Media Pendidikan (pengertian, ciri, jenis, fungsi dan manfaat)

Pengertian Media

Media merupakan alat penyalur pesan dalam komunikasi. Komunikasi tersebut adalah komunikasi dalam interaksi sosial invidu ke masyarakat ataupun sebaliknya. Sadiman (2009: 6) menyatakan bahwa kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medius yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Medòë adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.

Gerlach & Ely (dalam Arsyad, 2011: 3) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Arsyad (2011: 3) menyebutkan bahwa guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa media adalah penengah atau perantara antara pengirim pesan dan penerima pesan. Media memudahkan penerima pesan memahami ide atau gagasan yang disampaikan oleh pengirim pesan dan media bisa berupa manusia, teks, maupun alat elektronik seperti radio, dan televisi.

Media Pendidikan

a. Pengertian Media Pendidikan

Media dalam dunia pendidikan memiliki pengertian tersendiri. Menurut Arsyad (2011:3), media pendidikan adalah media yang membawa pesan-pesan atau informasi intruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran. Briggs (dalam Sadiman, 2009: 6) menyatakan bahwa media pendidikan adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.

Gagne (dalam Sadiman, 2009: 3) juga menyebutkan media pendidikan adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Sanjaya (2012: 61) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu seperti alat, lingkungan, dan segala bentuk kegiatan yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan, mengubah sikap atau menanamkan keterampilan.

Dari pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa media pendidikan adalah segala sesuatu yang dalam komponen sekolah baik itu guru, buku, dan sebagainya yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Media tidak hanya benda mati yang dapat dimanfaatkan dalam penyampaian materi ajar, karena guru juga bisa dikatakan sebagai media pendidikan.

b. Ciri-ciri umum media pendidikan

Dalam kegiatan belajar mengajar, media pendidikan sering digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran oleh guru, karena memudahkan penyampaian materi pembelajaran. Media pendidikan atau media pembelajaran memiliki ciri-ciri tersendiri.

Arsyad (2011: 6) mengemukakan ciri-ciri tersebut yaitu:

  1. Media pendidikan yang dikenal sebagai hardware yaitu sebagai benda yang dapat dilihat, di dengar, atau diraba dengan panca indera.
  2. Media yang dikenal sebagai software yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam hardware yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.
  3. Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan audio.
  4. Media pendidikan merupakan alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun di luar kelas.
  5. Media pendidikan digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
  6. Media pendidikan dapat digunakan secara masal (misalnya: radio, televisi), kelompok besar dan kelompok kecil (misalnya film, slide, video, OHP), atau perorangan (misalnya: modul, komputer, radio tape/kaset, video recorder)
  7. Sikap, pembuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.

c. Jenis-jenis Media Pendidikan

Media pendidikan dalam perkembangannya tampil dalam berbagai jenis dan format (modul cetak, film, televisi, film bingkai, film rangkai, program radio, komputer, dan seterusnya) masing-masing dengan ciri-ciri dan kemampuannya sendiri. Karakteristik karakteristik atau ciri khas suatu media berbeda menurut tujuan atau maksud pengelompokannya.

Televisi merupakan salah satu contoh dari media. Dalam lingkungan sekolah, terdapat berbagai macam media. Seperti yang diungkapkan oleh Sadiman (2009: 28-81) bahwa media dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu sebagai berikut.

1) Media grafis

Media grafis merupakan media visual yang sangat sederhana dan mudah pembuatannya. Media grafis sendiri terdiri dari berbagai jenis, yaitu: a) Gambar/ foto, b) Sketsa, c) Diagram, d) Bagan/ chart, e) Grafik (graphs), f) Kartun, g) Poster, h) Peta dan globe, i) Papan flanel/ flannel board, dan j) Papan buletin (buletin board)

2) Media audio

Berbeda dengan media grafis, media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Ada beberapa jenis media yang dikelompokkan dalam jenis media audio. Yaitu sebagai berikut: a) Radio, b) Alat perekam pita magnetik, dan c) Laboratorium bahasa

3) Media proyeksi diam

Media proyeksi diam mempunyai kesamaan dengan media grafis dalam arti menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Perbedaan yang paling jelas antara keduanya adalah pada media grafis dapat secara langsung berinteraksi dengan media yang bersangkutan, sedangkan media proyeksi pesan tersebut harus diproyeksikan dengan proyektor terlebih dahulu agar dapat dilihat oleh sasaran. Media proyeksi diam ini terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu: a) Film bingkai, b) Film rangkai, c) Media transparansi, d) Proyektor tak tembus pandang (opaque projector), e) Mikrofis, f) Film, g) Film gelang, h) Televisi, i) Video, dan j) Permainan dan simulasi

d. Fungsi dan Manfaat Media Pendidikan

Dalam suatu proses belajar mengajar, ada dua unsur yang amat penting yaitu metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Fungsi utama media pendidikan adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.

Encyclopedia of Educational Research (dalam Arsyad, 2011: 25) merincikan manfaat media pendidikan sebagai berikut.

  1. Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir, oleh karena itu mengurangi verbalisme.
  2. Memperbesar perhatian siswa.
  3. Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, oleh karena itu membuat pelajaran lebih mantap.
  4. Memberikan pengalaman nyata.
  5. Menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa.
  6. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup.
  7. Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan berbahasa.
  8. Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain, dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar.

Media pendidikan mempunyai kegunaan untuk mempermudah penyampaian materi pembelajaran. Menurut Sadiman (2009: 17-18) secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan sebagai berikut:

1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)

2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya:

  • Objek yang terlalu besar – bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model.
  • Objek yang kecil – dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar.
  • Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography.
  • Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal
  • Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain.

Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif siswa. Dalam hal ini, media berguna untuk:

  1. Menimbulkan kegairahan belajar.
  2. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara siswa dengan lingkungan dan kenyataan.
  3. Memungkinkan siswa belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.

Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan bila semuanya harus diatasi sendiri. Maka media pendidikan dapat:

  • Memberikan perangsang yang sama.
  • Mempersamakan pengalaman.
  • Menimbulkan persepsi yang sama

Dari beberapa pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa media pendidikan dapat merangsang keingintahuan siswa secara sama, memberikan pengalaman yang sama untuk semua siswa, praktis, dapat menyampaikan pesan secara cepat, dan dapat dimodifikasi oleh guru. Media pendidikan yang banyak dikenal oleh guru dan siswa adalah media audio, visual, dan audio visual.

Sumber Bacaan

Hosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21: Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta. Ghalia Indonesia

Markaban, 2008. Model Penemuan Terbimbing Pada Pembelajaran Matematika SMK. Yogyakarta : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Matematika

Paull Eggen Don Kauchak, 2012. Strategi dan Model Pembelajaran, Jakarta : PT.Indeks

Arief S. Sadiman, dkk. 2009. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Press.

 

Tags: , , ,

Diposting oleh Adica


This article has 1 comment

  1. Nurzengky Ibrahim Reply

    bagus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *