Program Pendidikan Full Day School dan Non Full Day School

Definisi Full Day School 

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan peserta didik. Karena dengan melaksanakan pendidikan maka seseorang akan mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan yang akan berguna baginya dimasa yang akan datang. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan pada hakekatnya tidak sekedar mengarah pada hasil pendidikan akan tetapi juga pada proses pelaksanaan pendidikan, proses disini termasuk model kurikulum yang diterapkan. Berkenaan dengan penerapan kurikulum, sistem full day school merupakan salah satu bentuk model pendidikan yang sangat mendukung untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurut (Peter Salim, 1988) etimologi kata full day school berasal dari bahasa inggris. Full mengandung arti penuh, dan day artinya hari. Jika digabung, akan mengandung arti sehari penuh. Sedangkan school mempunyai arti sekolah. Full day school adalah sebuah sistem pembelajaran yang dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan sehari penuh dengan memadukan sistem pembelajaran secara intensif yaitu dengan memberikan tambahan waktu khusus untuk pendalaman selama lima hari dan sabtu di isi dengan relaksasi atau kreativitas.(Alirsyad, 2013).

a. Dampak Positif Sekolah Full Day School

Full day school merupakan program pendidikan yang seluruh aktivitas berada di sekolah (sekolah sepanjang hari) dengan ciri integrated activity dan integrated curriculum. Dengan pendekatan ini maka seluruh program dan aktivitas anak di sekolah mulai dari belajar, bermain, makan dan ibadah dikemas dalam suatu sistem pendidikan. Dengan sistem ini pula diharapkan mampu memberikan nilai-nilai kehidupan yang islami pada anak didik secara utuh dan terintegrasi dalam tujuan pendidikan. konsep pendidikan yang dijalankan sebenarnya adalah konsep effective school, yakni bagaimana menciptakan lingkungan yang efektif bagi anak didik. Sebagai konsekuensinya, anak–anak didik diberi waktu lebih banyak di lingkungan sekolah.(Antologi, 2013).

b. Dampak Negative Sekolah Full Day School

Sekolah full day memiliki beberapa kekurangan karena sekolah tersebut menerapkan kurang lebih 9 jam belajar dalam sehari, yakni mulai dari jam 07.00 WIB sampai dengan jam 16.00 WIB. Hal ini berarti siswa lebih lama tinggal di sekolah dan mengurangi waktu mereka untuk bermain dan menyosialisasikan pribadi mereka dengan teman-teman atau orang-orang di sekitar rumahnya. Kondisi seperti ini sering kali menyebabkan siswa menjadi kurang terlatih jiwa sosialnya terhadap lingkungan rumahnya, karena teman yang dimilikinya hanyalah teman di sekolah. Selain itu, mereka kurang tanggap terhadap lingkungan. (Fatimah,2011)
Dari beberapa pengamatan di berbagai tempat, perbedaan alokasi waktu pada siswa di sekolah full day dan non full day (sekolah negeri) tentunya dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Anak yang sekolah di sistem full day memiliki waktu siswa juga diperkirakan mengalami penurunan status gizi disebabkan oleh padatnya aktivitas harian dan kurangnya pemantauan pola makan anak dari orang tua. Hal ini diperkirakan dapat mempengaruhi prestasi belajar di sekolah.

Definisi Non Full Day  School ( regular )

Sekolah adalah lembaga dengan organisasi yang tersusun rapi dan segala aktifitasnya direncanakan dengan sengaja yang disebut kurikulum, (Ahmadi, 1991). Sekolah atau lembaga pendidikan formal merupakan sebuah ikatan yang berlangsung lama dengan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan secara berencana dan sistematik. Ikatan ini juga di kalangan individu-individu yang menghadapi masalah dalam mendewasakan anak-anak agar mampu bersendiri di masyarakat.

a. Dampak Positif Non Full Day School

Penelitian Coover dan Murphy (2000) menunjukkan bahwa semakin tinggi konsep diri dan perencanaan diri, maka semaki positif gambaran diri seseorang dan cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik. penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengenalan akan diri sendiri berkembang melalui interaksi sosial dan adanya komunikasi dengan orang lain yang akan meningkatkan prestasi seseorang. Hal ini sekaligus menggambarkan faktor eksternal (salah satunya sosial) yang mempengaruhi prestasi belajar. Anak yang bersekolah di sistem non full days lebih banyak memiliki waktu untuk beristirahat dan berinteraksi dengan lingkungan luar maupun sekitar rumah.
Menurut beberapa pengamatan, anak yang bersekolah non full day memiliki waktu lebih banyak untuk melatih jiwa sosialnya (berinteraksi dengan keluarga/teman sebaya di sekitar rumah). Hal tersebut juga memungkinkan adanya kontrol pola makan dari orang tua sehingga diharapkan anak memiliki status gizi baik yang akan mempengaruhi tingkat kecerdasan dan kemampuannya dalam menangkap pelajaran menjadi lebih baik.

b. Dampak Negative Non Full Day School

Namun sekolah non full day tidak memiliki konsep program pendidikan yang sama dengan sekolah full day yaitu program pendidikan yang seluruh aktivitas berada di sekolah (sekolah sepanjang hari) dengan ciri integrated activity dan integrated curriculum. Dengan pendekatan ini maka seluruh program dan aktivitas anak di sekolah mulai dari belajar, bermain, makan dan ibadah dikemas dalam suatu sistem pendidikan.

Literasi

Ahmadi, dkk. (2001) . Ilmu Pendidikan. Rineka Cipta. Jakarta.

Tag: , , , , , , ,

Diposting oleh Dewey John


Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + 4 =