Pengertian Media Pembelajaran
Menurut Dina Indriana (2011:15) “Media Pembelajaran merupakan salah satu alat komunukasi dalam proses pembelajaran.dikatakan demikian karena di dalam media pengajaran terdapat proses penyampaian pesan dari pendidik kepada anak didik”. Menurut Hujair AH Sanaky (2011:4) “Media pembelajaran adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara pengajar dan pembelajaran dalam proses pembelajran dikelas”.
Menurut Daryanto (2010:5) “Media pembelajaran adalah media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran”. Menurut Heinich dalam Azhar Arsyad (2004:4) “Media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan intruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran”. Sedangkan menurut Gagne dan Briggs dalam Azhar Arsyad (2004:4) “Menyatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pembelajaran, yang tediri dari buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film slide, foto, gambar, grafik, televisi dan komputer”.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah semua bahan dan alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Dengan adanya media, peran guru menjadi semakin luas. Sedangkan siswa akan terbantu untuk belajar lebih baik, serta terangsang untuk memahami subjek yang tengah diajarkan dalam bentuk komunikasi penyampaian pesan yang lebih efektif dan efisien.
Menurut Daryanto (2010:5) “Media pembelajaran adalah media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran”. Menurut Heinich dalam Azhar Arsyad (2004:4) “Media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan intruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran”. Sedangkan menurut Gagne dan Briggs dalam Azhar Arsyad (2004:4) “Menyatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pembelajaran, yang tediri dari buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film slide, foto, gambar, grafik, televisi dan komputer”.
Media pembelajaran merupakan suatu alat perantara guna menyampaikan materi ajar sehingga mencapai tujuan pembelajaran dan menciptakan proses pembelajaran yang efektif dengan media yang menarik perhatian dan menyenangkan (Arsyad A., 2014). Pemilihan media pembelajaran yang baik dalam pembelajaran adalah harus kreatif, komunikatif, dan inovatif dan dapat mendukung dalam meningkatkan hasil belajar dan pada penelitian Fikriyaturrohmah & Nurhakiki (2018) media pembelajaran merupakan teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah semua bahan dan alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Dengan adanya media, peran guru menjadi semakin luas. Sedangkan siswa akan terbantu untuk belajar lebih baik, serta terangsang untuk memahami subjek yang tengah diajarkan dalam bentuk komunikasi penyampaian pesan yang lebih efektif dan efisien.
Manfaat Media Pembelajaran
Menurut (Daryanto, 2010) Manfaat media pembelajaran adalah sebagai berikut :
- dapat menjelaskan materi pembelajaran menjadi lebih sederhana;
- meningkatkan keterkaitan peserta didik dalam proses pembelajaran;
- memaksimalkan seluruh indera;
- membimbing peserta didik menjadi lebih mandiri dalam meningkatkan wawasan; dan
- memberikan informasi yang sama terhadap seluruh peserta didik.
b) Prinsip-prinsip Media Pembelajaran
Prinsip-prinsip penggunaan media pembelajaran menurut (Nana Sudjana & Ahmad Rivai, 2005) ada 4, yaitu:
- menentukan jenis media pembelajaran yang tepat;
- menetapkan dan memperhitungkan tingkat kemampuan atau kemampuan anak;
- menyajikan media yang tepat;
- menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu yang tepat.
Menurut Hujair AH Sanaky (2011: 4) manfaat media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut :
- Pengajaran lebih menarik perhatian pembelajaran sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
- Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami pembelajarannya, serta mungkin pembelajaran menguasai tujuan pengajaran dengan baik.
- Metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-mata hanya komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar, pembelajaran tidak bosan, dan pengajar tidak kehabisan tenaga.
- Pembelajaran lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pengajar saja, tetapi juga aktivitas lain yang dilakukan seperti: mengamati, melakukan, medemonstrasikan dan lain-lain.
Sedangkan menurut Daryanto (2010: 5) media pembelajaran mempunyai beberapa manfaat antara lain:
- Memperjelas pesan agar tidak terlalu
- Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenang dan daya
- Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber
- Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya.
- Memberi ransangan yang sama, mmempersamakan pengalaman dan menimbulkan presepsi yang sama.
Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikasi) dan tujuan pembelajaran.
Klasifikasi Media Pembelajaran
Dengan masuknya berbagai pengaruh ke dalam dunia pendidikan seperti ilmu cetak-mencetak, tingkah laku, komunikasi serta laju perkembangan teknologi elektronik, media dalam pembelajaran tampil dalam berbagai jenis dan format masing- masing dengan ciri-ciri dan kemampuannya sendiri. Menurut Dina Indriana (2011: 56) dengan menganalisis media melalui bentuk dan cara penyejiannya, maka format klasifikasi media pengajaran diantaranya meliputi:
- Grafis (simbol-simbol kata dan visual)
- Bahan cetak dan gambaran diam
- Media proyeksi diam (overhead projector, slide, film dll)
- Media audio (radio, rekaman dll)
- Media gambar hidup/film media televisi
- Multimedia
Sedangkan menurut Hujair AH Sanaky (2011: 40) media pembelajaran diklasifikasikan sebagai berikut :
- Bahan pembelajaran yang mengutakan kegiatan membaca atau dengan menggunakan simbol-simbol kata dan visual (bahan-bahan cetakan dan bacaan)
- Peralatan audio-visual, alat-alat yang tergolong ke dalam kategori ini,yaitu:
- Media proyeksi (overhead projector, slide, film dan LCD).
- Media non-proyeksi (papan tulis, poster, papan tempel, kartun, papan flanel, komik, bagan, diagram, gambar, grafik dan lain-lain.
- Benda tiga dimensi antara lain benda tiruan, diorama, boneka, topeng, lembaran balik, peta globe, pameran dan musium sekolah.
- Media yang menggunakan teknik atau masinal, yaitu slide, film strip, film rekaman, radio, televisi, video, VCD, laboratorium elektronik, perkakas otoinstruktif, ruang otomatis, sistem interkomunikasi, computer dan internet.
- Kumpulan benda-benda (material collection), yaitu berupa peninggalan sejarah, dokumentasi, bahan-bahan yang memiliki nilai sejarah, jenis kehidupan, mata pencarian, industri, perbankan, perdagangan, pemertintahan, agama, politik dan lain-lain.
- Contoh-contoh kelakuan perilaku pengajar. Pengajar memberi contoh perilaku atau suatu perbuatan, misalnya, mencontohkan suatu perbuatan dengan gerakan tangan dan kaki, gerakan badan, mimik dan lain-lain. Media pembelajaran dalam bentuk ini, sangat tergantung pada inisiatif dan kreasi pengajar dan jenis media seperti ini. Pembelajar hanya dapat melihat dan menirukan.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran sangat banyak macam dan jenisnya. Maka, untuk menggunakan suatu media pembelajaran secara baik, efeltif dan efisien dalam proses pembelajaran diperlukan kemampuan, pengetahuan dalam memilih, menggunakan dan kemampuan suatu media pembelajaran tersebut.
Jenis-Jenis Media Pembelajaran
Jenis-jenis media pembelajaran dapat dimaknai sebgai alat yang membawa pesan dan informasi antara guru dan siswa yang menggunakan media pembelajaran dalam aktivitas pembelajaran dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok. Setiap jenis media memiliki kemapuan dan karakteristik atau fitur spesifik yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran. Menurut (Ega Rima Wati, 2016: 4-8) Dalam proses pembelajaran, terdapat beberapa jenis media pembelajaran diantaranya sebagaia berikut :
Media Visual
Media visual merupakan sebuah media yang memiliki beberapa unsur berupa garis, bentuk, warna, dan tekstur dalam penyajiannya. Media visual dapat menampilkan keterkaitan isi materi yang ingin disampaikan dengan kenyataan. Media visual dapat ditampilkan dalam dua bentuk, yaitu visual yang menampilkan gambar diam dan visual yang menampilkan gambar atau simbol bergerak.
Audio Visual
Media audio visual merupakan media yang dapat menampilkan unsur gambar dan suara secara bersamaan pada saat mengkomunikasikan pesan atau informasi. Media audio visual dapat mengungkapkan objek dan peristiwa seperti keadaan yang sesungguhnya. Perangkat yang digunakan dalam media audio visual ini adalah mesin proyektor film, tape recorder, dan proyektor visual yang lebar.
Komputer
Komputer merupakan sebuah perangkat yang memiliki aplikasi-aplikasi menarik yang dapat dimanfaatkan oleh guru atau siswa dalam proses pembelajaran. Komputer sudah sangat familiar dengan para siswa. Banyak siswa telah memiliki netbook atau laptop yang digunakan dalam pembelajaran sehari-hari. Penggunaan media pembelajaran berbasis komputer merupakan sebuah kegiatan yang menggunakan software atau perangkat lunak media untuk berinteraksi dalam proses pembelajaran, baik di kelas maupun di rumah.
Microsoft Power Point atau aplikasi sejenis
Microsoft Power Point merupakan salah satu aplikasi atau perangkat lunak yang diciptakan khusus untuk menangani perancangan presentasi grafis dengan mudah dan cepat. Aplikasi ini sangat populer dan banyak digunakan oleh berbagai kalangan, baik profesional, akademis, praktisi maupun pemula untuk aktivitas presentasi.
Presentasi dengan Microsoft Power Point merupakan salah satu cara yang digunakan utnuk memperkenalkan atau menjelaskan sesuatu yang dirangkum dan dikemas ke dalam beberapa slide yang menarik. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah memahami penjelasan melalui visualisasi yang terangkum dalam slide teks, gambar atau grafik, suara, video, dan lain sebagainya.
Internet
Internet merupakan salah satu media komunikasi yang banyak digunakan untuk beberapa kepentingan. Dalam proses belajar-mengajar, media internet ini sangat membantu untuk menarik minat siswa terhadap materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Internet juga dapat membantu dalam membuka wawasan dan pengetahuan siswa.
Internet merupakan salahsatu media yang memiliki perkembangan luar biasa. Selain sebagai media pembelajaran, interet juga banyak dimanfaatkan oleh beberapa institusi, pebisnis, dan para ahli untuk berbagai kepentingan. Jadi, internet dis sini berperan sebagai sumber informasi yang memiliki jangkauan luas, yaitu mulai dari antar kota sampai lintas negara.
Multimedia
Multimedia merupakan perpaduan berbagai bentuk elemen informasi yang digunakan sebagai sarana menyampaikan tujuan tertentu. Elemen informasiyang dimaksud terebut di antaranya teks, grafik, gambar, foto, animasi, audio, dan video. Multimedia merupakan hubungan dari berbagai macam media, baik untuk tujuan pembelajaran maupun tujuan yang lain.
Dalam proses belajar-mengajar, Multimedia berfungsi sebagai penyampaian pesan berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap kepada siswa. Pembelajaran Multimedia dapat memotivasi pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan belajar siswa. Multimedia mempunyai kemampuan interaktif, sehingga media ini dapat menjadi salah satu alternatif yang baik sebagai alat bantu dalam sebuah pembelajaran. Berdasarkan klasifikasinya media pembelajaran memiliki krakteristik sendiri- sendiri. Karakter tersebut dapat dilihat melalui tampilan media yang disajikan. Media pembelajaran ditampilkan menurut kemampuan media tersebut untuk memberi atau membangkitkan rangsangan indera penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan, maupun penciuman. Dari karakteristik tersebut, maka guru dapat memilih menggunakan suatu media pembelajaran menyesuaikan dengan situasi pembelajaran
Pemilihan Media Pembelajaran
Setiap pengajar tidak cukup hanya memiliki pengetahuan tentang media saja, namun harus memiliki keterampilan untuk memilih dan menggunakan media dengan baik dalam suatu proses pembelajaran. Menurut (Hujair AH Sanaky, 2011: 5) “Pertimbangan media yang digunakan dalam pembelajaran menjadi pertimbangan utama, karena media yang dipilih harus sesuai dengan tujuan pengajaran, bahan pengajaran, metode pengajaran, tersedia alat yang dibutuhkan, pribadi pengajar, minat dan kemampuan pembelajaran dan situasi pengajaran yang sedang beralangsung”.
Sementara (Dina Indriana, 2011: 28-31) Menyebutkan faktor-faktor yang menentukan tepat atau tidaknya pemilihan media pembelajaran sebagai berikut dari faktor-faktor tersebut, maka tingkat kesesuaian dapat dikelompokan sebagai berikut:
- Kesesuaian Dengan Tujuan pembelajaran, adalah menyesuaikan media pengajaran dengan tujuan intruksional umum atau khusus yang terdapat pada setiap mata pelajaran, dapat juga disesuaikan dengan standar kompetensi, kompetensi dasar dan bebrbagai indikatorya.
- Kesesuaian Dengan Materi yang Diajarkan, media pembelajaran harus disesuaikan dengan materi yang diajarkan, yakni bahan atau yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. Selain itu, juga harus memperhatikan dan meyesuaikan dengan tingkat kedalaman yang akan dicapai dalam proses pembelajaran.
- Kesesuai dengan Fasilitas Pendukung, fasilitas pendukung, lingkungan dan waktu yang tersedia merupakan faktor yang sangat penting dalam efektifitas dan efisiensi penggunaan media pembelajaran. Betapapun bagusnya media yang digunakan, apabila lingkungan dan fasilitas pendukung serta waktu yang ada tidak mendukung, maka tujuan pembelajaran menggunakan media tersebut tidak akan tercapai dengan baik.
- Kesesuai dengan Karakteristik Siswa, sebuah media bisa sesuai dan cocok dengan karakteristik siswa tertentu, tapi adakalanya tidak cocok dengan siswa yang lain. Karena itu, pendidik harus mengetahui karakteristik siswa untuk bisa disesuaikan dengan media yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar.
- Kesesuain dengan Gaya Belajar Siswa, gaya belajar siswa juga sangat memperngaruhi efektifitas penggunaan media pembelajaran karena siswa akan lebih mudah memahami materi yang disajikan sesuai dengan media pembelajaran yang digunakan misalnya siswa yang memiliki gaya belajar tipe visual akan lebih mudah memahami materi jika media yang digunakan adalah media visual seperti televisi, video, grafis, dan lain semacamnya.
- Kesesuaian dengan Teori yang Digunakan, teori sangat menentukan dalam pemilihan media. Teori menjadi faktor penting digunakannya sebuah media. Penggunaan media tidak boleh dilakukan dengan hanya merujuk pada pilihan dari seorang guru, sehingga mengabaikan teori yang memang sudah tepat digunakan dalam pengajaran.
Prinsip Penggunaan Media Pembelajaran
Adapun prinsip penggunaan media di bagi menjadi 5 menurut (Sanjaya, 2009), yaitu:
- Media yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran;
- Media yang akan digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran dan sesuai dengan kompleksitas materi pembelajaran;
- Media yang akan digunakan harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kondisi siswa;
- Media yang digunakan harus memperlihatkan efektifitas efisien;
- Media yang akan digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam menggunakannya.
pendapat beberapa ahli diatas, maka dapat disimpulkan mengenai prinsip-prinsip penggunaan media pembelajaran adalah:
- Menentukan jenis media yang tepat sesuai tujuan pembelajaran;
- Menetapkan materi yang tepat sesuai kompetensi dasar;
- Menyajikan media dengan tepat sesuai dengan tujuan, bahan metode, waktu, dan sarana yang ada;
- Menempatkan media pada waktu yang tepat dan dalam situasi yang tepat.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran dapat menumbuhkan motivasi belajar, dapat memperjelas materi pembelajaran serta metode pembelajaran yang bervariasi sehingga siswa tidak bosan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Penggunaan Media Pembelajaran
Dengan menggunakan kombinasi media dalam pembelajaran, siswa dapat menikmati pembelajaran yang lebih bermutu dan nilainya bahkan lebih variatif dibandingkan dengan pengalaman langsung. Dengan demikian efektivitas dan efisiensi pembelajaran dapat ditingkatkan ketaraf yang setinggi- tingginya. (Fuad Fakhrudin, 2005)
Selain itu Fuad Fakhrudin mengemukakan: apapun tipe kecerdasan manusia, maka pembelajaran harus dapat merangsang aktifitas kekuatan- kekuatan fisik dan jiwa manusia semaksimal mungkin, dan tidak ada jalan lain kecuali pembelajaran bermedia.
Referensi
Daryanto. 2008. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sudjana.2005. Metoda Statistika. Bandung : Tarsito
Ahmad Rivai dan Nana Sudjana. 2005. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo
Sanjaya, Wina. 2009. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta:Kencana
Arsyad Azhar. 2014. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Fikriyaturrohmah & Nurhakiki, R. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Hands-On Equations
Berbantu Komputer pada Materi Persamaan Linier Satu Variabel untuk Siswa Kelas VII.
Fuad Fakhrudin, Standar Pelayanan Minimal Madrasah Ibtidaiyah, Direktorat Jendral Kelembagaan Agama Islam, Jakarta, 2005) hlm. 55
Indriana, Dina. 2011. Ragam Alat Bantu Media Pengajaran. Yogjakarta: DIVA Press
Ah-Sanaky, H. (2011). Media Pembelajaran Buku Pegangan Wajib Guru Dan Dosen. Yogyakarta : Kaukaba Dipantara
Daryanto. (2010). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media
Azhar Arsyad. 2004. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Rima Wati, Ega. (2016). Kupas Tuntas Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Kata Pena
Indriana, Dina. 2011. Ragam Alat Bantu Media Pengajaran. Yogjakarta: DIVA Press