Pemelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Pengertian Cooperative Learning

Cooperative learning atau pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang terjadi sebagai akibat dari adanya pendekatan pembelajaran yang bersifat kelompok. Pendekatan ini merupakan konsekuensi logis dari penerapan paradigma baru dalam pendidikan yang antara lain, bahwa pendidikan di masa sekarang bukanlah lagi dilihat semata-mata “mengisi air ke dalam gelas” atau sekedar mengisi otak anak dengan berbagai teori atau konsep ilmu pengetahuan, melainkan pengajaran yang bersifat “menyalakan cahaya”, yaitu mendorong, menggerakkan dan membimbing peserta didik agar mengembangkan imajinasi dan inspirasinya secara aktual. Model pembelajaran ini menempatkan guru bukan sebagai orang yang serba tahu, melainkan hanya sebagai salah satu sumber informasi, penggerak, pendorong dan pembimbing agar peserta didik dengan kemauannya sendiri dapat melakukan kegiatan pembelajaran (Nata, 2009:257).

Metode-metode Pembelajaran Kooperatif

Metode-metode pembelajaran kooperatif (Suprijono, 2009:89- 101) di antaranya sebagai berikut :

1) Jigsaw

Pembelajaran dengan metode jigsaw diawali dengan pengenalan topik yang akan dibahas oleh guru. Guru menanyakan kepada peserta didik apa yang mereka ketahui mengenai topik tersebut. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengaktifkan struktur kognitif peserta didik agar lebih siap menghadapi pelajaran. Selanjutnya guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok lebih kecil yang disebut kelompok asal kemudian guru membagikan materi kepada tiap-tiap kelompok. Sesi berikutnya membentuk kelompok ahli, yang setiap kelompok mempunyai anggota yang berasal dari masing-masing kelompok asal yang diatur sedemikian rupa, terpenting adalah di setiap kelompok ahli ada anggota dari kelompok asal yang berbeda-beda tersebut, kemudian menyuruh mereka untuk berdiskusi untuk memahami topik yang dibagikan. Setelah diskusi kelompok selesai, kemudian siswa kembali ke kelompok asal untuk mendiskusikan topik yang baru saja dibahas hal ini merupakan refleksi terhadap pengetahuan yang mereka dapatkan dari hasil diskusi di kelompok ahli.

Sebelum pembelajaran diakhiri, guru menutup pembelajaran dengan mereview terhadap topik yang dipelajari

2) Think-Pair-Share

Seperti namanya “Thinking”, Pembelajaran ini diawali dengan guru mengajukan pertanyaan atau isu terkait dengan pelajaran untuk dipikirkan peserta didik. Guru memberikan kesempatan kepada mereka untuk memikirkan jawabannya.

Selanjutnya “Pairing”, guru meminta peserta didik agar berpasang-pasangan untuk berdiskusi. Hasil diskusi tiap pasangan kemudian dibicarakan dengan pasangan seluruh kelas. Tahap ini dikenal dengan “Sharing”.

3) Numbered Heads Together

Pembelajaran ini diawali dengan Numbering, guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil, tiap orang dalam kelompok diberi nomor sesuai dengan jumlah anggota kelompok. Setelah itu guru mengajukan beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh tiap-tiap kelompok. Pada kesempatan ini tiap-tiap kelompok menyatukan kepalanya “Heads Together” berdiskusi memikirkan jawabannya.

Langkah berikutnya guru memanggil peserta didik yang memiliki nomor yang sama dari tiap-tiap kelompok, mereka diberi kesempatan memberi jawaban atas pertanyaan yang telah diterima dari guru. Hal ini dilakukan hingga semua peserta didik mendapatkan giliran memaparkan jawabannya.

4) Group Investigation

Pembelajaran dengan metode ini dimulai dengan pembagian kelompok. Kemudian guru beserta peserta didik memilih topik-topik tertentu dengan permasalahan-permasalahan yang dapat dikembangkan dari topik-topik itu. Sesudah topik beserta permasalahannya disepakati, peserta didik beserta guru menentukan metode penelitian yang dikembangkan untuk memecahkan masalah.

Setiap kelompok bekerja berdasarkan metode penelitian yang telah mereka rumuskan. Aktivitas tersebut merupakan kegiatan sistematik keilmuan mulai dari mengumpulkan data, analisis data, sintesis, hingga menarik kesimpulan. Langkah selanjutnya yaitu presentasi hasil penelitian oleh masing-masing kelompok, dan evaluasi di akhir pembelajaran.

5) Two Stay Two Stray

Pembelajaran ini diawali dengan pembagian kelompok, kemudian guru membagikan tugas berupa permasalahanpermasalahan yang harus mereka diskusikan jawabannya. Setelah diskusi kelompok selesai, dua orang dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya untuk bertamu kepada kelompok yang lain. Anggota kelompok yang tidak mendapat tugas sebagai tamu mempunyai kewajiban menerima tamu dari suatu kelompok. Tugas mereka adalah menyajikan hasil kerja kelompoknya kepada tamu tersebut. Dua orang yang bertugas sebagai tamu diwajibkan bertamu kepada semua kelompok. Setelah selesai mereka kembali ke kelompoknya asal masing-masing. Baik peserta didik yang bertugas sebagai tamu maupun menerima tamu mencocokkan dan membahas hasil kerja yang telah mereka kerjakan.

6) Make a Match

Hal yang perlu dipersiapkan jika menggunakan metode ini adalah kartu-kartu, yang terdiri dari kartu pertanyaan-pertanyaan dan kartu yang lain berisi jawaban dari pertanyaan tersebut. Langkah berikutnya guru membagi komunitas kelas menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama, merupakan kelompok pembawa kartu berisi pertanyaan. Kelompok kedua, adalah kelompok pembawa kartu berisi jawaban, dan kelompok ketiga adalah kelompok penilai. Kelompok diatur hingga posisinya membentuk huruf U. Upayakan agar kelompok pertama dan kedua saling berhadapan.

Setelah itu, guru memberikan perintah agar kelompok pertama dan kedua saling mencari pasangan yang cocok. Pasangan yang sudah terbentuk wajib menunjukkan pertanyaan-jawaban kepada kelompok penilai. Kemudian penilai membaca apakah pasangan pertanyaan-jawaban itu cocok.

Setelah selesai memberikan nilai, tahap berikutnya berpindah posisi, kelompok pertama dan kedua berpindah menjadi penialai, sedangkan kelompok penilai dipecah menjadi dua, sebagai anggota yang memegang kartu pertanyaan dan kartu jawaban kemudian melaksanakan tugas seperti yang sebelumnya.\\

7) Listening Team

Pembelajaran ini diawali dengan pemaparan materi pembelajaran oleh guru, selanjutnya guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok memiliki peran masingmasing. Misal ada 4 kelompok, kelompok pertama merupakan kelompok penanya, kelompok kedua dan ketiga adalah kelompok penjawab yang memiliki perspektif tertentu yang berbeda. Perbedaan ini diharapkan memunculkan diskusi yang aktif. Kelompok keempat adalah kelompok yang bertugas mereview dan menyimpulkan hasil diskusi pembelajaran diakhiri dengan penyampaian berbagai kata kunci atau konsep yang dikembangkan oleh peserta didik dalam berdiskusi.

8) Inside-Outside

Circle Pembelajaran ini diawali dengan pembentukan kelompok besar. Jika kelas terdiri dari 40 orang, bagilah menjadi 2 kelompok besar. Tiap kelompok besar terdiri dari 2 kelompok, lingkaran dalam terdiri dari 10 orang dan lingkaran luar 10 orang yang berdiri melingkar, kelompok dalam berdiri menghadap keluar dan lingkaran luar menghadap ke dalam, dengan demikian antara anggota lingkaran dalam dan luar saling berhadapan, kemudian guru memberikan tugas. Setelah mendiskusikan tugas, anggota lingkaran dalam diminta bergerak berlawanan arah dengan anggota kelompok lingkaran luar, sehingga membentuk pasangan baru dan pasangan ini wajib memberikan informasi berdasarkan diskusi dengan pasangan sebelumnya. Demikian seterusnya, pergerakan baru dihentikan jika anggota kelompok lingkaran luar dan dalam sebagai pasangan asal bertemu kembali.

Dipenghujung pertemuan, untuk mengakhiri pembelajaran guru memberikan ulasan maupun mengevaluasi hal-hal yang telah didiskusikan.

9) Bamboo Dancing

Pembelajaran ini diawali dengan pengenalan topik oleh guru, selanjutnya guru membagi kelas menjadi 2 kelompok besar. Jika dalam satu kelas ada 40 orang, maka tiap kelompk asal terdiri dari 20 orang, dimana 10 orang berdiri berjajar berhadapan dengan 10 orang lainnya, dengan demikian mereka saling berpasangan yang merupakan pasangan awal. Kemudian guru membagikan tugas kepada sestiap pasangan untuk dikerjakan dan memberikan waktu untuk berdiskusi.

Usai diskusi, 20 orang dari tiap-tiap kelompok besar itu bergeser mengikuti arah jarum jam. Dengan cara ini tiap peserta didik akan mendapatkan pasangan yang baru dan berbagi informasi, demikian seterusnya. Pergeseran dihentikan ketika peserta didik kembali ke pasangan awal. Hasil diskusi tiap kelompok besar kemudian dipresentasikan kepada seluruh kelas dan guru memberikan fasilitas.

10) Point-Counter-Point

Metode ini digunakan untuk mendorong peserta didik berpikir dalam berbagai perspektif. Langkah-langkahnya yaitu guru membagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok. Aturlah sedemikian rupa sehingga mereka berhadap-hadapan. Kemudian memberikan kesempatan kepada mereka untuk membahas suatu topik menggunakan argumentasi-argumentasi sesuai dengan perspektif yang dikembangkannya.

Usai tiap kelompok selesai berdiskusi secara internal, kemudian meminta mereka untuk berdebat. Yaitu dengan seorang peserta didik dari suatu kelompok menyampaikan argumentasi sesuai pandangan kelompoknya, mintalah tanggapan, bantahan atau koreksi dari kelompok lain perihal isu yang sama. Setelah selesai, guru membuat evaluasi sehingga peserta didik dapat mencari jawaban sebagai titik temu dari argumentasi-argumentasi yang telah mereka munculkan.

11) The Power of Two

Seperti metode pembelajaran kooperatif lainnya, pembelajaran dengan metode ini diawali dengan mengajukan pertanyaan. Mintalah peserta didik untuk menjawab, setelah semua menyelesaikan jawabannya, kemudian meminta peserta didik mencari pasangan. Individu yang berpasangan diwajibkan salinng menjelaskan jawaban masing-masing, kemudian menyusun jawaban baru yang disepakati bersama. Kemudian meminta kepada mereka untuk membandingkan jawaban mereka dengan jawaban pasangan lain, demikian seterusnya. Di akhir pembelajaran kemudian guru membuat rumusan rangkuman sebagai jawaban atas pertanyaan yang telah diajukan.

12) Listening Team

Langkah-langkah metode ini adalah :

a. Bagilah peserta didik menjadi 4 tim dan berilah tim-tim ini dengan tugas-tugas sebagai berikut :

TIM PERAN TUGAS
A Penanya Merumuskan pertanyaan
B Pendukung Menjawab pertanyaan yang didasarkan pada poin-poin yang disepakati (membantu dan menjelaskannya, mengapa demikian)
C Penentang Mengutarakan poin-poin yang tidak disetujui atau tidak bermanfaat dan menjelaskan mengapa demikian
D

 

Penarik Kesimpulan Menyimpulkan hasil

b. Penyaji memaparkan laporan hasil penelitiannya, setelah selesai beri waktu kepada tiap kelompok untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan perannya masing-masing.

Tags: , , , , , , , , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *