Pengertian Kesegaran Jasmani

Definisi Kesegaran Jasmani

Kesegaran jasmani adalah kemampuan seseorang melaksanakan aktifitas sehari- hari secara efisien, dan tidak menimbulkan kelelahan yang berlebihan, sehingga masih ada tenaga untuk melaksanakan aktifitas yang lainya. Bugar merupakan keadaan yang di dambakan banyak orang, mereka melakukan berbagai cara ataupun aktivitas dengan tujuan untuk meningkatkan kesegaran jasmani.

Kesegaran jasmani sering juga disebut kebugaran jasmani atau physical fitness. Kesegaran jasmani merupakan hal yang rumit dan kompleks. Ada beberapa pendapat tentang pengertian kesegaran jasmani dari para ahli, kebugaran = kebugaran jasmani yaitu kemampuan seseorang untuk malakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa menimbulkan rasa lelah yang berarti sehingga masih bisa menikmati waktu luangnya (Rini dan Sri, 2008). Kesegaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti (A. Kamisno: dalam Krisna, 2010).

Kesegaran jasmani didefinisikan oleh beberapa organisasi sebagai suatu keadaan yang dimiliki atau dicapai seseorang dalam kaitannya dengan kemampuan untuk melakukan aktivitas fisik. Istilah kesegaran jasmani juga meliputi kemampuan untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan sehari-hari dan adaptasi terhadap pembebanan fisik tanpa menimbulkan kelelahan berlebih dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggang maupun pekerjaan yang mendadak serta bebas dari penyakit.

Kesegaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan mengacu pada beberapa aspek fungsi fisiologis dan psikologis yang dipercaya memberikan perlindungan kepada seseorang dalam melawan beberapa tipe penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, obesitas dan kelainan muskuloskeletal. Komponen kesegaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan termasuk kesegaran aerobik atau kardiovaskuler, komposisi tubuh, dan kesegaran muskuloskeletal (termasuk kekuatan, daya tahan dan kelenturan otot) (Agustini, 2007)

Perbedaan Kesegaran Jasmani

Kesegaran jasmani merupakan kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa timbul kelelahan yang berlebihan sehingga masih dapat menikmati waktu luangnya Djoko Pekik Irianto (2004:2). Sedangkan perbedaan adalah sesuatu yg menjadikan berlainan (tidak sama). Menurut devinisi di atas, Perbedaan kesegaran jasmani adalah sesuatu yang menjadikan berlainan tentang kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa timbul kelelahan yang berlebihan sehingga masih dapat menikmati waktu luangnya.

Hakikat Kesegaran Jasmani

Kesegaran jasmani harus dimiliki oleh setiap individu, karena kesegaran jasmani akan menjadi modal dasar setiap individu untuk melakukan setiap aktivitas, walaupun aktivitas setiap orang berbeda–beda sesuai dengan tugas dan profesinya. Kesegaran jasmani merupakan kemampuan tubuh untuk dapat melaksanakan tugas tertentu sesuai dengan tugas fisik tersebut, maka keadaan fisik seseorang juga harus diperhatikan agar kesegaran tubuh selalu terjaga. Seperti yang di tulis oleh Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani, kesegaran jasmani adalah kondisi jasmani yang bersangkut paut dengan kemampuan dan kesanggupanya, yang berfungsi dalam pekerjaan secara optimal dan efisien.

Hakikat Kesegaran Jasmani Kesegaran jasmani harus dimiliki oleh setiap individu, karena kesegaran jasmani akan menjadi modal dasar setiap individu untuk melakukan setiap aktivitas, walaupun aktivitas setiap orang berbeda–beda sesuai dengan tugas dan profesinya. Kesegaran jasmani merupakan kemampuan tubuh untuk dapat melaksanakan tugas tertentu sesuai dengan tugas fisik tersebut, maka keadaan fisik seseorang juga harus diperhatikan agar kesegaran tubuh selalu terjaga. Seperti yang di tulis oleh Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani, kesegaran jasmani adalah kondisi jasmani yang bersangkut paut dengan kemampuan dan kesanggupanya, yang berfungsi dalam pekerjaan secara optimal dan efisien.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kesegaran jasmani merupakan kemampuan fisik seseorang untuk dapat beraktivitas sehari– hari secara efisien dan efektif dalam waktu yang lama dan terus menerus tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih bisa untuk menikmati waktu luangnya dengan baik. Sehingga kesegaran jasmani tersebut penting, karena dengan keadaan bugar seseorang dapat melakukan aktivitas secara optimal.

Komponen Kesegaran Jasmani

Komponen-komponen kesegaran jasmani meliputi: daya tahan jantung/peredaran darah dan paru, kemampuan adaptasi biokimia, bentuk tubuh, kekuatan otot, tenaga ledak otot, daya tahan otot, kecepatan, kelincahan, kelenturan, kecepatan reaksi dan kordinasi Roji (2004:97).

Komponen-komponen kesegaran jasmani seperti diungkapkan Engkos Kosasih (1985: 27) bahwa kesegaran jasmani terdiri atas komponen–komponen : ketahanan (endurance), kekuatan (strenght), kelincahan (agility), keseimbangan (balance), kecepatan (speed), kelentukan(flexibility). Pendapat lain mengungkapkan bahwa kesegaran jasmani mencakup dua aspek, yaitu kesegaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan, dan kesegaran jasmani yang berkaitan dengan performa Rusli Lutan (2001:8). Kesegaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan mengandung empat unsur pokok yaitu: daya tahan aerobik, kekuatan otot, daya tahan otot, dan flekibilitas. Kesegaran jasmani yang berkaitan dengan performa mengandung unsur–unsur: koordinasi, keseimbangan, kecepatan, agility, power, dan waktu reaksi. Menurut Sadoso Sumosardjuno (1988: 19) komponen kesegaran jasmani terdiri dari empat macam yaitu: daya tahan kardiovaskuler (cardio endurance), daya tahan otot (muscle endurance), kekuatan otot (muscle strenght), dan kelentukan (flexibility).

Kesegaran jasmani ada dua macam yaitu kesegaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan dan kesegaran jasmani yang berhubungan dengan keterampilan gerak Wahjoedi (2001: 59-61).

Kesegaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan (heat related fitness) meliputi: daya tahan jantung paru, daya tahan otot, kekuatan otot, kelentukan dan komposisi tubuh. Komponen–komponen tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Daya tahan jantung paru, adalah kapasitas sistem jantung, paru dan pembulu darah untuk berfungsi secara optimal dalam melakukan aktifitas sehari–hari dalam waktu yang cukup lama tanpa mengalami kelelahan yang berarti.
  2. Daya tahan otot adalah kapasitas sekelompok otot untuk melakukan kontraksi yang beruntun atau berulang–ulang terhadap suatu bahan submaksimal dalam jangka waktu tertentu.
  3. Kekuatan otot adalah tenaga, atau tegangan yang dapat di hasilkan oleh otot–otot atau sekelompok otot pada suatu kontraksi dengan beban maksimal.
  4. Kelentukan (flexibility) adalah kemampuan tubuh untuk melakukan gerak melalui ruang gerak sendi atau ruang gerak tubuh secara maksimal.
  5. Komposisi tubuh (body composittion) digambarkan dengan berat badan tanpa lemak. Berat badan tanpa lemak terdiri dari masa otot (40-50%), tulang dan organ-organ tubuh (29-39%). Berat lemak di nyatakan dalam prosentasenya terhadap berat badan total. Semakin kecil prosentase lemak, maka akan semakin baik kinerja seseorang.

Kesegaran jasmani yang berhubungan dengan keterampilan (skill releated fitnes) meliputi: kecepatan, kecepatan reaksi, daya ledak, kelincahan, keseimbangan, kecepatan dan koordinasi.

  1. Kecepatan (speed) adalah kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang sesingkat–singkatnya.
  2. Kecepatan reaksi (reaction speed) adalah waktu yang di perlukan untuk memberikan respon kinetic setelah menerima suatu stimulus atau rangsangan. Rangsangan untuk bereaksi dapat bersumber dari pendengaran, pandangan (visual), rabaan maupun gabungan antara pendengaran dan rabaan.
  3. Daya ledak (power) adalah kemampuan tubuh yang memungkinkan otot atau sekelompok otot untuk bekerja secara explosive.
  4. Kelincahan (agillity) adalah kemampuan tubuh untuk mengubah arah secara cepat tanpa adanya gangguan keseimbangan ataupun kehilangan keseimbangan.
  5. Keeimbangan (balance) adalah kemampuan untuk mempertahankan posisi atau sikap tubuh secara tepat pada saat melakukan gerakan. Keseimbangan dapat statis pada saat berdiri maupun dinamis pada saat melakukan gerakan.
  6. Keterpatan (accuracy) adalah kemampuan tubuh atau anggota tubuh untuk mrenggerakan sesuatu sesuai dengan sasaran yang dikehendaki.

Apabila memperhatikan komponen–komponen kesegaran jasmani di atas, menunjukan bahwa kesegaran jasmani mempunyai pengertian yang sangat luas dan kompleks. Kesegaran jasmani dalam kategori yang baik atau segar, sangat diperlukan oleh seorang siswa untuk dapat melakukan proses belajar dengan baik. Sebaliknya, jika kesegaran jasmaninya rendah maka tidak akan dapat mengikuti proses belajar dengan baik.

Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani

Kesegaran jasmani tidak hanya dicapai dengan aktivitas jasmani melainkan harus memperhatikan beberapa aspek agar tercapai kesegaran total, baik kesegaran emosional maupun kesegaran intelektual. Seorang yang mempunyai kesegaran jasmani yang baik tentunya kesehatanya juga akan baik. Seperti yang di kemukakan Arma Abdoelah (1994:139) untuk memperoleh kesegaran jasmani harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: program aktivitas yang terus menerus, makanan yang bergizi baik, istirahat, tidur, santai dan pemeliharaan kesehatan yang cukup. Untuk mendapat kesegaran jasmani yang memadai diperlukan perencanaan yang sistematik melalui pemahaman pola hidup sehat bagi setiap lapisan masyarakat, meliputi tiga upaya, yaitu makan, Istirahat, dan olahraga (Djoko Pekik Irianto, 2004:7).

Engkos Kosasih (1985: 58) bagi individu yang melakukan olahraga untuk memperbaiki kesegaran jasmani membutukhan :

  1. Intensitas latihan 70-85% dari denyut nadi maksimal (DNM) DNM = 220-umur (dalam tahun).
  2. Lamanya latihan antara 20-30 menit.
  3. Frekwensi latihan 3 kali seminggu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kesegaran jasmani juga diungkapkan oleh Roji (2004: 97), yaitu

  1. Masalah kesehatan, seperti keadaan kesehatan, penyakit menahun.
  2. Masalah gizi, seperti kurang protein, kalori, gizi rendah dan gizi yang kurang memadai.
  3. Masalah latihan fisik, seperti usia mulai latihan, frekuensi latihan perminggu, intensitas latihan dan volume latihan.
  4. Masalah faktor keturunan, seperti anthropometri dan kelainan bawaan.

Lebih lanjut Roji (2004: 98) mengemukakan agar latihan fisik dapat meningkatkan kesegaranjasmani, maka perlu memperhatikan rumusan latihan sebagai berikut:

  1. Macam latihan Macam latihan disesuaikan dengan kebutuhan kita, namun untuk mendapatkan kesegaran fisik seutuhnya, kompnen komponen kesegaran jasmani harus di latih secara seimbang. Juga pilihlah latihan yang mudah dan murah, seperti lari jogging dan jalan kaki.
  2. Volume Latihan Untuk berlatih kesegaran jasmani bukan atlit di perlukan waktu minimal 20 menit, tidak termasuk pemanasan dan pendinginan.
  3. Frekuensi Latihan Untuk mencapai kesegaran jasmani, latihan sebaiknya sering di lakukan. Latihan 5 kali seminggu tentunya memberikan efek lebih baik latihan 2 kali seminggu. Untuk seseorang bukan atlit, latihan 3 kali seminggu adalah cukup, meskipun demikian latihan 4 kai atau 5 kali seminggu memberikan hasil sedikit labih baik.
  4. Intensitas latihan Untuk menentukan kadar intensitas latihan, khususnya untuk perkembangan daya tahan kardiovaskuler.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kesegaran jasmani dapat dipengaruhi oleh faktor–faktor sebagai berikut :

  1. Takaran latihan, meliputi intensitas latihan, frekwensi latihan dan macam atau tipe latihan.
  2. Masalah kesehatan, meliputi keadaan kesehatan penyakit menular dan menahun.
  3. Masalah gizi, meliputi kandungan zat-zat gizi makanan yang di konsumsi.

Minat melakukan aktivitas fisik sangat dipengaruhi oleh kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik itu sendiri. Apabila sejak kecil anak selalu dikekang atau tidak diberi kesempatan melakukan aktivitas fisik, maka minat melakukan aktivitas itu tidak berkembang. Sebaliknya apabila kesempatan diberikan dengan cukup, maka minat melakukan aktivitas ini menjadi lebih berkembang.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani dengan Kesehatan

Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi kesegaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan, antara lain :

1. Umur

Terdapat bukti yang berlawanan antara umur dan kelenturan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelenturan meningkat sampai remaja awal dan sesudah itu menurun. Penurunan kelenturan dimulai sekitar usia 10 tahun pada anak laki-laki dan 12 tahun pada anak perempuan dan bukti menunjukkan bahwa dewasa yang lebih tua mempunyai kelenturan kurang dibanding dewasa muda.

2. Jenis Kelamin

Secara umum anak perempuan lebih lentur daripada anak laki-laki. Perbedaan anatomis dan pola gerak serta aktivitas yang teratur pada kedua jenis kelamin mungkin menyebabkan perbedaan kelenturan ini. Kekuatan otot juga berbeda antar jenis kelamin. Penelitian di Oman (2001) pada anak berusia 15-16 tahun menunjukkan bahwa kesegaran aerobik lebih tinggi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.

3. Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik didefinisikan sebagai setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot-otot skeletal dan menghasilkan peningkatan resting energy expenditure yang bermakna. Aktivitas fisik juga dapat didefinisikan sebagai suatu gerakan fisik yang menyebabkan terjadinya kontraksi otot.

Aktivitas fisik di luar sekolah termasuk aktivitas fisik di waktu luang, dimana aktivitas dilakukan pada saat yang bebas dan dipilih berdasarkan kebutuhan dan ketertarikan masing-masing individu. Hal ini termasuk latihan dan olah raga. Latihan merupakan bagian dari aktivitas fisik yang terencana, terstruktur, berulang dan bertujuan untuk meningkatkan atau menjaga kesegaran jasmani, sedangkan olahraga termasuk sebuah bentuk aktivitas fisik yang melibatkan kompetisi.

Aktivitas fisik pada anak dan remaja dipengaruhi oleh berbagai hal, diantaranya adalah faktor fisiologis/ perkembangan (misalnya pertumbuhan, kesegaran jasmani, keterbatasan fisik), lingkungan (fasilitas, musim, keamanan) dan faktor psikologis, sosial dan demografi (pengetahuan, sikap, pengaruh orang tua, teman sebaya, status ekonomi, jenis kelamin, usia).

Gambaran aktivitas fisik harus mempertimbangkan kemungkinan aspek-aspek (1) tipe dan tujuan aktivitas fisik (misal: rekreasi atau kewajiban, aerobik atau anaerobik, pekerjaan), (2) intensitas (beratnya), (3) efisiensi, (4) durasi (waktu), (5) frekuensi (misalnya waktu per minggu), (6 )pengeluaran kalori dari aktivitas yang dilakukan.

Aktivitas fisik akan mengubah komposisi tubuh yakni menurunkan lemak tubuh dan meningkatkan massa tubuh tanpa lemak. Secara khusus dengan latihan akan menurunkan lemak abdominal.

Penurunan aktivitas fisik menyebabkan rendahnya tingkat kesegaran jasmani dengan berkurangnya kekuatan, kelenturan, tenaga aerobik dan ketrampilan atletik. Aktivitas fisik terutama latihan dapat memperbaiki kelenturan, kekuatan otot, daya tahan otot dan kesegaran kardiorespirasi. Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan adanya korelasi positif yang bermakna antara aktivitas fisik dan kesegaran jasmani pada anak berusia 8-10 tahun. Penelitian di Yunani (2003) menyatakan bahwa aktivitas fisik di sekolah melalui kurikulum pendidikan jasmani mempengaruhi tingkat kesegaran jasmani yang berkaitan dengan kardiovaskuler dan motorik. Penelitian di Oman menyimpulkan bahwa kesegaran aerobik berkorelasi negatif dengan aktivitas fisik sedentari seperti menonton televisi, main komputer dan video games.

Latihan merupakan salah satu aktivitas fisik penting yang mempengaruhi kesegaran jasmani seseorang. Beberapa penelitian mengamati perubahan VO2 maks selama program latihan jangk panjang. Paling tidak setengahnya menyatakan bahwa tidak ada perbaikan dalam VO2 maks, namun kebanyakan program latihan ini tidak terlalu bugar ataupun jangka waktunya sangat pendek. Salah satu penelitian menyimpulkan bahwa kesegaran kardiovaskuler remaja obesitas secara bermakna dipengaruhi oleh latihan fisik, khususnya latihan fisik dengan intensitas tinggi. Penelitian lain mendukung konsep bahwa kekuatan dan daya tahan otot dapat diperbaiki selama masa anak-anak dengan program latihan intensitas sedang dan berulang.

4. Makanan

Makanan dan gizi sangat berpengaruh pada tubuh manusia karena makanan yang telah dimakan akan diproses untuk dijadikan kalori sebagai sumber zat tenaga dan zat pembangun yang dibutuhkan tubuh. Daya tahan yang tinggi bila mengkonsumsi tinggi karbohidrat (60-70 %). Diet tinggi protein terutama untuk memperbesar otot dan untuk olah raga yang memerlukan kekuatan otot yang besar (Karim, 2002; dalam penelitian Ratri, 2011). Berdasarkan hasil penelitian Ambler. (2010) bahwa ada hubungan kesegaran jasmani dengan asupan energi.

5. Status Kesehatan

Status kesehatan merupakan keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dari pengertian ini, maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental, dan sosial. Pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis di mana individu menyesuaikan diridengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektual, spiritual, dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, sosial, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya (Depkes RI, 2009). Keadaan sakit akan menurunkan kondisi tubuh seseorang sehingga kebugaran jasmani orang yang sakit akan lebih rendah dari pada orang yang sehat.

Manfaat Kesegaran Jasmani

Kesegaran jasmani mempunyai beberapa manfaat seperti yang diungkapkan oleh Rusli Lutan (2001: 40) kesegaran aerobik merupakan kemampuan jantung untuk memompa darah yang kaya oksigen ke bagian tubuh lainya, dan kemampuan untuk menyesuaikan serta untuk memulihkan dari aktivitas jasmani, kapasitas aerobik terkait dengan berkurangnya resiko :

  1. Penyakit jantung koroner
  2. Kegemukan
  3. Diabetes
  4. Beberapa bentuk kangker
  5. Masalah kesehatan orang dewasa

Pendapat lain diungkapkan oleh Depdiknas (2002: 2-3) bahwa dengan latihan fisik akan mendapatkan manfaat bagi tubuh sebagai berikut:

  1. Memperpanjang umur
  2. Awet muda
  3. Ceria
  4. Tidak mudah terkena penyakit
  5. Menghindari stress
  6. Menambah percaya diri

Dari beberapa pendapat diatas dapat diambil kesimpulan, manfaat yang diperoleh dengan memiliki tingkat kesegaran jasmani yang baik adalah memberikan kemudahan bagi seseorang dalam melaksanakan tugasnya sehari hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dan terhindar dari berbagai penyakit.

Tags: , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *