Hasil Belajar dan Upaya Meningkatkan Hasil Belajar
a. Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan tujuan yang akan dicapai dari suatu kegiatan pembelajaran. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Peserta didik yang berhasil dalam belajar adalah peserta didik yang berhasil menguasai kompetensi yang diharapkan. Parta (2011) berpendapat sama bahwa hasil belajar yang dicapai peserta didik dapat dikelompokkan dalam tiga katagori, yaitu domain kognitif, afektif, dan psikomotor. Secara lebih terperinci dapat dijelaskan sebagai berikut.
- Domain kognitif terdiri dari: pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), aplikasi atau penggunaan prinsip atau metode pada situasi yang baru, analisis, sintesis dan evaluasi.
- Domain kemampuan sikap (affective) terdiri dari menerima atau memperhatikan, merespons, penghargaan, mengorganisasikan dan mempribadi (mewatak).
- Domain Psikomotorik terdiri dari: menirukan, manipulasi, keseksamaan (precision), artikulasi (articulation) dan naturalisasi.
Pendapat di atas senada dengan pendapat Benyamin S. Bloom bahwa tiga ranah (domain) hasil belajar adalah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa ranah kognitif (berpikir) berkenaan dengan hasil belajar intelektual (olah pikir) dari sederhana sampai yang kompleks. Bloom mengklasifikasikan tujuan kognitif dalam enam jenjang, yaitu pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), aplikasi (apply), analisis (analysis), sintesis (synthesis), dan evaluasi (evaluation). Dijelaskan juga bahwa pada tahun 2001 Lorin Anderson dan Krathwohl merevisi enam jenjang tujuan kognitif tersebut menjadi kemampuan mengingat (remember), memahami (understand), menerapkan (apply), menganalisis (analyze), mengevaluasi (evaluate), dan berkreasi (create), yang selanjutnya lebih dikenal dengan revisi taksonomi Bloom.
Hasil belajar adalah hasil dari siswa setelah melakukan serangkaian kegiatan belajar yang kemudian dievaluasi dengan ujian. Yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa berupa nilai.
Menurut Sudirman (2014:46) Hasil belajar adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar.
Menurut Sudjana (2001:22) mengemukakan bahwa hasil belajar adalah:
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Dengan mengetahui prestasi belajar siswa, seorang guru dapat menentukan kedudukannya dalam kelas, apakah siswa tersebut termasuk kedalam kategori siswa yang pandai, sedang atau kurang.
Sedangkan menurut Eko Putro Widoyoko (2009:1), mengemukakan bahwa hasil belajar terkait dengan pengukuran, kemudian akan terjadi suatu penelitian dan menuju evaluasi baik menggunakan tes maupun non-tes. Pengukuran, penilaian dan evaluasi bersifat hirarki. Evaluasi didahului dengan penilaian (Asessment), sedangkan penilaian didahului dengan pengukuran.
Berdasarkan pengertian hasil belajar diatas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Kemampuan-kemampuan tersebut mencakup ranah afektif, kognitif dan psikomotorik. Hasil belajar dapat dilihat melalui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pendidikan yang akan menunjukan tingkat kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.
b. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta didik
Jika pada prinsip belajar antara lain belajar harus menjangkau banyak segi, baik segi penerapan konsep, pemahaman konsep, menjabarkan dan menarik kesimpulan serta menilai kemanfaatan konsep, hasil belajar diperoleh berkat pengalaman melakukan suatu kegiatan dan belajar merupakan suatu kegiatan yang mempunyai tujuan yang sepatutnya dirasakan dan dimiliki oleh setiap Peserta didik maka dalam kegiatan belajar Peserta didik harus memenuhi prinsip-prinsip belajar tersebut dengan cara misalkan menggunakan metode dan media yang menarik yang sesuai dengan materi dan keadaan Peserta didik, yang dapat merangsang Peserta didik untuk belajar dengan aktif tanpa paksaan dan tanpa merasakan kejenuhan saat belajar, sehingga belajar seperti terasa bermain, dan setiap Peserta didik dapat ikut serta secara aktif belajar didalamnya.
Terlebih lagi pada pembelajaran kelas awal, pada kelas awal penanaman konsep harus benar-benar dipehatikan, karena sangat mempengaruhi pada pemahaman-upemahaman pada jenjang berikutnya, sehingga tidak terjadi kesalahan pada masa berikutnya berakibat fatal.
Pembelajaran pada kelas awal khususnya pada kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar, sebaiknya juga mengikuti keadaan Peserta didiknya. Jean Piaget mengemukakan belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan objek fisik, ditunjang oleh interaksi dengan temannya dan dibantu oleh pndidik. Pendidik hendaknya memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif mencari dan menerima berbagai hal dari lingkungan.
c. Unsur-unsur Hasil belajar
Arikunto (2003:17) mengemukakan juga bahwa ada tiga ranah atau domain besar, yang terletak pada tingkatan kedua yang selanjutnya disebut taksonomi yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor.
Dalam sumber yang sama, Arikunto (2003:17) menjabarkan kata operasional dalam tiga ranah atau domain besar sebagai berikut:
1. Cognitive Domain
- Pengetahuan
- Pemahaman
- Aplikasi
- Analisis
- Sintesis
- Evaluasi
2. Affective Domain
- Receiving Menanya, memilih, mendeskripsikan, mengikuti, memberikan, mengidentifikasi, menyebutkan, menunjuk, dan menjawab.
- Responding Menjawab, membantu, mendiskusikan, menghormati, melakukan, membaca, memberikan, menghafal, melaporkan, memilih menceritakan, dan menulis.
- Valuing Melengkapi, menggambarkan, membedakan, menerangkan, mengikuti, membentuk, mengundang, menggabungkan, mengusulkan, membaca, melaporkan, bekerjasama, mengambil bagian.
- Organization Mengubah, mengatur, menggabungkan, membandingkan, melengkapi, mengidentifikasikan, menerangkan, mempertahankan, menggeneralisasikan, mengintegrasikan.
- Characterization By Value Or Value Compleks Membedakan, mempengaruhi, menerapkan, mengusulkan, memperagakan, , mendengarkan, dan memodifikasikan.
3. Psycomotor Domain
- Mascular or motor skills. Mempertontonkan gerak, menunjukkan hasil, melompat, menggerakan
- Manipulation of material or object Mereparasi, menyusun, membersihkan, menggeser, memindahkan
- Neuromuscular coordination Mengamati, menerapkan, memadukan, menghubungkan, menarik, menggunakan.
Sedangkan menurut Sudjana (2008:22) menyatakan bahwa:
dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kulikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar seluruh kecakapan yang mencakup ranak kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor yang diperoleh melalui proses belajar mengajar di sekolah dinyatakan dengan angka dan diukur dengan menggunakan tes hasil belajar dan pengamatan guru.
d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Menurut Shabri (2005), hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor dari lingkungan dan faktor yang datang dari diri siswa. Faktor yang datang dari diri siswa seperti kemampuan belajar (intelegensi), motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, faktor fisik dan psikis.
Aini (2001) berpendapat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa diklasifikasikan menjadi dua, yaitu faktor dari luar diri siswa dan faktor dari diri siswa. Faktor pada diri siswa ini diantaranya faktor emosi dan mood. Siswa yang mengalami hambatan pemenuhan kebutuhan emosi, maka ia dapat mengalami “kecemasan” sebagai gejala utama yang dirasakan.
Sedangkan menurut Clark (dalam Shabri, 2005) mengemukakan bahwa:
Hasil belajar siswa disekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30% dipengaruhi oleh lingkungan. Artinya, selain faktor dari dalam diri siswa sendiri, masih ada faktor-faktor di luar dirinya yang dapat menentukan atau mempengaruhi hasil belajar yang dicapai. Salah satu lingkungan belajar yang paling dominan mempengaruhi hasil belajar di sekolah ialah kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran juga dipengaruhi oleh karakteristik kelas. Variabel karakteristik kelas antara lain:
- Ukuran kelas (Class size). Artinya, banyak sedikitnya jumlah siswa yang belajar. Ukuran yang biasanya digunakan adalah 1:40, artinya, seorang guru melayani 40 orang siswa. Diduga makin besar jumlah siswa yang harus dilayani guru dalam satu kelas maka makin rendah kualitas pengajarannya, demikian pula sebaliknya.
- Suasana belajar. Suasana belajar yang demokratis akan memberi peluang mencapai hasil belajar yang optimal, dibandingkan dengan suasana yang kaku, disiplin yang ketat dengan otoritas yang ada pada guru. Dalam suasana belajar yang demokratis ada kebebasan siswa belajar, mengajukan pendapat, berdialog dengan teman sekelas, dan lain-lain.
- Fasilitas dan sumber belajar yang tersedia. Kelas harus diusahakan ebagai laboratorium belajar bagi siswa. Artinya, kelas harus menyediakan sumber-sumber belajar seperti buku pelajaran, alat peraga, dan lain-lain.
Dari informasi di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa factor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu:
- Faktor pada diri siswa diantaranya intelegensi, kecemasan (emosi), motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, dan faktor fisik dan psikis.
- Faktor dliuar diri siswa, seperti ukuran kelas, suasana belajar (termasuk di dalamnya guru), fasilitsa, dan sumber belajar yang tersedia.
Sumber Bacaan
Shabri, H. A. (2005). Strategi belajar mengajar micro teaching. Jakarta: Quantum Teaching.
Nana Sudjana (2008). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Arikunto, Suharsimi, Dasar- Dasar Evaluasi Pendidikan,Jakarta , Bumi Aksara 2003
Tags: Belajar, Faktor Hasil Belajar, Hasil Belajar, Hasil belajar ditentukan dengan evaluasi, Kegiatan Belajar, Mempengaruhi Hasil Belajar, Meningkatkan Hasil Belajar
