guru, kepala sekolah, orang tua, bahkan peserta didik itu sendiri, disamping merupakan tanggung jawab utama lembaga penelitian dan pengembangan.
- Efesiensi, khususnya dalam penggunaan waktu, biaya tenaga, dan peralatan yang menjadi unsur penunjang.
- Berkesinambungan, hal ini diperlukan mengingat tuntunan dari dalam dan luar sistem sekolah, yang meminta diadakannya perbaikan kurikulum.
Tujuan Evaluasi Kurikulum
Menurut Nasution (2010: 88), evaluasi kurikulum bermacam-macam tujuannya. Yang paling penting di antaranya ialah:
- Mengetahui hingga manakah peserta didik mencapai kemajuan ke arah tujuan yang telah ditentukan.
- Menilai efektivitas kurikulum.
- Menentukan faktor biaya, waktu, dan tingkat keberhasilan kurikulum.
Hamid Hasan (2009: 42-43) secara mendasar tujuan suatu pekerjaan evaluasi kurikulum, dan evaluasi lainnya, bersifat praktis. Tujuan tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:
- Menyediakan informasi mengenai pelaksanaan pengembangan dan pelaksanaan suatu kurikulum sebagai masukan bagi pengambilan keputusan.
- Menentukan tingkat keberhasilan dan kegagalan suatu kurikulum serta faktor-faktor yang berkontribusi dalam suatu lingkungan tertentu.
- Mengembangkan berbagai alternatif pemecahan masalah yang dapat digunakan dalam upaya perbaikan kurikulum.
- Memahami dan menjelaskan karakteristik suatu kurikulum dan pelaksanaan suatu kurikulum.
Literasi
Hamalik, Oemar. 1990. Evaluasi Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nasution. 2006. Metode Research. Cet. 8. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Hasan, Hamid. 2009. Evaluasi Kurikulum. Cet. 2. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Baca Juga :