Pengembangan Budaya Mutu di Sekolah

Dalam rangka meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan untuk mencapai standar nasional pendidikan telah dilakukan melalui program peningkatan sarana prasarana mutu pembelajaran kompetensi pendidik dan tenaga pendidikan kompetensi peserta didik pengelolaan dan pembiyaan pendidikan secara bertahap pemerintah telah menyelenggarakan sekolah dasar yang menuju standar yang telah ditetapkan yaitu mulai dari sekolah percontohan, sekolah percontohan sekolah standar nasional, sekolah model hingga sekolah rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI). Namun keberlangsungan sekolah tersebut belum berkelanjutan.

Untuk menjamin mutu dan pelayanan yang optimal dalam pendidikan. Maka pemerintah telah memacu semangat sekolah untk mengembangkan budaya mutu pendidikan berkelanjutan. Salah satu programnya adalah sekolah berbudaya mutu. Sekolah ini merupakan sekolah rujukan dan rintisan di tingkat sekolah dasar yang memiliki keunggulan dalam penyelenggaraan sistem pendidikan dan pengembangan budaya mutu, sehingga menjadi patok duga (benchmark) bagi sekolah-sekolah di sekitarnya. Sekolah berbudaya mutu memiliki tugas menyelenggarakan sistem pendidikan bermutu disamping mengembangkan inovasi pendidikan dengan segala aspek pendukungnya. Selain itu diharapkan juga mampu melakukan desiminasi inovasi pendidikan kepada sekolah dasar lain dan menyediakan fasilitas pembinaan sekolah dasar lain dengan prinsip maju bersama.

Pengembangan budaya mutu di sekolah dasar mengarah kepada terselenggaranya layanan pendidikan dasar yang berkualitas melalui budaya mutu pembelajaran, budaya mutu manajemen berbasis sekolah dan budaya ekstrakurikuler. Sehingga mampu mengoptimalkan upaya pemenuhan standar nasional pendidikan. Selain itu juga dengan menciptakan inovasi dan kolaborasi melalui upaya pengimbasan kepada sekolah lain di wilayahnya.

Untuk membantu mengembangkan budaya mutu pendidikan berkelanjutan. Maka di perlukan pendampingan melalui Dinas pendidikan dan LPMP di tiap provinsi pelaksanaan pendampingan pengembangan budaya mutu sekolah yang inovatif, kreatif dan konsisten serta dapat mengimbaskan pada sekolah lain.

1. Perangkat Pembelajaran

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Indonesia mempunyai program sekolah sasaran salah satu Program yang saat ini sedang dikembangkan di sekolah-sekolah. Agar pembelajaran bermakna dan mencapai tujuan yang diharapkan perlu tersedianya perangkat pembelajaran antara lain: Silabus, Kalender pendidikan, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Lembar Kerja Siswa, Buku, penilaian, program tahunan, dan program semester. Setiap akhir tahun pembelajaran diadakan evaluasi dan workshop pendidik yang bertujuan menghasilkan tersedianya kalender pendidikan, program tahunan program semester dan RPP serta dalam pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan tematik. Sedang untuk mata pelajaran pendidikan agama dan budi pekerti, matematika kelas 4, 5 dan 6 serta PJOK terpisah. Evaluasi pembelajaran semua terukur yaitu Kompetensi Inti 1,2,3 dan 4 pelaksanaan PTS (Penilaian Tengah Semester) dilaksanakan setelah 9 minggu pembelajaran sedangkan PAS (Penilaian Akhir Semester) dan PAT (Penilaian Akhir Tahun) di laksanakan setiap semester.

2. Mutu Manajemen Berbasis Sekolah

2.1. Manajemen Kurikulum dan pembelajaran

Untuk memerdayaan sekolah dalam menetapkan berbagai kebijakan internal sekolah yang mengarah pada peningkatan mutu dan kinerja secara keseluruhan, sekolah berhak untuk menyelenggarakan kegiatan yang berbasis sekolah. Tanggung jawab pengambilan keputusan tertentu seperti anggaran, personil dan kurikulum.

2.2. Manajemen Peserta Didik

Komponen peserta didik keberadaaan sangat di butuhkan terlebih bahwa pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah peserta didik merupakan subyek sekaligus objek dalam dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang di perlukan. Oleh karena itu keberadaan peserta didik tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan saja tetapi harus merupakan bagian dari kebermutuan sekolah. Sekolah dalam proses penerimaan peserta didik baru mengikuti regulasi kebijakan Dinas provinsi, yaitu sekolah wajib menerima pesrta didik dari semua kalangan sosial ekonomi. Sistem seleksi peserta didik yaitu berdasarkan usia atau umur, prosentase asal wilayah (dalam/luar) pada jalur umum serta sistem zona.

2.3. Manajemen Pendidik dan Tenaga pendidik

Manajemen personalia (Pendidik dan tenaga Kependidikan) adalah bagian manajemen yang memperhatikan orang-orang dalam satuan pendidikan. Dalam pengelolaan personalia mencakup perekrutan, penempatan, melakukan pengembangan dan peningkatan kesejahteraan. Perekrutan pendidik dan tenaga kependidikan yang PNS sesuai dengan SK penempatan sedangkan untuk non PNS sesuai dengan kebutuhan sekolah.

2.4. Manajemen pembiyaan

Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan Pefesiensi pengelolaan pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan bukanlah tugas yang ringan karena tidak hanya berkisar di permasalahan teknis, tetapi mencakup persoalan yang sangat rumit dan kompleks baik yang berkisar dengan perencanaan, pendanaan maupun efesiensi dan efektifitas sistem persekolahan dan peningkatan kualitas pendidikan. Untuk merealisasikan program sekolah di dawali dengan dengan pelaksanaan EDS, memyusun RKAS, RPS, RKS dengan untuk menjadikan program-program unggulan dengan skala prioritas.

2.5. Manajemen sarana dan prasarana

Sekolah akan dapat berfungsi dengan memadai kalau memiliki sistem manajeman yang mendukung dengan sumber daya manusia, biaya, sarana dan prasarana. Sarana yang di maksud adalah buku pelajaran, buku sumber, buku perpustakaan, alat dan lapangan olah raga, ruang kelas, ruang guru, ruas UKS, ruang ibadah, dan ruang olah raga.

2.6. Manajemen Lingkungan Sekolah Masyarakat.

Hubungan sekolah dan masyarakat adanya suatu sarana yang cukup mempunyai peranan yang menentukan dalam rangka usaha mengadakan pembinaan pertumbuhan dan pengembangan peserta didik di sekolah.

2.7. Manajemen Budaya dan Lingkungan Sekolah

Untuk mencapai Visi dan Misi Sekolah yang merupakan harapan dapat mengembangkan budaya sekolah antara lain:

  1. Beriman dan bertaqwa
  2. Cinta tanah air
  3. Hidup sehat, bersih dan rapi
  4. Tanggung jawab, jujur, disiplin dan peduli
  5. Budaya 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan peduli)

3. Budaya Mutu Ekstrakurikuler

Salah satu pembinaan siswa di sekolah adalah kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan-kegiatan yang diadakan dalam program ekstrakurikuler didasari atas tujuan dari pada kurikulum sekolah. Melalui kegiatan ekstrakurikuler yang beragam siswa dapat mengembangkan bakat, minat dan kemampuannya. Namun seperti kegiatan formal lainnya, maka suatu kegiatan ekstrakurikuler memerlukan rencana program kerja yang akan di jadikan acuan para anggotanya untuk menjalankan kegiatankegiatan tersebut.

3.1. Ekstrakurikuler Pramuka

M erupakan sekolah dengan lingkungan sudah terpengaruh globalisasi seperti indiviual, kurang tanggung jawab dan sikap negatif lainnya. Dengan memperhatikan lingkungan dan potensi fisik yang di miliki oleh sekolah agar memiliki pemikiran untuk motivasi, mengarahkan dan memupuk sikap cinta tanah air, tanggung jawab, mandiri dan sikap positif lainnya untuk dikembangkan bakatnya melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka.

Bersdasarkan uraian diatas kegiatan ekstrakurikuler pramuka bertujuan untuk :

  1. Membangun karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka.
  2. Melatih keterampilan kecakapan hidup.
  3. Mengimplementasikan nilai-nilai sikap dan keterampilan pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

3.2. Ekstrakurikuler Saint Club

Manusia adalah makhluk hidup. Namun bukan satu-satunya makhluk hidup di dunia ini. Untuk dapat bertahan hidup, manusia perlu mempelajari objek-objek di alam sekitarnya. Kebutuhan untuk mengenali apa saja yang ada atau terjadi di alam mendorong untuk manusia selalu mencari tahu, dan hasilnya adalah pengetahuan. Dan jika pengetahuan tersebut berkaitan dengan alam, inilah yang di sebut Sains (Science) atau IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Ilmu Saint tidak hanya ilmu pengetahuan yang mempelajari alam dan sekitarnya. Namun mendorong kita untuk mencintai alam, menghargai alam, mensyukuri ciptaan Tuhan dan bekerja sama untuk melestarikan alam.

Memperhatikan nilai-nilai karakter yang terdapat terbangun dalam mempelajari saint dan juga sebagai persiapan dalam menghadapi saint baik tingkat lokal maupun Internasional. Kegiatan ekstrakurikuler saint bertujuan untuk:

  1. Membangun karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler sains club
  2. Memotivasi peserta didik untuk berprestasi melalui sains
  3. Membangun prestasi sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler sains.

Dan masih banyak lagi kegiatan yang lain yang terkait tentang ekstrakurikuler lainnya.

4. Budaya Penguatan Pendidikan karakter

Pendidikan karakter pada jenjang pendidikan dasar mendapatkan porsi yang lebih besar dibandingkan pendidikan yang mengajarkan pengetahuan. Untuk sekolah dasar sebesar 70 persen, sedangkan untuk sekolah menengah pertama sebesar 60 persen.

Tags: , , , , , , , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *