Teori Sumber Belajar Menurut Beberapa Cendekiawan

Pengertian Sumber Belajar

Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana materi pembelajaran terdapat (Sutikno, 2013: 37).

Sumber pembelajaran atau sumber belajar dapat dirumuskan sebagai segala sesuatu yang dapat memberikan kemudahan belajar, sehingga diperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperlukan (Mulyasa, 2012: 156).

Menurut Association for Educational Communications and Technology (dalam Komalasari, 2013: 108), sumber pelajaran adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Komponen sumber belajar itu meliputi pesan, orang, bahan, peralatan, teknik, dan lingkungan/latar.

Sumber belajar menurut Siregar Eveline & Hartini Nara (2002: 127) adalah segala sesuatu yang digunakan untuk fasilitas dalam belajar, artiya sumber belajar dapat berwujud apa saja baik pesan, manusia, material atau bahan, peralatan, lingkungan, dan lain sebagainya. Melalui berbagai wujud fasilitas tersebut diharapkan dapat memudahkan proses belajar seseorang.

Pengertian lebih luas disampaikan oleh Kokom Komalasari (2010: 108) yang menyebutkan bahwa alam semesta merupakan sumber belajar bagi manusia. Dengan demikian seluruhnya yang ada di alam semesta ini merupakan sumber belajar yang dapat digunakan oleh setiap individu. Melalui pengertian tersebut dapat dipahami bahwa sumber belajar tidak hanya terbatas pada fasilitas-fasilitas tertentu yang dapat digunakan untuk belajar, akan tetapi setiap yang ada di alam semesta ini dapat menjadi sumber belajar.

Menurut Abdul Majid (2008: 170) sumber belajar merupakan segala informasi yang disajikan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Pengertian tersebut memusatkan pengertian bahwa media merupakan salah satu bentuk perantara sumber belajar yang digunakan untuk membantu proses belajar dari siswa itu sendiri. Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa media dapat dijadikan perantara sumber belajar.

Wina sanjaya (2006: 174) menyebutkan pengertian sumber belajar sebagai segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk mempelajari bahan dan pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Artinya dalam hal ini penggunaan sumber belajar diharapkan mempermudah siswa dalam mencapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri.

Beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sumber belajar merupakan segala sesuatu di alam semesta ini yang mampu dimanfaatkan untuk membantu siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Informasi yang akan disampaikan melalui sumber belajar disajikan dalam bentuk media sehingga lebih memudahkan proses belajar siswa. Melalui pengertian tersebut dapat dipahami bahwa media merupakan salah satu bagian dari sumber belajar.

Pengelompokan Sumber Belajar

Sumber belajar menurut Andi Prastowo (2012: 34-37) dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

1) Sumber belajar menurut tujuan pembuatan dan bentuk/isinya

Menurut tujuannya AECT (Association of Educational Communication and Technology) membagi sumber belajar menjadi dua, yaitu sumber belajar yang dirancang dan sumber belajar yang dimanfaatkan. Sumber belajar yang dirancang merupakan sumber belajar yang sengaja direncanakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran, contohnya buku paket, LKS, modul, dan lain sebagainya.

Sumber belajar yang dimanfaatkan merupakan semua yang ada disekitar kita dan dapat dimanfaatkan untuk belajar misalnya pasar, museum, kebun binatang, masjid, dan lain sebagainya. Sementara menurut bentuk/isinya sumber belajar dibedakan menjadi lima, yaitu: tempat atau lingkungan alam sekitar; benda; orang; buku; peristiwa; dan fakta yang terjadi.

2) Sumber belajar menurut jenisnya

Menurut jenisnya sumber belajar dikelompokkan menjadi enam jenis, yaitu:

  • Pesan, yaitu segala sesuatu yang diteruskan dari sumber lain dalam bentuk ide, data, fakta, arti, dan lain sebagainya. Contohnya isi buku, isi program slide, serta informasi dalam media elektronik (CD-ROM, DVD, flash disk, komputer maupun internet)
  • Manusia, yaitu orang yang menyiapkan, mengolah, dan menyajikan informasi. Misalnya guru, pustakawan, isntruktur, dan lain sebagainya.
  • Bahan, biasa disebut sebagai perangkat lunak yaitu sesuatu yang mengandung pesan untuk disajikan. Contohnya majalah, buku, dan film bingkai.
  • Peralatan, atau disebut perangkat keras adalah segala sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan pesan yang ada di dalam software. Misal berbagai jenis proyektor dan hardware komputer
  • Tehnik atau metode, yakni prosedur yang dipersiapkan untuk menggunakan bahan, peralatan, dan lingkungan guna menyampaikan pesan. Contohnya kuliah, ceramah, maupun diskusi.
  • Lingkungan, merupakan penerima lingkungan pesan baik fisik maupun non fisik. Misalnya gedung, halaman, ventilasi udara, penerangan, dan suhu ruangan.

Berdasarkan pengelompokan di atas, e-learning yang dikembangkan termasuk ke dalam kelompok sumber belajar yang dirancang menurut tujuan pembuatannya, karena e-learning ini sengaja dirancang untuk digunakan sebagai sumber belajar. Menurut jenisnya e- learning yang dikembangkan termasuk dalam jenis pesan, karena merupakan terusan dari sumber lain yaitu informasi dalam media elektronik.

Pemilihan Sumber Belajar

Kriteria pemilihan sumber belajar diadopsi dari kriteria pemilihan media yang baik, karena pada dasarnya media merupakan bagian dari sumber belajar itu sendiri. Media yang baik perlu diuji kesahihan dan keandalannya melalui serangkaian kegiatan validasi yang terdiri dari validasi materi dan validasi media. Kriteria materi yang baik dalam media menurut Rudi Susilana & Cepi Riyana (2008: 33) adalah: pertama, sahih atau valid yang artinya materi harus teruji kebenarannya serta aktual sehingga tidak ketinggalan jaman. Kedua, tingkat kepentingan (significant) yang maksudnya dalam memilih materi tersebut perlu mempertimbangkan sejauh mana materi tersebut penting dilihat dari subjek, waktu dan tempatnya. Ketiga, kebermanfaatannya (utility) yang artinya materi harus dapat meningkatkan kemampuan siswa (akademis) dan menjadi bekal berupa life skiil (non akademis). Keempat, learnability yang artinya sebuah materi harus dimungkinkan untuk dipelajari. Kelima, menarik minat (interest), materi yang dipilih hendaknya menarik minat dan dapat memotivasi siswa untuk mempelajarinya lebih lanjut.

E-learning merupakan media hasil teknologi komputer berupa perangkat lunak, berikut kriteria dalam mereview perangkat lunak yang baik dari Walker & Hess (Azhar Arsyad, 2011: 175-176) yaitu:

  • Kualitas isi dan tujuan yang meliputi: ketepatan, kepentingan, kelengkapan, keseimbangan, minat/perhatian, keadilan, dan kesesuaian dengan situasi siswa.
  • Kualitas instruksional yang meliputi: memberikan kesempatan belajar, bantuan untuk belajar, kualitas memotivasi, fleksibilitas instruksionalnya, hubungan dengan program pembelajaran lainnya, kualitas tes dan penilaiannya, memberi dampak pada siswa, serta membawa dampak bagi guru dan pembelajarannya.
  • Kualitas teknis yaitu: keterbacaan, mudah digunakan, kualitas tampilan, kualitas penanganan jawaban, kualitas pengelolaan programnya, serta kualitas pendokumentasiannya.

Manfaat Sumber Belajar

Berikut manfaat sumber belajar menurut Eveline Siregar & Hartini Nara (2011: 128-129):

Pertama, memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dan langsung misalnya dengan darmawisata mengunjungi pabrik-pabrik atau pelabuhan.

Kedua, menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan, dikunjungi, atau dilihat secara langsung misalnya model, denah, foto, film, dan lain-lain.

Ketiga, menambah dan memperluas cakrawala sains yang ada di dalam kelas misalnya buku teks, foto film, narasumber, dan lain-lain.

Keempat, memberikan informasi yang akurat dan terbaru misalnya buku teks, bacaan, majalah, dan lain-lain.

Kelima, membantu memecahkan masalah pendidikan baik dalam lingkup makro maupun mikro misalnya penggunaan modul, OHP, film, dan lain-lain.

Keenam, menjadi salah satu motivasi positif lebih-lebih bila diatur dan dirancang dengan tepat.

Ketujuh, merangsang untuk lebih berpikir kritis, bersikap lebih positif, dan berkembang lebih jauh misalnya dengan membaca buku bacaan, buku teks, maupun film dapat merangsang pengguna untuk berpikir, menganalisa, dan berkembang lebih lanjut.

 

 

Tags: , , , , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *