Pengertian Nilai Para Ahli
William mengemukakan bahwa nilai merupakan “what is desirable, good or bad, beautiful or ugly” Sedangkan pengertian nilai menurut Light, Keller & Calhoun memberikan batasan nilai sebagai berikut “Value is general idea that people share about what is good or bad, desirable or undesirable. Value transcend ony one particular situation. …Value people hold tend to color their overall way of life”.
Sedangkan pengertian Nilai adalah sifat-sifatataupun hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan.16 Menurut Copp, nilai adalah standar yang dipegang oleh seseorang dan dijadikan dasar untuk membuat pilihan hidup. Sedangkan menurut Djahiri, nilai adalah harga, makna, isi dan pesan, semangat atau jiwa yang tersurat dan tersirat dalam fakta, konsep dan teori sehingga bermakna secara fungsional. Nilai menjadi pengarah, pengendali dan penentu prilaku seseorang. Beberapa nilai yang dapat menjadi pedoman hidup setiap individu. Nilai agama, adat atau nilai kehidupan yang berlaku umum yang menurut prayitno antara lain adalah kasih sayang, kejujuranm disiplin, tanggung jawab dan penghargaan. Nilai yang dimaksud disini adalah usaha pendidikan yang dapat mempertinggi kemampuan, prestasi, dan pembentukan watak bermanfaat dan berharga dalam praktik kehidupan sehari-hari menurut tinjauan keagamaan atau dengan kata lain sejalan dan sejajar dengan pandangan dan ajaran agama.
Nilai adalah suatu bangunan yang penting dalam kebajikan setiap cabang ilmu sosial, seperti dalam bidang ekonomi, filsafat, teologi, pendidikan, dan penyuluhan. Nilai melibatkan penilaian secara umum hal ini disetujui oleh para ahli sosial, bahwa nilai itu lebih abstrak
Sementara itu, pengertian nilai menurut Fraenkel dalam Kartawisata adalah standar tingkah laku, keindahan, keadilan, kebenaran, dan efensiensi yang mengikat manusia dan sepatutnya dijalankan dan dipertahankan. Pengertian ini menunjukkan bahwa hubungan antara subjek dengan objek memiliki arti yang penting dalam kehidupan subjek. Sebagai contoh, segenggam garam dimasyarakat dayak lebih berarti dari pada segumpal emas, karena garam sangat berarti dalam hidup dan matinya orang dayak, sedangkan bagi masyarakat Yogyakarta sekarung garam tidak ada artinya bila dibandingkan dengan satu ons emas, karena emas memiliki arti yang lebih penting dalam kehidupan orang kota.
Sidi Gazalba mengartikan nilai adalah sesuatu yang bersifat abstrak, dan ideal. Nilai bukan berada konkret, bukan fakta, tidak hanya sekedar soal penghayatan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki, yang disenangi dan tidak disenangi. Nilai itu terletak pada hubungan subjek penilai dengan objek. Garam, emas, Tuhan itu tidak bernilai bila tidak ada subjek untuk menilai. Garam itu menjadi berarti setelah ada orang yang membutuhkan, emas itu menjadi berharga setelah ada orang yang mencari perhiasan, dan Tuhan itu menjadi lebih berarti setelah adan makhluk yang membutuhkan, pada saat ia sendirian, maka Tuhan hanya berarti bagi dirinya. Tetapi nilai juga terletak pada barang (objek) itu. Nilai ke-Tuhanan karena dalam zat Tuhan terdapat sesuatu yang sangat berharga bagi manusia, dan dalam logam emas terdapat zat yang tidak lapuk, antikarat dan jenis-jenis keindahan lainnya yang sangat berharga bagi manusia.
Nilai bukan saja dijadikan rujukan untuk seseorang dalam bersikap dan berbuat di masyarakat, akan tetapi nilai dijadikan pula sebagai ukuran benar atau tidaknya suatu perbuatan dalam masyarakat itu sendiri. Apabila ada suatu fenomena sosial yang bertentangan dengan sistem nilai yang dianut masyarakat, maka perbuatan tersebut dinyatakan bertentangan dengan sistem nilai yang dianut oleh masyarakat, dan akan mendapatkan penolakan dari masyarakat tersebut.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa nilai merupakan sesuatu yang diyakini kebenarannya dan dianut serta dijadikan acuan dasar individu dan masyarakat dalam menentukan sesuatu yang dipandang baik, benar, bernilai dan berharga. Nilai merupakan bagian dari kepribadian individu yang berpengaruh terhadap pemilihan cara maupun tujuan tindakan dari beberapa alternatif serta mengarahkan manusia kepada tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai merupakan daya pendorong dalam hidup, yang memberi makna dan pengabsahan pada tindakan seseorang. Oleh karena itu, nilai dapat mewarnai setiap individu, kelompok dan kepribadian bangsa.
Nilai-nilai agamaIslam memuat aturan-aturan Allah, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam secara keseluruhan Menurut Toto Suryana manusia akan mengalami ketidak-nyamanan, ketidak-harmonisan, ketidak-tentraman, ataupun mengalami permasalahan dalam hidupnya, jika dalam menjalin hubungan-hubungan tersebut terjadi ketimpangan atau tidak mengikuti ajaran-ajaran agama yang ditetapkan oleh Allah. (19)
Gordon Allport, mendefinisikan nilai adalah keyakinan yang membuat seseorang bertindak atas dasar pilihannya. Bagi Allport, nilai terjadi pada wilayah psikologis yang disebut keyakinan. Seperti ahli psikologi pada umumnya, keyakinan ditempatkan sebagai wilayah psikologis yang lebih tinggi dari wilayah lainnya seperti hasrat, motif, sikap, keinginan, dan kebutuhan. Karena itu, keputusan benar-salah, baik-buruk, indah-tidak indah, pada wilayah ini merupakan hasil dari rentetan psikologis yang kemudian mengarahkan individu pada tindakan dan perbuatan yang sesuai dengan nilai pilihannya.
Jadi internalisasi nilai-nilai adalah sebuah proses atau cara menanamkan nilai-nilai normatif yang menentukan tingkah laku yang diinginkan bagi suatu sistem yang mendidik sesuai dengan tuntunan Islam menuju terbentuknya kepribadian muslim yang berakhlak mulia.
Tags: pengertian nilai menurut light keller, pengertian nilai menurut para ahli, pengertian nilai menurut william, pengertian nilai religius
