Sifat-Sifat Matematika Ekonomi

Matematika ekonomi merupakan cabang ilmu ekonomi yang tidak berbeda dengan keuangan negara atau perdagangan internasional. Matematika ekonomi juga merupakan pendekatan untuk analisis ekonomi, dimana ahli ekonomi mempergunakan simbol matematis untuk menyatakan permasalahan dan juga memberikan gambaran dengan dalil-dalil matematis yang telah dikenal untuk membantu didalam pembahasannya. Matematika ekonomi dapat dipergunakan dalam teori ekonomi makro dan mikro, keuangan negara, ekonomi pertanian dan lain-lain.

Dapat dikatakan bahwa saat ini matematika ekonomi digunakan dalam setiap buku pelajaran dasar ekonomi sejauh seperti metode ilmu ukur yang sering digunakan untuk memperoleh hasil teoritis. Tetapi, biasanya matematika ekonomi disiapkan untuk menjelaskan kasus-kasus teknik matematis seperti matriks, hitungan diferensial dan integral, persamaan diferensial dan lain-lain diluar ilmu ukur sederhana.

Kegunaan Matematika dalam Analisis Ekonomi

Sebagai alat untuk menyederhanakan penyajian dan pemahaman masalah sehingga dapat dianalisis dan dipecahkan.

Ruang Lingkup Pembahasan

Meliputi konsep-konsep dasar matematika, penjelasan ringkas tentang logika dari konsep-konsep ekonomi yang menerapkan model tersebut dan penerapan model matematika tersebut dalam konsep ekonomi.

Konsep Dasar Matematika

Beberapa konsep dasar diharapkan telah dipahami oleh mahasiswa diantaranya adalah himpunan, sistem bilangan, pangkat akar dan logaritma. Namun beberapa hal perlu dikaji kembali sebagai penyegaran agar lebih mudah dalam pemahaman analisis matematika lebih lanjut.

Sistem Bilangan

Bilangan nyata bilangan yang dapat berupa bilangan positif maupun negatif contoh: 5; -1,5; 100; -9 Bilangan khayal Bilangan yang berupa akar pangkat genap dari suatu bilangan negatif contoh: − 9 = ±3 4 −1,4641 = ±1,1 Bilangan rasional Hasil bagi antara dua bilangan yang berupa bilangan bulat atau berupa pecahan dengan desimal terbatas atau desimal berulang. contoh: 0,2347575; 5,12341234; 10; 1,35 Bilangan irrasional Hasil bagi antara dua bilangan, berupa pecahan dengan desimal tak terbatas dan tak berulang. contoh: 0, 975121221222; p; e Bilangan bulat Hasil bagi antara dua bilangan yang hasilnya bulat termasuk nol contoh: 0; 5; 8; 11 Bilangan pecahan Hasil bagi antara dua bilangan yang hasilnya pecahan dengan desimal terbatas atau desimal berulang contoh: 0,5; 0,375375; 0,123

Pengertian

Bilangan nyata bilangan yang dapat berupa bilangan positif maupun negatif contoh:

Bilangan khayal Bilangan yang berupa akar pangkat genap dari suatu bilangan negatif contoh: − 9 = ±3 4 −1,4641 = ±1,1
Bilangan rasional Hasil bagi antara dua bilangan yang berupa bilangan bulat atau berupa pecahan dengan desimal terbatas atau desimal berulang. contoh: 0,2347575; 5,12341234; 10; 1,35
Bilangan irrasional Hasil bagi antara dua bilangan, berupa pecahan dengan desimal tak terbatas dan tak berulang. contoh: 0, 975121221222; p; e
Bilangan bulat Hasil bagi antara dua bilangan yang hasilnya bulat termasuk nol contoh: 0; 5; 8; 1
Bilangan pecahan Hasil bagi antara dua bilangan yang hasilnya pecahan dengan desimal terbatas atau desimal berulang contoh: 0,5; 0,375375; 0,123

Selain bilangan-bilangan tersebut, terdapat 3 jenis bilangan yang merupakan bilangan bulat
positif yaitu:

  • Bilangan asli: semua bilangan bulat positif tidak termasuk nol.
    Himpunan bilangan asli (A) = {1, 2, 3, …dst}
  • Bilangan cacah: semua bilangan bulat positif atau nol.
    Himpunan bilangan cacah (C) = {0, 1, 2, 3, …dst}
  • Bilangan prima: bilangan asli yang besarnya tidak sama dengan satu dan hanya “habis”
    dibagi oleh dirinya sendiri.
    Himpunan bilangan prima (P) = {2, 3, 5, 7, 11,…dst}

Tags: , , ,

Diposting oleh Adica


This article has 1 comment

  1. Agustina Nurwahyuni Reply

    Materi yang dituliskan sangat bermanfaat untuk mempermudah proses belajar, semangat selalu untuk penulis

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *