Apa harapan/masukan kamu agar sekolahmu dapat semakin menjadi sekolah yang ramah anak?
Manajemen Dan Peraturan Sekolah
- Sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman dan melindungi anak dari berbagai tindakan yang merugikan anak dan masa depannya.
- Proses pendidikan dan pengajaran berjalan menyenangkan dan bisa membuat akan untuk mengembangkan potensinya secara maksimal.
- Guru dan pengelola sekolah memahami prinsip-prinsip perlindungan anak dalam dunia pendidikan.
- Peraturan dan tindakan sekolah dibuat dan dilakukan demi kepentingan terbaikan ak, bukan semata-mata karena kemauan orang dewasa atau demi citrra sekolah.
- Kegiatan kurikuler, dan ekstra kurikuler harus tetap memberikan hak anak untuk menikmati rekreasi/waktu luang serta hak-hak anak secara proporsional.
- Tidak ada sanksi pelanggaran yang menimbulkan kerugian moral dan material bagi anak, serta terganggunya fungsinya fisik, sosial dan psikologi
anak. - Tidak ada sanksi pelanggaran yang menghilangkan hak anak untuk mendapatkan pendidikan.
- Guru, selain berfungsi sebagai pendidik juga berfungsi sebagai orang tua anak di sekolah, demikian pula orang tua berfungsi sebagai pendidik anak di rumah.
- Masalah dan pelanggaran yang di lakukan anak segera ditangani berdasarkan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, dan bukan dari kepetingan orang dewasa, atau demi pecintraan sekolah.
- Adanya mekanisme pengawasan dari pihak sekolah dengan melibatkan orangtua dan pihak terkait dari kemungkinan penyalahgunaan setiap unit kegiatan sekolah, khususnya OSIS dan kegiatan belajar kelompok, untuk menjadi wahana yang merugikan pribadi yang negatif, seperti penyemaian radikalisme, hedonisme, permisifisme seksual, pornografi, jaringan narkoba, trafficking, eksploitasi seksual, dan sebagainya.
- Komite sekolah menjadi wahana desiminasi dan pertukaran informasi tentang parenting skill yang berbasis perkembangan usia anak dengan segala permasalahannya dan menjadi media komunikasi yang efektif antara pihak sekolah dan orang tua murid.
Sarana, Prasarana, Dan Lingkungan
- Bangunan sekolah terbuat dari bahan yang aman dan selalu dijaga dalam kondisi yang tidak berbahaya bagi anak.
- Sarana dan prasarana pendidikan, seperti meja, kursi, dan papan tulis disesuaikan dengan keadaan fisik anak, sehingga setiap anak bisa mengikuti proses pendidikan dan pengajaran dengan nyaman.
- Sekolah menyiapkan sarana dan prasarana kegiatan yang mengakomodir beragam minat, bakat dan potensi anak yang beragam sesuai tingkat pertumbuhannya.
- Ada pengamanan khusus yang melindungi dan mencegah anak dari kecelakaan dan kejadian yang tidak diinginkan.
- Jajanan yang dijual untuk anak-anak tidak berbahayan bagi kesehatan anak
- Tidak ada sarana dan prasarana yang berpotensi membuat anak bisa mengakses informasi yang merusak dan merugikan dirinya.
- Lingkungan sekolah dilibatkan secara aktif untuk memantau dan mengawasi anak saat sebelum masuk dan setelah kelaur dari sekolah.
Komunikasi interpersonal /relasi sehari-hari antara pemangku kepentingan dengan peserta didik, dan antar sesama peserta didik.
- Guru, kepala Sekolah dan pengelolaan sekolah memberikan perhatian kepada anak secara personal
- Guru, kepala sekolah dengan pengelolaan sekolah melakukan langkah-langkah proaktif begitu menangkap adanya gejala tidak wajar atau penurunan partisipasi dalam proses pendidikan yang ditunjukkan anak
Ciri-Ciri Sekolah Ramah Anak
Menurut Kristanto ada beberapa ciri-ciri sekolah ramah anak (SRA) yang ditinjau dari beberapa aspek:
1. SikapTerhadap Murid
Perlakuan adil bagi murid laki-laki dan perempuan, cerdas-lemah, kaya miskin, normal, cacat, anak pejabat anak buruh, penerapan norma agama, sosial dan budaya setempat. Serta kasih sayang kepada murid memberikan, perhatian bagi mereka yang lemah dalam proses belajar karena memberikan hukuman fisik maupun non fisik menjadikan anak trauma.
Seorang pendidik harus menyadari bahwa setiap peserta didik mempunyai potensi kadang-kadang tidak dapat terungkap, tidak diterima dan tidak dihargai dan proses pendidikan. Oleh karena itu seorang guru harus mengembangkan cara pandang yang positif terhadap siswa satunya. Cara pandang yang positif akan mendorong guru untuk mengembangkan perilaku yang kontrukstif, suportif, humaris, demokratis dan tidak menggunakan cap negatif atau perilaku-perilaku yang menghancurkan harga diri siswa.
2. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah cara yang dilakukan untuk keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar. Terjadi pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa harus merasakan senang mengikuti peajaran, tidak ada rasa takut, cemas dan was-was siswa menjadi lebih aktif dan kreatif serta tidak merasa direndahkan karena merasa bersaing dengan teman siswa lain. Terjadi proses belajar yang efektif yang dihasilkan penerapan metode pembelajaran yang variatif dan inovatif. Dalam proses pembelajaran seorang guru harus mengorganisasi dalam setiap kegiataan belajar mengajar dan menghargai anak didiknya sebagai suatu subjek yang memiliki bekal dan kemampuan.
3. Media ajar
Proses belajar mengajar didukung oleh media bahan ajar seperti buku pelajaran dan alat bantu peraga sehingga membantu daya serap murid. Guru sebagai fasilifator menerapkan proses belajar kooperatif, interaktif, belajar secara individu maupun kelompok.terjadi proes belajar partisipatif murid lebih aktif dalam proses belajar21. Suatu proses belajar-mengajar itu baik, bila proses tersebut dapat membangkitkan kegiatan belajar mengajar yang efektif dalam tata kelola pembelajaran, guru tidak hanya memberi sejumlah teori wawasan dan pengalaman saja pada siswa, karena boleh jadi siswa yang malas, tidak punya semangat motivasi redah, dan tidak memiliki kepercayaan diri.
4. Partisipasi Murid
Murid dilibatkan dalam berbagai aktifitas yang mengembangkan kompetensi dengan menekankan proses belajar dengan membuat sesuatu (learning by doing), demo praktek dan lain sebagainya.
5. Penataan Kelas
Murid dilibatkan dalam penataan bangku, dekorasi dan ilustrasi yang menggambarkan ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya. Penataan bangku sekolah klasial (berbasing belakang) mungkin akan membatasi kreatifitas muria interaksi sosial dan kerja diskusi kelompok, murid dilibatkan dalam memilih warna dinding atau dekorasi dinding kelas sehingga murid menjadi betah didalam kelas, murid dilibatkan dalam memajang karya murid, hasil ulangan/tes, bahan ajar sehingga buku dan asrtistik dan menarik serta menyediakan space untuk baca (topik baca).
Penataan kelas yang baik, rapi dan bersih, terstruktur dan terintegrasi, akan lebih memudahkan guru dalam melakukan pembelajaran. Ruang kelas yang baik akan membuat anak semakin terdorong untuk melakukan kegiatan yang dipilih oleh mereka sendiri. Dengan penataan yang baik akan membuat anak semakin terdorong untuk melakukan kegiatan yang dipilih oleh mereka sendiri. Dengan penataan yang baik anak akan lebih memahami aturan-aturannya yang harus diikutinya tanpa harus mendengarkan perkataan guru setiap hari.
6. Lingkungan Kelas
Terciptanya lingkungan kelas yang kondusif lagi baik, akan membuat suasana belajar nyaman menjadi tenang sehingga pembelajaran dapat berjalan secara efektif. Pembelajaran dapat dikatakan secara efektif apabila 75% materi pelajaran dapat dikuasai atau diterima oleh peserta didik24. Kelas yang baik adalah kelas yang mampu merangsang dan menantang peserta didik untuk selalu belajar dan terus belajar. Kelas yang seperti ini, mampu memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan belajar.
Murid dilibatkan dalam gagasannya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang (penentu warna dinding, kelas, hiasan, kotak saran, kota majalah dinding, kebun sekolah) tersedia fasilitas air bersih, fasilitas tempat toilet, fasilitas kesehatan, tempat cuci dan disesuaikan dengan postur usia. Disekolah diterapkan kebijkan/peraturan yang mendukung kebersihan dan kesehatan. Kebijakan/peraturan harus disepakati dikontrol dan harus dilakukan semua murid.
Sedangkan menurut Chabib Mustafa sebuah kawasan bisa dimasukkan dalam kategori ramah anak apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Anak terlibat dalam pengambilan keputusan tentang masa depan diri, keluarga, lingkungannya.
- Kemudahan akan mendapatkan layanan dasar pendidikan, kesehatan dan layanan lainnya untuk tumbuh kembang.
- Adanya ruang terbuka untuk anak dapat berkumpul, bermain dan berekreasi. Dengan sejawatnya serta rasa aman dan nyaman.
- Adanya aturan yang melindungi anak dari bentuk kekerasan dan ekspoloitasi.
- Tidak adanya diskriminasi dalam hal apapun terkait suku, ras, agama, dan golongan.
Dari ciri-ciri diatas dapat disimpulkan bahwa sekolah dapat dikatakan ramah anak bahwa sekolah melihat kondisi dan lingkungan belajar yang nyaman, menyenangkan, aman dan membuat anak diidik bebas untuk berkreatifitas dilingkungan sekolah.
Agus Yulianto., Op., Cit., hlm. 147
Aminatul Zahro, Kualitas Pembelajaran Melalui Profesional Guru,( Bandung: Yarma Widya, 2018), hlm. 18725
Sulistyorini, Manajemend Pendidikan Islam, (Surabaya: Elkaf, 2006), hlm. 66 26 Ibid,…, hlm. 147
Agus Yulianto, Op., Cit., hlm.145
Nurlaila, Pengelolahan Pengajaran (Palembang: Noerfikri, 2017), hlm.43
Tags: ciri sekolah ramah anak, Masukan Menjadi Sekolah Ramah Anak, prinsip sekolah ramah anak, Usulan Agar Menjadi Sekolah Ramah Anak
