Menurut Sudjarwo S (1989: 139) dalam kehidupannya, manusia selalu penuh dengan kegiatan yang dilakukaan secara sengaja maupun tidak sengaja, terencana maupun acara yang tiba-tiba datang. Kejadian atau kegiatan tersebut menimbulkan pengalaman hidup, sedang pengalaman hidup itu sendiri pada dasarnya adalah hasil belajar. Menurut Saripudin W (1989: 155) hasil belajar akan tampak bila program evaluasi telah dilaksanakan. Dalam mempersiapkan evaluasi yang baik, media dapat digunakan untuk membantu para pelajar memahami keseluruhan spektrum proses belajar mengajar. Kesemua ini akan memberi masukan baru serbagai umpan balik dalam rangka:
a. Memperbaiki rumusan tujuan
b. Menafsirkan kembali kebutuhan para pelajar
c. Mengkaji kembali materi dan pengalaman belajar
d. Memperbaiki strategi belajar mengajar
e. Merancang kembali organisasi pengalaman belajar
f. Merancang penerapan tugas-tugas yang akan diberikan kepada para pelajar.
Menurut Saripudin W (1989: 155) Hasil belajar atau “learning outcomes” merupakan komponen teknologi instruksional yang memberi informasi tentang keberhasilan dari tujuan yang telah digariskan. Untuk memperoleh informasi tentang hasil belajar yang akurat, diperlukan proses pengembangan alat evaluasi yang sahih dan memperhatikan kesesuaian tujuan dengan alat evaluasi yang dipakai. Dalam mempersiapkan evaluasi yang baik, media dapat digunakan untuk membantu para pelajar memahami keseluruhan spektrum proses belajar mengajar. Kesemua ini memberi masukan serba baru sebagai uman balik. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006: 11) suatu pengajaran disebut berhasil baik jika pelajaran itu membangkitkan proses belajar efektif. Buku pelajaran sangat penting bagi efektivitas pengajaran, dan hal itu sangat bergantung pada cara memilih maupun menggunakan buku pelajaran itu. Beberapa kriteria untuk memilih buku pelajaran adalah:
- Sehubungan dengan tujuan pendidikan, misalnya: jelaskah dikemukakan dalam buku itu tujuan yang ingin dicapai yang berhubungan dengan segi ketrampilan.
- Sehubungan dengan ukuran buku itu, misalnya mengenai besarnya huruf, spasi dan mungkin margin, kualitas kertas, format, dan lain-lain.
- Sehubungan dengan penyusunan isi buku kriterianya mengenai kemungkinan belajar berdasarkan perbedaan individual anak, dan tentang pengadaan tugas yang mendorong kegiatan murid belajar dan lain-lain.
- Berkenaan dengan cara penulian kriteria itu mengenai penyajian bahan yang cukup jelas dan sesuai dengan tingkat perkembangan murid, dipersyaratkan juga mengenai bobot yang ditekankan pada pemahaman atau pada belajar mekanis. Sistimatik penyusunan menurut tingkat kesulitan bahan yang disajikan secara logic, sistematik, dan lain-lain.
- Kriteria mengenai isi buku dipersyaratkan agar fakta-fakta yang disajikan memenuhi keperluan dan minat anak serta menentang murid untuk belajar.
- Perlu juga memperhatikan, apakah buku itu dilengkapi dengan ilustrasi, gambar, grafik, table, atau map, dan lain-lain. (Darwis A. Soelaiman, 1979: 269-270).
Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru tindakan mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya puncak prosas belajar. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria pencapaian suatu tujuan pendidikan. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh hasil belajar yang optimal.
Menurut Oemar Hamalik (2003: 155) hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Hasil belajar merupakan upaya yang menyangkut aktivitas otak (proses berpikir) termasuk dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Menurut Nana Sudjana (1995: 16) prestasi atau hasil belajar adalah suatu hal yang paling diharapkan dalam proses pembelajaran. Namun demikian, prestasi atau hasil belajar tidak dapat dipisahkan dari proses itu sendiri karena belajar merupakan proses, sedangkan prestasi atau hasil belajar merupakan hasil dari proses situ sendiri.
Pada umumnya penilaian hasil pengajaran, baik dalam bentuk formatif maupun sumatif, telah dilaksanakan oleh guru. Melalui pertanyaan secara lisan atau akhir pengajaran guru menilai keberhasilan pengajaran (tes formatif). Penilaian diberikan terhadap peserta didik untuk menentukan kemajuan belajarnya. Tes tertulis, baik jenis esai maupun tes objektif, dilakukan oleh guru dalam penilaian sumatif tersebut. Penilaian hasil belajar bertujuan untuk melihat kemajuan belajar peserta didik dalam hal penguasaan materi pengajaran yang telah dipelajarinya sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesaikannya bahan pelajaran.
Hasil belajar ditentukan dengan evaluasi. Evaluasi hasil belajar merupakan proses untuk menentukan nilai belajar siswa melalui kegiatan penilaian dan pengukuran yang dicapai siswa setelah mengikuti suatu kegiatan pembelajaran. Tingkat keberhasilan dapat dinyatakan dalam huruf, kata atau simbol. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan, maka evaluasi hasil belajar memiliki sasaran berupa ranah-ranah yang terkandung dalam tujuan.
Hasil belajar selalu berhubungan satu sama lain. Dalam proses belajar mengajar di sekolah saat ini tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotorik. Alat penilaian yang digunakan untuk mengukur hasil belajar tipe kognitif tiap pertemuan adalah tes objektif pilihan ganda. Menurut Suharsimi Arikunto (2003: 164), tes objektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif. Tes pilihan ganda diberikan diakhir sebanyak 10 soal. Penilaian untuk pokok bahasan dilakukan tes objektif pilihan ganda dan tes uraian.