Penggunaan Modul dalam Pembelajaran Pengayaan

Penggunaan modul dalam kegiatan pengajaran bertujuan untuk membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar menurut kecepatan masing-masing, dianggap bahwa siswa tidak akan mencapai hasil yang sama dalam waktu yang sama dan tidak sedia mempelajari sesuatu pada waktu yang sama. Selain itu, pengajaran modul memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar menurut cara masingmasing, oleh sebab mereka menggunakan teknik yang berbeda-beda untuk memecahkan masalah tertentu berdasarkan latar belakang pengetahuan dan kebiasaan masingmasing (S. Nasution, 2003: 205).

Kenyataan menunjukkan sebagian anak belajar lebih cepat dari pada anak-anak lainnya, karena mereka berbeda dalam hal kemampuan intelektual dan fisiknya dari teman-temannya, lingkungan sosial, ekonomi dan pendidikan keluarga yang dapat mempengaruhi prestasi belajarnya. Anak-anak yang mampu mencapai prestasi melampaui program pendidikan dasar umum yang telah ditentukan itu, seharusnya mendapat kesempatan untuk mendapatkan program tambahan dalam pendidikan di sekolah (Vembriarto, 1981: 54).

Peserta didik yang memiliki prestasi lebih dari program dasar yang ditentukan, dapat diberikan program tambahan atau program pengayaan. Menurut Abdul Majid (2007: 240), program pengayaan adalah suatu bentuk pengajaran khusus yang diberikan pada siswa-siswa yang sangat cepat dalam belajar.

Menurut Vembriarto (1981: 55), pengayaan bersifat memperluas (dimensi horizontal) dan atau bersifat memperdalam (dimensi vertikal) dari program pendidikan dasar yang bersifat umum. Program pengayaan tersebut dijabarkan ke dalam unit-unit program yang dapat disusun dalam bentuk modul pengayaan.
Penyediaan modul pengayaan, sekolah tidak menghambat siswa-siswa yang cepat yang telah menguasai program pendidikan dasarnya sehingga sekolah memungkinkan para siswanya maju berkelanjutan dalam belajarnya sesuai dengan kemampuan dan irama belajarnya masing-masing.

Menurut B. Suryobroto (2002: 165) modul pengayaan di buat untuk mencapai beberapa tujuan, antara lain:

  1. Memberikan aplikasi tambahan sesuai dengan yang terdapat dalam kehidupan yang sebenarnya.
  2. Memungkinkan siswa menciptakan instrument, alat-alat, atau pameran yang berhubungan dengan mata pelajaran modul pokok.
  3. Meneliti aspek-aspek yang lebih kompleks dari konsep yang diajarkan dalam modul pokok.

Peningkatan mutu pelaksanaan pembelajaran di sekolah dilakukan dengan berbagai strategi, salah satu diantaranya melalui penerapan pendekatan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi (competency based education and training). Pendekatan berbasis kompetensi digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum, pengembangan bahan ajar, pelaksanaan pembelajaran,dan pengembangan prosedur penilaian.

Terkait dengan pengembangan bahan ajar, saat ini pengembangan bahan ajar dalam bentuk modul menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Hal ini merupakan konsekuensi diterapkannya kurikulum tingkat satuan pendidikan berbasis kompetensi di sekolah. Pendekatan kompetensi mempersyaratkan penggunaan modul dalam pelaksanaan pembelajarannya. Modul dapat membantu sekolah dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas. Penerapan modul dapat mengkondisikan kegiatan pembelajaran lebih terencana dengan baik, mandiri, tuntas dan dengan hasil (output) yang jelas.

Tags: , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *