Mengetahui Istilah Filantropi

Mengetahui Istilah Filantropi

Filantropi merupakan istilah yang baru beberapa tahun ini muncul di Indonesia, Filantropi adalah kata bahasa Indonesia yang secara etimologi filantropi berasal dari kata philanthrophy. Kata ini terdiri dari dua suku kata philos yang berarti cinta dan anthropos yang berarti manusia, sedangkan menurut kamus Bahasa Inggris-Indonesia diterjemahkan sebagai kedermawanan16 (Echols Jdan Shadily, 1959).

Menurut Zaim Saidi (2006) “filantropi adalah Kegiatan “memberi” dalam berbagai bentuknya tidak terbatas dalam bentuk uang atau barang melainkan juga pekerjaan atau berbagai upaya untuk meringankan beban orang miskin serta meningkatkan kesejahteraannya disebut sebagai filantropi.”

Sedangkan menurut James O. Midgley (1995), “filantropi merupakan salah satu pendekatan dari tiga pendekatan untuk mempromosikan kesejahteraan termasuk di dalamnya upaya pengentasan kemiskinan yaitu pendekatan social service (social administration), social work dan philanthropy.”

Filantropi sebagai salah satu modal sosial telah menyatu di dalam kultur komunal (tradisi) yang telah mengakar sejak lama khususnya di masyarakat pedesaan. Fakta kultural menunjukkan bahwa tradisi filantropi dilestarikan melalui pemberian derma kepada teman, keluarga, dan tetangga yang kurang beruntung. Ciri lainnya ditunjukkan dengan tuntutan masyarakat untuk memprioritaskan tujuan meringankan beban orang miskin yang jumlahnya naik 1 hingga 48% selama krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997

Praktek kedermawanan sendiri sudah dikenal dan menjadi bagian kehidupan masyarakat nusantara. Beberapa kajian menunjukkan bahwa kegiatan filantropi sudah dipraktekkan sejak ratusan tahun yang lalu. Hal ini bisa diketahui dari ditemuinya praktek filantropi sebagian bagian dari tradisi masyarakat di berbagai suku yang tersebar di daerah di Indonesia. Filantropi juga menjadi bagian dari berbagai agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Dalam masyarakat Jawa, misalnya, dikenal tradisi jimpitan, sebuah praktek kedermawanan yang dilakukan masyarakat dengan menyisihkan beras tiap malam dan kemudian beras itu diambil oleh kelompok peronda malam. Beras yang terkumpul disumbangkan bagi kegiatan sosial lingkungan atau disumbangkan kepada warga yang mendapatkan musibah.

Disamping itu filantropi juga merupakan salah1 unsur dalam ajaran agama yang memperhatikan masalah duniawi terutama masalah kemiskinan. Secara fungsional, agama memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat, baik bagi masyarakat tradisional maupun modern, agama merupakan tempat mereka mencari makna hidup yang final dan ultimate sehingga segala bentuk perilaku dan tindakan selalu berkiblat pada tuntunan agama (way of life). 20 Agama tidak hanya menuntun umatnya untuk mengurusikehidupan ukhrowi (akhirat) saja akan tetapi juga menyangkut kehidupan duniawi terutama masalah-masalah sosial seperti kemiskinan.Islam adalah agama yang membawa konsep keadilan sosial bagi seluruh manusia. Keadilan dalam islam ditegakkan dengan ini bisa diketahui dari ditemuinya praktek filantropi sebagian bagian dari tradisi masyarakat di berbagai suku yang tersebar di daerah di Indonesia. Filantropi juga menjadi bagian dari berbagai agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Dalam masyarakat Jawa, misalnya, dikenal tradisi jimpitan, sebuah praktek kedermawanan yang dilakukan masyarakat dengan menyisihkan beras tiap malam dan kemudian beras itu diambil oleh kelompok peronda malam. Beras yang terkumpul disumbangkan bagi kegiatan sosial lingkungan atau disumbangkan kepada warga yang mendapatkan musibah.

Disamping itu filantropi juga merupakan salah1 unsur dalam ajaran agama yang memperhatikan masalah duniawi terutama masalah kemiskinan. Secara fungsional, agama memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat, baik bagi masyarakat tradisional maupun modern, agama merupakan tempat mereka mencari makna hidup yang final dan ultimate sehingga segala bentuk perilaku dan tindakan selalu berkiblat pada tuntunan agama (way of life). 20 Agama tidak hanya menuntun umatnya untuk mengurusikehidupan ukhrowi (akhirat) saja akan tetapi juga menyangkut kehidupan duniawi terutama masalah-masalah sosial seperti kemiskinan.Islam adalah agama yang membawa konsep keadilan sosial bagi seluruh manusia. Keadilan dalam islam ditegakkan dengan tidak membeda-bedakan tingkatan manusia. Dalam islam golongan kaya tidak boleh meninggalkan kewajibannya terhadap golongan miskin. Oleh karenanya, keadilan sosial dalam islam diwujudkan dengan cara menghilangkan kesenjangan antara golongan kaya dan miskin.Filantropi dalam islam dilandasi dengan Al-qur‟an dan Hadits. Oleh karenanya, filantropi islam lebih mempunyai nilai-nilai moral yang dalam praktiknya bersifat sosial.

Filantropi berdasarkan sifatnya dibagi menjadi dua bentuk. Pertama adalah filantropi tradisional. Filantropi tradisional adalah filantropi yang berbasis karitas. Dalam prakteknya, filantropi tradisional berbentuk pemberian untuk kepentingan pelayanan sosial, misalkan pemberian langsung para dermawan untuk kalangan miskin. Pemberian ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bentuk filantropi kedua adalah filantropi keadilan sosial. Berbeda dengan filantropi tradisional, filantropi ini dapat menjembatani jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Jembatan tersebut diwujudkan dengan upaya memobilisasi sumber daya untuk mendukung kegiatan yang menggugat ketidakadilan struktur yang menjadi penyebab langgengnya kemiskinan. Filantropi jenis ini lebih aktif dalam mencari akar permasalahan dari kemiskinan. Akar permasalahan dalam kemiskinan adalah adanya faktor ketidakadilan dalam alokasi sumber daya dan akses kekuasaan dalam masyarakat.

Konsep filantropi dalam islam terwujud dengan adanya zakat, infaq dan shadaqah. Pada masa awal kekhalifahan, Abu Bakar melihat kepentingan filantropi islam yaitu zakat sebagai salah satu dari tiang agama yang harus dilaksanakan. Oleh karenanya, bagi orang-orang yang tidak membayar zakat maka akan diperangi olehnya. Berdasarkan hal ini dapat dilihat bahwa pentingnya zakat dalam membangun negara sehingga khalifah Abu Bakar memerangi orang yang tidak membayar zakat.

Banyak yang baca