Sejarah Uni Eropa
Sejarah Uni Eropa Daerah besar seperti Eropa sebelumnya telah disatukan oleh kerajaan yang di bangun atas penyatuan paksa dan penjajahan seperti Kekaisaran Suci Roma, Kekaisaran Turki, Kekaisaran Pertama Perancis, dan Nazi Jerman. Dalam Kongres Aix-laChapelle tahun 1818, Tsar Alexander, sebagai internasionalis yang paling maju pada saat itu telah menyarankan persatuan Eropa yang permanen dan bahkan mengusulkan adanya pemeliharaan pasukan militer internasional untuk Eropa sebagai dukungan terhadap anti-kekerasan. Akibat dari perang yang semakin memberikan efek buruk, banyak orang dan ilmuan yang membentuk satu ide yang sama yakni menyatukan Erupa, terutama Willian Penn, Abbot Charles de Saint-Pierre, Victor Hugo, Richard Coudenhove-Kalergi, dan Giuseppe Mazzini. Ide tersebut menjadi lebih besar setelah perang dunia I dikarenakan banyaknya kerugian, namun itu tidak sampai setelah perang dunia II dimana langkah langkah nyata telah diambil. Perang Dunia ke II dimulai pada tahun 1939 dan berakhir pada tahun 19453 telah memberikan kerugian yang sangat besar terhadap Eropa, banyaknya manusia yang meninggal dan banyaknya kerugian akibat dari perang menunjukkan bahwa perang sangatlah mengerikan, seperti Holocaust, pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Dengan banyaknya kerugian dari perang dan banyaknya manusia yang meninggal pada saat itu, sehingga sekali lagi muncul keinginan untuk memastikan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi lagi.
Pada tanggal 9 Mei 1950, Menteri Luar Negeri Perancis Robert Schuman mengusulkan suatu komunitas untuk mengintegrasikan industri batu bara dan baja dari Eropa atau ECSC (European Coal and Steel Community). Pada tahun 1951 Perancis, Italia, dan Negara-negara Benelux (Belgia, Belanda, dan Luksemburg) bersama-sama dengan Jerman Barat menandatangani perjanjian Paris menciptakan ECSC (European Coal and Steel Community). Ini menghasilkan lembaga pertama dalam Uni Eropa yaitu Otoritas Tertinggi (Komisi Eropa), dan Majelis umum (Sekarang Parlemen Eropa). Pada tahun 1955 Grup Bilderberg mendukung dan mengusulkan adanya mata uang tunggal Eropa (yaitu Euro) dan membangun pasar bersama di wilayah benua Eropa dengan tingkat tarif yang lebih rendah daripada pasar yang berada di luar kawasan Eropa, serta integrasi Eropa yang lebih besar.4 Setelah gagal untuk menciptakan Komunitas Pertahanan Eropa dan Komunitas Politik Eropa, 6 wakil dari masing-masing negara Perancis, Italia, Jerman Barat dan Negara Benelux (Belgia, Belanda, Luxemburg) bertemu di Konferensi Messina dan membentuk Komite Spaak yang menghasilkan laporan Spaak, laporan tersebut diterima pada Konverensi Venice (29 dan 30 Mei 1956) dimana keputusan itu diambil untuk mengatur Konferensi Antar Pemerintah. Konferensi Antar pemerintah di Pasar Umum dan Euroatom berfokus pada kesatuan ekonomi yang mengarah ke Perjanjian Roma yang ditandatangani pada tahun 1957 yang nantinya akan mendirikan Masyarakat Ekonomi Eropa atau European Economic Community (EEC) dan Masyarakat Energi Atom Eropa atau European Atomic Energy Community (Euratom) diantara negara-negara anggota.
Dua komunitas yang baru ini diciptakan secara terpisah dari ECSC, meskipun mereka berada dibawah Pengadilan dan Majelis Umum yang sama. Disini Euratom akan mengintegrasikan sektor energi nuklir sementara EEC akan mengembangkan serikat pabean antara negara-negara anggota. Sepanjang tahun 1960 ketengan mulai timbul dikarenakan Perancis berusaha untuk membatasi kekuasaan supranasional dan menolak keanggotaan Inggris. Namun pada tahun 1965 tercapailah kesepakatan untuk menggabungkan tiga komunitas (ECSC, EEC, Euratom) dibawah satu set lembaga, dan karenanya Perjanjian Merger ditandatangani di Brussels dan mulai berlaku pada 1 Juli 1967 dan menciptakan Masyarakat Eropa atau European Community.
Setelah banyak negosiasi, Denmark, Irlandia, dan Inggris akhirnya bergabung dengan Komunitas Eropa pada 1 Januari 1973. Pada tahun 1979, diadakan pemilihan langsung pertama di Parlemen Eropa melalui hak pilih umum dan terdapat 410 anggota yg terpilih. Pembesaran Komunitas Eropa lebih lanjut terjadi pada tahun 1981 dengan bergabungnya Yunani pada tanggal 1 Januari. Disusul oleh Spanyol dan Portugal pada tahun 1986.9 Pada tahun 1987 Turki juga secara resmi mengajukan untuk bergabung dengan Komunitas Eropa, dan proses masuknya Turki merupakan pengajuan aplikasi terpanjang diantara negara-negara di Eropa. Tahun 1989, Tembok Berlin runtuh, Jerman bersatu dan pintu untuk pembesaran Komunitas Eropa ke bekas blok timur semakin terbuka.
Pada 1 November 1993, perjanjian Maastricht menjadi lebih efektif, menciptakan Uni Eropa dengan sistem pilar, termasuk urusan luar negeri dan urusan dalam Masyarakat Eropa itu sendiri.11 Pemilu yang di adakan pada tahun 1994 mengakibatkan kelompok Sosialis mempertahankan posisi mereka sebagai partai yang terbesar diparlemen. Pada tanggal 30 Maret 1994, Uni Eropa melakukan negosiasi aksesi dengan Austria, Swedia, dan Firlandia. Sementara itu, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein bergabung kedalam Wilayah Ekonomi Eropa (European Economic Area) yang mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1994, sebuah organisasi yang memungkinkan negara-negara yang bergabung pada Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (European Free Trade Association) untuk memasuki pasar tunggal Eropa. Tahun berikutnya, Perjanjian Schengen mulai berlaku di antara tujuh anggota, memberikan kebebasan kepada masyarakat eropa untuk bisa masuk kedalam negara-negara yang menandatangani perjanjian Schengen tanpa ada pemeriksaan di perbatasan negara. Tahun 1990.an juga memperlihatkan bagaimana perkembangan mata uang Euro. 1 Januari 1994 memperlihatkan tahap kedua dari Uni Ekonomi dan Moneter Uni Eropa (Economic and Monetary Union of the European Union) dan Motener Uni Eropa dimulai dengan pembentukan Lembaga Moneter Eropa (European Monetary Institute) dan pada awal tahun 1999 Euro sebagai mata uang resmi Uni Eropa diluncurkan dan Bank Sentral Eropa berdiri. Pada 1 Januari 2002 uang kertas dan koin dimasukan kedalam sistem perdagangan di Eropa sebagai mata uang resmi menggantikan mata uang yang lama.
Selama tahun 1990.an, konflik di Balkan memberikan dorongan terhadap Uni Eropa untuk membentuk dan mengembangkan European Union Common Foreign and Security Policy (CFSP), Uni Eropa gagal untuk bereaksi selama awal konflik, dan pasukan penjaga perdamaian PPB dari Belanda gagal mencegah pembantaian Srebrenica (Juli 1995) di Bosnia dan Herzegovina, pembunuhan massal terbesar di Eropa sejak perang dunia kedua, The North Atlantic Treaty Organization (NATO) akhirnya harus ikut campur tangan dalam konflik, memaksa para kombatan ke meja perundingan. Pengalaman ini membawa Uni Eropa membuat kebijakan luar negeri yang ditekankan pada Perjanjian Amsterdam.
1 Mei 2004 Republik Ceko, Estonia, Hungaria, Latvia, Lituania, Malta, Polandia, Siprus, Slovenia, Slovakia ikut bergabung kedalam Uni Eropa. Pada 10-13 Juni, 25 Negara anggota berpartisipasi dalam pemilihan terbesar transnasional dalam sejarah. Sebuah perjanjian konstitusional yang diusulkan dan ditantatangani oleh Negara-negara Uni Eropa pada 28 Oktober 2004. Tahun 2007 Bulgaria dan Romania memutuskan untuk ikut dan menjadi anggota Uni Eropa, dan yang terbaru adalah masuknya negara Kroasia pada tanggal 1 Juli 2013.
Uni Eropa menerima hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2012 karena memiliki “kontribusi terhadap kemajuan perdamaian dan konsolidasi, demokrasi dan hak asasi manusia di Eropa.”
Sejak 1 Juli 2013 (Bergabungnya Kroasia kedalam Uni Eropa) Uni Eropa telah memiliki 28 Negara anggota. Uni Eropa bekerja melalui gabungan sistem supranasional dan antar pemerintahan. Di beberapa bidang, keputusan-keputusan ditetapkan melalui musyawarah dan mufakat antara negara-negara anggota, serta lembaga-lembaga lainnya yang bersifat supranasional menjalankan persetujuan negara-negara anggota. Didalam Uni Eropa terdapat lembaga-lembaga yang penting yang bertugas
sesuai dengan porsinya masing-masing, Lembaga organ penting dalam UE adalah Dewan Eropa, Komisi Eropa, Dewan Uni Eropa, Parlemen Eropa, Bank Sentral Eropa, Mahkamah Eropa dan Mahkamah Audit Eropa.
Sumber Bacaan
- R. Palmer. A History of the Modern World. Hal. 461.
Axelrod, Alan (2007) Encyclopedia of World War II, Volume 1. Info Base Publishing. Hal. 659.
“European Unity” GARMISCH-PARTENKIRCHEN CONFERENCE. Bilderberg Group. Hal. 3
History of European Union. *artikel
A European Atomic Energy Community. *artikel
A European Customs Union. *artikel
Merging the Executives. *artikel
The First Enlargement. *artikel
History of EU. *artikel
Characteristics of the Treaty on European Union. *artikel
The Treaty of Amsterdam. *artikel
List of European Union countries. *artikel
The Nobel Peace Prize 2012. *artikel
European Union. *artikel
