Kelebihan dan Kekurangan Model Problem Based Learning (PBL)

Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang mendorong untuk lebih aktif dan memaksimalkan kemampuan berpikir kritis untuk mendapatkan solusi dari masalah pada dunia nyata. Dengan kurikulum PBL, dapat membuat mahir dalam memecahkan dan mengambil solusi dari suatu masalah, dalam kurikulumnya juga dirancang masalah-masalah yang memotivasi untuk mendapatkan pengetahuan yang penting sehingga memiliki strategi belajar sendiri serta kecakapan berpartisipasi dalam kelompok diskusi. Proses pembelajarannya menggunakan pendekatan yang sistemik untuk memecahkan masalah atau tantangan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Problem Based Learning (PBL) adalah membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan mengatasi masalah, belajar peranan orang dewasa yang autentik dan menjadi pembelajar yang mandiri. Sesuai dengan pendapat tersebut, pemecahan masalah merupakan salah satu strategi dalam pembelajaran berbasis masalah.

Kelebihanan dan Kelemahan Model Problem Based Learning

Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan, sebagaimana model Problem Based Learning (PBL) Menurut Sanjaya, (2007) juga memiliki kelebihan dan kelemahan yang perlu di cermati untuk keberhasilan penggunaanya.
a. Kelebihan :

  1. Menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.
  2. Meningkatkan motivasi dan aktivitas pembelajaran siswa.
  3. Membantu siswa dalam mentransfer pengetahuan siswa untuk memahami masalah dunia nyata.
  4. Membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.
  5. Mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
  6. Memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
  7. Mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir.
  8. Memudahkan siswa dalam menguasai konsep-konsep yang dipelajari guna memecahkan masalah dunia nyata(Sanjaya, 2007).

b. Kelemahan

Disamping kelebihan diatas, PBL juga memiliki kelemahan, diantaranya :

  1. Manakala siswa tidak memiliki niat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencobanya.
  2. Untuk sebagian siswa beranggapan bahwa tanpa pemahaman mengenai materi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah mengapa mereka harus berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka akan belajar apa yang mereka ingin pelajari (Sanjaya, 2007).

Hamdani (2011) mengemukakan beberapa kelebihan dan kekurangan model PBL sebagai berikut.

Kelebihan

  1. siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserap dengan baik;
  2. siswa dilatih untuk dapat bekerja sama dengan siswa lain; dan
  3. siswa dapat memperoleh pemecahan masalah dari berbagai sumber.

Kekurangan

  • untuk siswa yang malas, tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai.
  • membutuhkan banyak waktu dan dana; dan
  • tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini.
  • dalam suatu kelas yang memiliki tingkat keragaman siswa yang tinggi akan terjadi kesulitan dalam pembagian tugas
  • PBL kurang cocok untuk diterapkan di sekolah dasar karena masalah kemampuan bekerja dalam kelompok.
  • PBL biasanya mebutuhkan waktu yang tidak sedikit
  • membutuhkan kemampuan guru yang mampu mendorong kerja siswa dalam kelompok secara efektif.

Sementara itu Rerung (2017) menambahkan kelebihan PBL sebagai berikut :

  • Siswa didorong untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam situasi nyata.
  • Siswa memiliki kemampuan membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar.
  • Pembelajaran berfokus pada masalah sehingga materi yang tidak ada hubungannya tidak perlu saat itu dipelajari oleh siswa. Hal ini mengurangi beban siswa untuk menghapal atau menyimpan informasi.
  • Terjadi aktivitas ilmiah pada siswa melalui kerja kelompok
  • Siswa terbiasa menggunakan sumber-sumber pengetahuan baik dari perpustakaan, internet, wawancara dan observasi.

berikut kelebihan yang dijelaskan menurut Barrett, T. 2011:4 diantaranya:

  1. Siswa didorong    untuk    memiliki     kemampuan    memecahkan    suatu permasalahan dalam situasi
  2. Siswa diharapkan memiliki kemampuan membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar.
  3. Pembelajaran berfokus pada maalah sehingga materi yang tidak ada hubungannya tidak perlu saat itu dipelajari oleh
  4. Terjadinya suatu aktivitas ilmiah pada siswa melalui kerja
  5. Sumber-sumber pengetahuan yang biasa digunakan siswa bisa didapatkan dari perpustakaan, internet, wawancara dan observasi.
  6. Siswa memiliki kemampuan menilai kemajuan belajarnya
  7. Siswa mememiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi ilmiah dalam pelaksaan diskusi atau presentasi hasil
  8. Kesulitasn belajar siswa secara individual dapat diatasi melalui kerja kelompok dalam bentuk peer teaching.

Selanjutnya kelebihan model Problem Based Learning menurut Nisa (2016, hlm. 49) yaitu:

  1. Pelaksanaan pembelajaran siswa terlibat aktif dan Siswa belajar materi secara bermakna dengan belajar dan berfikir.
  2. Orientasi pembelajaran merupakan suatu investasi dan penemuan yang ada pada dasarnya merupakan suatu pemecahan masalah sehingga perhatian siswa dapat terpusat.
  3. Pengetahuannya bertahan lama, dapat diingat, jika dibandingkan dengan pengetahuan yang diperoleh dengan sebagian model
  4. Penalaran dan berfikir kritis siswa dapat ditingkatkan
  5. Dapat membangkitkan keinginan siswa, memotivasi untuk bekerja terus sampai menemukan jawaban.
  6. Menjadikan siswa lebih mandiri dan tidak bergantung pada
  7. Dapat memeberikan pembelajaran yang lebih luas dan lebis kongkrit. Selain itu beberapa kelebihan yang dideskripsikan oleh Wasonawati,

Redjeki dan Araini (2014, hlm. 66) yaitu:

  1. Model Problem Based Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran, jadi siswa dapat lebih tertarik dan tidak cepat bosan sehingga dapat meningkatkan kreativitas dan aktivitas lainnya dalam
  2. Model Problem Based Learning dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan suatu pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata untuk dijadikan sebagai solusi dalam memecahkan masalah.

Sejalan dengan pendapat menurut Yuyun (2017, hlm. 59) menjelaskan bahwa kelebihan model Problem Based Learning yaitu:

  1. Proses pembelajaran bermana bagi peserta bagi peserta didik dimana siswa belajar memecahkan masalah melalui penerapan pengetahuan yang
  2. Peserta didik mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan secara stimulan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang
  3. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis,menumbuhkan inisiatif peserta didik dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja

Selain itu, kelebihan model Problem Based Learning menurut Suyadi (2013, hlm. 142)

  1. Pembelajaran berbasis masalah merupakan teknik yang cukup baik untuk mempermudah peserta didik memahami isi pelajaran.
  2. Pembelajaran berbasis masalah dapat memberikan tantangan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan nya dalam menemukan informasi dan pengetahuan baru.
  3. Pembelajaran berbasis masalah digunakan untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran peserta
  4. Melalui suasana pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, peserta didik mampu memecahkan suatu permasalahan.
  5. Dengan diterapkan nya model PBL, pembelajaran yang berlangsung akan melatih tingkat berpikir kritis serta mengembangkan kemampuan peserta didik dengan tujuan untuk beradaptasi dengan pengetahuan
  6. Pembelajaran berbasis masalah dapat membantu peserta didik dalam mentransfer pengetahuan yang mereka milliki untuk memahami permasalahan yang ada dalam kehidupan nyata.
  7. Pembelajaran berbasis masalah digunakan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam mengaplikasikan pengetahuan yang peserta didik miliki terhadap dunia 8) Pembelajaran berbasis masalah digunakan oleh guru untuk membantu mengembangkan pengetahuan baru peserta didik.
  8. Model PBL digunakan untuk meningkatkan minat peserta didik dalam mengembangkan konsep-konsep belajar secara terusmenerus, karena masalah tidak ada henti-hentinya. Ketika seorang individu menyelesaikan satu permasalahan, masalah lainnya muncul, dan tentu diperlukakannya penyelesaian secepatnya.

Adapun menurut Sanjaya (2011, hlm. 218-219) menjelaskan bahwa kelebihan model Problem Based Learning yaitu:

  1. Pembelajaran dalam    isi    pelajaran    yang    dilakukan    dengan    teknik memecahkan
  2. Siswa merasa ada tertantang dan merasa puas dalam menemukan pengetahuan
  3. Aktivitas siswa dalam pembelajaran menjadi
  4. Siswa dilatih agar dapat mentransfer pengetahuan kepada masalah di dalam kehidupan nyata.
  5. Siswa dihantui pengetahuan barunya dapat berkembang dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang
  6. Siswa lebih menyukakasi memecahkan masalah karena dianggap
  7. Mampu mengembangkan pola fikir siswa bahwa semua mata pelajaran pada dasarnya merupakan cara berfikir, dan sesuatu yang harus dimengerti oleh , bukan hanya sekadar belajar dari guru atau buku-buku saja.
  8. Siswa diberikan kesempatan mengaplikasikan apa yang mereka ketahui pada dunia nyata.
  9. Siswa dapat berpikir kritis dan cepat menyelesaikan diri pada pengetahuan
  10. Membutuhkan minat belajar siswa secara

Kelebihan model Problem Based Learning yang dijelaskan oleh Kurniasih dan Berlin (2015, hlm. 49-50) yaitu:

  1. Pemikiran kritis siswa dan pemikiran kreatif siswa dapat
  2. Meningkatnya kemampuan memecahkan permasalahan pada peserta didik dengan
  3. Meningkatkan motivasi peserta didik dalam
  4. Membantu peserta didik dalam belajar untuk mentransfer pengetahuan dengan situasi yang
  5. Mendorong peserta didik mempunyai inisiatif untuk belajar secara
  6. Mendorong kreativitas peserta didik dalam pengungkapan penyelidikan masalah yang telah ia
  7. Dengan model pembelajaran ini akan terjadi pembelajaran yang
  8. Model ini mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan secara stimultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang
  9. Model pembelajaran ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif peserta didik dalam bekerja, moivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dan bekerja

Selain itu kelebihan model Problem Based Learning yang dikemukakan oleh Hamnuri (2011, hlm. 114) diantaranya yaitu:

  1. Teknik yang bagus untuk lebih memahami isi pembelajaran.
  2. Menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan yang baru bagi siswa.
  3. Meningkatkan aktivitas pembelajaran
  4. Membantu siswa mentrasfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.
  5. Membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka
  6. Mendorong siswa untuk melakukan evaluasi sendiri, baik terhadap hasil maupun proses belajar.
  7. Lebih menyenangkan dan disukai
  8. Mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan
  9. Memberikan kesempatan    pada    siswa    untuk    mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia
  10. Mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar meskipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir.

Sejalan dengan hal itu kelebihan yang dijelaskan oleh Wee dan Kek (2002) ialah:

  1. Mempunyai keaslian seperti dunia Jadi materi yang sedang dipelajari dapat dikaitkan dengan masalah nyata.
  2. Dibangun dengan memperhitungkan pengetahuan Masalah yang dirancang, dapat membangun kembali pemahaman pembelajaran atau pengetahuan yang telah didapatkan sebelumnya.
  3. Membangun pengaturan yang metakognitif dan kontruktif. Metakognitif artinya mencoba merefleksi seperti apa pemikiran kita atau satu hal, jadi dalam model Problem Based Learning menguji pemikiran, mempertanyakan, mengkritisi gagasannya sendiri sekaligus mengeksplor hal yang
  4. Meningkatkan minat dan motivasi dalam pembelajaran. dengan adanya permasalahan yang menarik maka siswa akan tertangtang untuk membangunkan semangat dalam belajar.

Selanjutnya menurut Al-Tabany (2014, hlm. 68) menjelaskan bahwa kelebihan model Problem Based Learning diantaranya yaitu:

  1. Peserta didik dapat menemukan ide sendiri dan adanya keterlibatan secara aktif pada saat proses
  2. Meningkatkan motivasi dan ketertarikkan peserta didik untuk mengikuti proses
  3. Dapat menjadikan     peserta     didik     lebih     mandiri     dalam     proses
  4. Menerapkan sikap sosial yang positif kepada peserta
  5. Meningkatkan hubungan antara peserta didik, sehingga peserta didik bisa mencapai suatu ketuntasan dalam belajar.

Adapun kelebihan model Problem Based Learning menurut Sumantri (2015, hlm. 46) yaitu:

  1. Melatih peserta didik dalam untuk dapat merangcang penemuan dan membuat hasil karya
  2. Peserta didik dapat berfikir dan bertindak dengan kreatif.
  3. Peserta dapat mengindentifikasi dan mengevaluasi penyelidikan suatu
  4. Peserta didik dapat terbiasa menyelesaikan masalah yang mereka temua secara
  5. Peserta didik dapat dirangsang dalam mengembangkan kemampuan berpikir dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi secara
  6. Dapat menjadikan peserta didik lebih relevan dengan

Selain itu menurut Nata (2011, hlm. 250-255) menjelaskan bahwa kelebihan model Problem Based Learning yaitu:

  1. Dapat membuat Pendidikan sekolah Dasar menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia
  2. Dapat membiasakan siswa dalam mengdapai dan memecahkan masalah secara terampil, sehingga dapat digunakan dalam mengahadapi masalah yang sesungguhnya di masyarakat kelas.
  3. Dapat merangsangnya perkembangan kemampuan berpikir secara kreatif, menyeluruh, karena dalam proses pembelajarannya para siswa bnyak melakukan proses mental dengan menyoroti permasalahan dari berbagai

Selain itu menurut Shoimin (2016, hlm. 49) menjelaskan bahawa kelebihan dari model Problem Based Learning yaitu:

  1. Peserta didik dilatih untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam keadaan
  2. Mempunyai kemampuan membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas
  3. Pembelajaran berfokus pada masalah sehingga materi yang tidak ada hubungannya tidak perlu dipelajari oleh peserta didik. Dalam hal ini mengurangi beban peserta didik dalam menghafal atau menyimpan
  4. Terjadi aktivitas ilmiah pada peserta didik melalui kerja
  5. Peserta didik terbiasa menggunakan sumber-sumber pengetahuan, baik dari perpustakaan, internal, wawancara, dan
  6. Peserta didik memiliki kemapuan menilai kemampuan belajarnya
  7. Peserta didik memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi ilmiah dalam kegiatan diskusi atau presentasi hasil pekerjaan
  8. Kesulitan belajar peserta didik secara individual dapat diatasi melalui kerja kelompok dalam bentuk peer teaching.

Sumber Pustaka

Sanjaya. (2007). Metode pembelajaran. Jakarta : Kencana

Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia.

Rerung, N., Sinon, I. L., & Widyaningsih, S. W. (2017). Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik SMA pada materi usaha dan energi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 6(1), 47-55.

Sanjaya, Wina. 2011. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Barret, T. 2005. Understanding Problem Based Learning. Handbook of Enquiry and Problem-based Learning: Irish Case Studies and International Perspectives. AISHE READINGS.

Khairun, Nisa. 2016. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Di SMPN 2 Indra Jaya Sigli. Skripsi. Aceh: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-raniry. Tidak diterbitkan.

Ariani, S.R.D., Redjeki, T., Wasonowati, R.R.T., (2014), Penerapan Problem Based Leraning (PBL) Pada Pembelajaran Hukum-Hukum dasar Kimia Ditinjau Dari Aktivitas dan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X IPA SMA Negeri 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014, Jurnal Pendidikan Kimia (JPK) 3(3) : 66-75.

Haryanti, Yuyun Dwi. (2017). Model Problem Based Learning Membangun Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 3(2): 57-63.

Suyadi. (2013). Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya

Sanjaya, Wina. 2011. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Kurniasih dan Sani. (2015). Model Pembelajaran. Yogyakarta: Kata Pena.

Hamnuri. 2011. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Insan Madani.

Wee, K. Kek, M. A. (2002). Authentic Problem Based Learning: Rewriting Business Education. Prentice Hall.

Al-Tabany, T. I. B. 2014. Mendesain model pembelajaran inovatif, progresif dan kontekstual : konsep, landasan dan implementasinya pada kurikulum 2013 (Kurikulum tematik integratif/KTI. Jakarta : Prenada Media Grup

Sumantri, Syarif. 2016. Strategi Pembelajaran Teori dan Praktik di Tingkat Pendidikan Dasar. Jakarta: PT Raja Grafindo persada.

Abuddin Nata. 2011. Perspektif Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Shoimin. A. 2016. Model Pembelajara Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

 

 

Tags: ,

Diposting oleh Adica


This article has 3 comments

  1. Komang Reply

    Terimakasih, ijin menggunakannya ya

  2. Marthen Reply

    trimah kasi…mohon ijin menggunakannya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *