Pembelajaran Kooperatif Dengan Metode Jigsaw
Metode Jigsaw
Metode Jigsaw merupakan salah satu metode pembelajaran dalam Cooperative Learning. Cooperative Learning Tipe Jigsaw diawali dengan pengenalan topik yang akan dibahas oleh guru. Selanjutnya guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil, dan membagikan materi tekstual kepada tiap-tiap kelompok. Setiap orang dalam setiap kelompok bertanggung jawab mempelajari materi yang diterima dari guru. Sesi berikutnya membentuk expert teams (kelompok ahli) yang berasal dari kelompok asal, atur sedemikian rupa yang terpenting adalah setiap kelompok ahli ada anggota dari kelompok asal yang berbeda-beda, kemudian memberikan kesempatan kepada mereka berdiskusi. Setelah diskusi selesai, selanjutnya mereka kembali ke kelompok asal dan memberikan mereka kesempatan untuk berdiskusi, kegiatan ini merupakan refleksi terhadap pengetahuan yang telah mereka dapatkan dari hasil berdiskusi di kelompok ahli (Suprijono, 2009:89).
Ciri-Ciri Cooperative Learning tipe Jigsaw
Disebutkan Kisworo dalam Permatasari (2010 :8-9), ciri-ciri model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah :
- Belajar bersama dengan teman
- Selama proses belajar terjadi tatap muka antar teman
- Saling mendengarkan pendapat di antara anggota kelompok
- Belajar dari teman yang berbeda kelompok
- Belajar dalam kelompok kecil
- Produktif berbicara atau saling mengemukakan pendapat
- Keputusan tergantung pada siswa sendiri
- Siswa aktif
Langkah Proses Cooperative Learning tipe Jigsaw
Langkah-langkah pembelajaran Cooperative learning Tipe Jigsaw sesuai dengan namanya, teknis penerapan tipe pembelajaran ini maju mundur seperti gergaji. Menurut Arends (1997), langkahlangkah penerapan model pembelajaran Jigsaw, yaitu:
a) Persiapan
- Melakukan Pembelajaran Pendahuluan Guru dapat menjabarkan isi topik secara umum, memotivasi siswa dan menjelaskan tujuan dipelajarinya topik tersebut.
- Materi Materi pembelajaran kooperatif model jigsaw dibagi menjadi beberapa bagian pembelajaran tergantung pada banyak anggota dalam setiap kelompok serta banyaknya konsep materi pembelajaran yang ingin dicapai dan yang akan dipelajari oleh siswa.
- Membagi Siswa Ke Dalam Kelompok Asal Dan Ahli Kelompok dalam pembelajarn kooperatif model jigsaw beranggotakan 3-5 orang yang heterogen baik dari kemampuan akademis, jenis kelamin, maupun latar belakang sosialnya.
- Menentukan Skor Awal Skor awal merupakan skor rata-rata siswa secara individu pada kuis sebelumnya atau nilai akhir siswa secara individual.
b) Rencana Kegiatan
- Setiap kelompok membaca dan mendiskusikan sub topik masing-masing dan menetapkan anggota ahli yang akan bergabung dalam kelompok ahli.
- Anggota ahli dari masing-masing kelompok berkumpul dan mengintegrasikan semua sub topik yang telah dibagikan sesuai dengan banyaknya kelompok.
- Siswa ahli kembali ke kelompok masing-masing untuk menjelaskan topik yang didiskusikannya.
- Siswa mengerjakan tes individual atau kelompok yang mencakup semua topik.
- Pemberian penghargaan kelompok berupa skor individu dan skor kelompok atau menghargai prestasi kelompok.
c) Sistem Evaluasi
Dalam evaluasi ada tiga cara yang dapat dilakukan:
- Mengerjakan kuis individual yang mencaukup semua topik
- Membuat laporan mandiri atau kelompok
- Presentasi
Kelebihan dan Kekurangan Cooperative Learning tipe Jigsaw
a) Kelebihan
Bila dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional, model pembelajaran Jigsaw memiliki beberapa kelebihan yaitu:
- Mempermudah pekerjaan guru dalam mengajar, karena sudah ada kelompok ahli yang bertugas menjelaskan materi kepada rekan-rekannya.
- Pemerataan penguasaan materi dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat.
- Metode pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk lebih aktif dalam berbicara dan berpendapat.
2) Kekurangan
Dalam penerapannya sering dijumpai beberapa permasalahan yaitu :
- Siswa yang aktif akan lebih mendominasi diskusi, dan cenderung mengontrol jalannya diskusi.
- Siswa yang memiliki kemampuan membaca dan berfpikir rendah akan mengalami kesulitan untuk menjelaskan materi apabila ditunjuk sebagai tenaga ahli.
- Siswa yang cerdas cenderung merasa bosan.
- Siswa yang tidak terbiasa berkompetisi akan kesulitan untuk mengikuti proses pembelajaran.
Tags: Ciri-Ciri Cooperative Learning, Ciri-Ciri Learning Tipe Jigsaw, Kekurangan Cooperative Learning, Kelebihan Cooperative Learning, Kelebihan Jigsaw, Langkah Proses Cooperative Learning, Langkah Proses Jigsaw, Learning Jigsaw
