Metodologi pengembangan bersifat sistematis dan terarah untuk memperoleh hasil sesuai dengan rencana. Kunci utama keberhasilan metodologi terletak pada kemudahan integrasi dari reengineering dan optimalisasi kegiatan. Reenginering merupakan suatu perubahan proses bisnis menuju hal yang lebih efektif dan efisien. Optimalisasi menyangkut peningkatan efisiensi dan efektifitas dalam mengatur orang, uang, waktu, mesin dan sistem menuju hasil yang ingin dicapai.
Penggunaan suatu metodologi secara konsisten akan membuahkan beberapa hal utama yaitu:
a. meningkatkan kualitas dari hasil yang ingin dicapai;
b. meningkatkan efisiensi;
c. meningkatkan produktifitas;
d. memastikan jangka waktu pencapaian target;
e. membantu kegiatan awal menjadi lebih terarah;
f. membantu kelancaran tahap implementasi.
g. Mewujudkan kesepakatan akan standar dan tolok ukur yang digunakan;
Suatu pengembangan mengandung empat unsur utama yaitu:
– Visi
– Kendali
– Eksekusi
– Dukungan
Setiap unsur memiliki suatu keterkaitan yang sangat erat antara satu dengan lainnya untuk menghasilkan satu kegiatan pengembangan yang utuh.
a. Visi
Visi yang dianut dapat dilihat dari perspektif pengembangan sistem, yang terdiri atas empat hal utama yaitu :
– Strategi
Strategi disusun berdasarkan, kondisi organisasi, masyarakat dan teknologi yang ada untuk mencapai tujuan organisasi sebagaimana yang diharapkan.
– Proses bisnis
Menjelaskan jenis dan prosedur kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.
– Organisasi
Mengacu kepada struktur dari sumber daya manusia yang akan melaksanakan dan mengelola proses bisnis.
– Sistem
Menjelaskan keterkaitan dari seluruh unsur yang mendukung proses bisnis.
b. Kendali
Kegiatan pengendalian dilakukan untuk memberikan jaminan keberhasilan dari setiap proses bisnis sesuai target yang ditetapkan (Quality Assurance – QA). Kegiatan QA ini bersifat:
– lebih dari sekedar verifikasi;
– melebur di dalam proses;
– tindakan setelah pemeriksaan.
c. Eksekusi
Langkah pelaksanaan dilakukan berdasarkan tahapan yang telah ditetapkan dalam rencana induk pengembangan e-government lembaga. Pelaksanaan kegiatan dengan memasukan QA sebagai syarat kendali mutu harus dijalankan oleh setiap lembaga yang akan menerapkan e-Government.
Langkah pelaksanaan kegiatan meliputi:
1. Studi implementasi.
2. Persiapan proyek.
3. Desain konseptual.
4. Desain rinci & pembuatan Prototype.
5. Realisasi.
6. Dukungan setelah implementasi.
d. Dukungan
Dukungan pengembangan e-government terutama menyangkut masalah koordinasi antar lembaga, bahan acuan, kebijakan serta regulasi dan standar pengembangan yang digunakan secara nasional.