Pengertian Buku Digital atau Electronic Book (E-Book)

Buku Digital atau Electronic Book (E-Book)

Secara global perkembangan buku elektronik (e-book) telah meningkat secara pesat. Penggunaan e-book akan terus berlanjut dan berkembang, perkembangan tersebut didukung oleh perangkat yang bisa mengadopsi e-reader seperti Amazon kindle, Apple Ipad, dan smartphones. Tentu saja kemunculan e-book menantang cara membaca tradisional berupa buku cetak. Bagaimanapun juga ide dari penggunaan e-book tidak dimaksudkan untuk menggantikan buku cetak, namun e-book didesain untuk memfasilitasi proses membaca, membuatnya lebih nyaman dan dapat digunakan dimana-mana (Folb et al, 2011, dalam Hsiao Chun-Hua et al, 2014). Nilai tambah lainnya, pengajar memiliki lebih dari satu pilihan alat mengajar untuk menginspirasi murid (Shamir dan Shalafer, 2011). E-book diharapkan lebih umum digunakan dalam pendidikan tinggi karena ulasan keuntungan mereka, termasuk aksesibilitas yang luas, interaktivitas, peningkatan visualisasi dan menghubungkan secara dinamis dengan bahan ajar tambahan (Nicholas et al, 2010, dalam Hsiao Chun-Hua et al, 2014).

E-Book adalah salah satu teknologi lain yang menggunakan komputer, gadget seperti tablet dan smartphones untuk membuka buku secara digital. Pada umumnya e-book merupakan multimedia dalam bentuk yang ringkas dan praktis. E-Book mampu menampilkan suara dan gambar animasi, sehingga pengalaman mendapatkan informasi menjadi lebih kaya jika dibandingkan dengan buku cetak. Inilah yang menjadikan e-book mulai diminati.

Menurut Gessner (1996) dalam Andi Murniati (2012), terdapat beberapa keuntungan publikasi dalam bentuk elektronik seperti buku elekronik, yaitu hemat dalam biaya produksi (saving in production cost) dan cepat dalam penerbitan dan penyebarannya (speed-up in publication and dissemination). Hal tersebut merupakan keuntungan publikasi elektronik online dilihat dari faktor ekonomis, kecepatan dan akses.

Walaupun terdapat banyak manfaat, kemudahan dan nilai tambah dari e-book, namun perpustakaan elektronik ini belum banyak digunakan oleh pelajar terutama mahasiswa dalam kesehariannya. Keengganan mahasiswa dikarenakan banyak faktor salah satunya kurang minatnya membaca para mahasiswa, menurut hasil survei tahun 1998-2001 Riset International Association for Evaluation of Educational Achievement (IAEEA) bahwa negara Indonesia merupakan minat baca yang paling rendah di ASEAN (Siswati, 2010). Minimnya penggunaan e-book juga dikarenakan kurang pengetahuan dan kemampuan akan e-book itu sendiri sehingga membuat mahasiswa kurang mengerti untuk menggunakan layanan tersebut. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Liu (2005), Noyes dan Garland (2006), Nelson (2008), Woody et al (2010), dalam Hsiao Chun-Hua (2014) menyebutkan bahwa masih banyak mahasiswa yang lebih suka menggunakan buku cetak dibanding menggunakan e-book.

Electronic Book (E-Book)

Secara sederhana e-book dapat diartikan sebagai buku elektronik atau buku digital. Buku elektronik adalah versi digital dari buku yang umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang berisi teks atau gambar. E-book sendiri menjadikan teks dan gambar tersebut dalam informasi digital baik dalam format teks polos, pdf, jpeg, lit dan html. Sebenarnya, e-book merupakan bentuk mediamorfosis dari buku cetak atau konvensional. Roger Fidler mendefinisikan mediamorfosis sebagai perubahan bentuk media komunikasi, biasanya disebabkan oleh interaksi kompleks dari kebutuhan – kebutuhan penting, tekanan – tekanan kompetitis dan politis, dan inovasi- inovasi sosial serta teknologis. Esensi mediamorfosis adalah pemikiran bahwa media adalah sistem adaptif, dan kompleks. Media sebagaimana sistem – sistem lain, merespons tekanan eksternal dengan proses reorganisasi – diri yang spontan. Seperti halnya spesies hidup, media berevolusi menuju daya tahan hidup yang lebih tinggi dalam sebuah lingkungan yang selalu berubah. Fidler berpendapat bahwa media baru tidak muncul secara spontan dan independen, mereka muncul bertahap dari metamorfosis media yang lebih lama. Fidler juga berpendapat bahwa kemunculan bentuk – bentuk media komunikasi membicarakkan ciri- ciri dominan dari bentuk – bentuk sebelumnya (Severin, J.Werner dan Tankard, W. James 2005).

Saadiah (2008) dalam Yusminar (2014) mengemukakan bahwa e-book adalah versi elektronik dari sebuah buku cetak tradisional yang dapat dibaca dengan menggunakan komputer pribadi atau dengan menggunakan alat teknologi informasi lainnya. Alat baca e-book dapat merupakan aplikasi perangkat lunak untuk digunakan pada komputer misalnya Read dari microsoft yang dapat diunduh gratis atau pada telepon pintar.

Sumber Bacaan

Hsiao, Chun-Hua (2014). Explaining Undergraduates Behavior Intention of E-Tectbook Adoption. Empirical assessment of five theoretical Models. Department of Marketing. Kainan University. Taiwan

Murniati, Andi. (2012). Pemanfaatan E-Journal Dan E-Book Oleh Mahasiswa Di Lingkungan Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN. SUSK RIAU (1-24)

Siswati (2010). Minat Membaca Pada Mahasiswa (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Fakultas Psikologi UNDIP Semester I). Jurnal Psikologi Undip Vol. 8, No.2.

Shamir, A., & Shlafer, I. (2011). E-books effectiveness in promoting phonological awareness and concept about print: A comparison between children at risk for learning disabilities and typically developing kindergarteners. Computers & Education, 57(3), 1989–1997.

Severin, J. Werner dan Tankard, W. James. 2005. Teori Komunikasi: Sejarah, Metode, dan Terapan di Dalam Media Massa. Edisi Ke-5. Jakarta: Kencana. hal 459.

Yusminar (2014). E-Book Dan Pengguna Perpustakaan Perguruan Tinggi di Jakarta. Al-Maktabah Vol 13, No 1 Desember 2014 34-39

Banyak yang baca