Pembelajaran Kooperatif
a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan suatu metode pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok setiap anggota saling bekerja dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pembelajaran.
Pada dasarnya cooperatif learning mengandung pengertian sebagai suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih dimana keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri (Etin Solihatin, Raharjo, 2007:4). Nur Asma (2006:12) mengatakan bahwa:
“Belajar kooperatif mendasarkan pada suatu ide bahwa siswa bekerja sama dalam belajar kelompok dan sekaligus masing-masing bertanggung jawab pada aktivitas belajar anggota kelompoknya, sehingga seluruh anggota kelompok dapat menguasai materi pelajaran dengan baik”.
Dari pandangan beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih di Pembelajaran Kooperatif mana keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri.
b. Metode Pembelajaran Kooperatif
Sekolah adalah salah satu arena persaingan. Mulai dari awal masa pendidikan formal, seorang anak belajar dalam suasana kompetisi dan harus berjuang keras memenangkan kompetisi untuk bisa naik kelas atau lulus. Sebenarnya kompetisi bukanlah satu-satunya metode pembelajaran yang bisa dan harus dipakai. Menurut Anita Lie (2005: 23) ada tiga pilihan metode, yaitu kompetisi, individual, dan cooperative learning.
Metode pembelajaran cooperative learning merupakan sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstuktur disebut sebagai sistem “pembelajaran gotong royong”. Dalam sistem ini, guru bertindak sebagai fasilitator. Metode pembelajaran cooperative learning tidak sama dengan sekadar belajar dalam kelompok. Ada unsur-unsur dasar pembelajaran cooperative learning yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan prosedur model cooperative learning dengan benar akan memungkinkan pendidik mengelola kelas dengan lebih efektif.
Dari pandangan di atas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah kerangka konseptual atau prosedural dari suatu proses, dalam proses tersebut di dalamnya terdapat komponen pengoperasionalan pendekatan, strategi, dan metode antara lain kegiatan guru dapat membuat siswa aktif yang menekankan pada penyediaan sumber belajar agar dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efesien.
Dalam Rusman (2016: 202), pembelajaran kooperatif adalah bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen (beragam). Begitu pula dalam Sanjaya (2016: 239) yang menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif diselenggarakan dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Belajar kooperatif menuntut adanya modifikasi tujuan pembelajaran dari sekedar penyampaian informasi (transfer of information) menjadi konstruksi pengetahuan (construction of knowledge) oleh individu mahasiswa melalui belajar kelompok. Cooperative Learning diartikan sebagai suatu kelompok kecil yang terdiri dari peserta didik yang heterogen, yang bekerja sama untuk membantu ssatu sama lain dalam belajar (Haryanto & Khoiruddin, 2014: 2) Model kooperatif menurut Roger dan David Johnson dalam Lie mengandung prinsip-prinsip yaitu ketergantungan positif (keberhasilan tergantung kinerja masing-masing anggota kelompok), tanggung jawab perseorangan, interaksi tatap muka (kesempatan saling berdiskusi), partisipasi aktif dan komunikasi, serta evaluasi proses kelompok (Rusman, 2016: 202). Beberapa model pembelajaran kooperatif ialah Student Teams Aachievement Divisiion (STAD), Team Game Tournament (TGT), Numbered Head Together (NHT), Team Assisted Individualization (TAI), dan Jigsaw.
Tags: Cooperative Learning, Individual Learning, Kompetisi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Metode Pembelajaran Kooperatif, Pengertian Pembelajaran Kooperatif, Teori Pembelajaran Kooperatif
