Upaya Pelestarian Kebudayaan Asli Bangsa Indonesia

Bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa dan unsur kebudayaan yang semua sebagaimana tersirat dalam Bhineka Tunggal Ika yang artinya “ walaupun berbeda – beda tetap satu jua “

Berdasarkan Peraturan Menteri dalam Negeri nomor 52 tahun 2007 tentang pedoman Pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat pasal 3 yang berbunyi :

Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai Sosial Budaya Masyarakat dilakukan dengan :

a. konsep dasar
b. program dasar; dan
c. strategi pelaksanaan.

Dan dalam pasal 4 yang berbunyi tentang :
Konsep dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a meliputi :

  1. pengakomodasian keanekaragaman lokal untuk memperkokoh kebudayaan nasional
  2. penciptaan stabilitas nasional, di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, agama maupun pertahanan dan keamanan nasional
  3. menjaga, melindungi dan membina adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat
  4. penumbuhkembangan semangat kebersamaan dan kegotongroyongan
  5. partisipasi, kreatifitas, dan kemandirian masyarakat
  6. media menumbuhkembangkan modal sosial; dan
  7. terbentuknya komitmen dan kepedulian masyarakat yang menjunjung tinggi nilai sosial budaya

Kebudayaan lama atau yang sering disebut kebudayaan asli bangsa indonesia dimana kebudayaan ini belum terjamah oleh kebudayaan asing merupakan suatu harus tetap kita pertahankan karena ini meryupakan suatu kebanggaan atau kekayaan bangsa kita, oleh karena itu supay kebudayaan – kebudayaan asli bangsa indonesia ini tetap ada marilah kita jaga bersama. adapun cara memelihara kebudayaan asli bangsa indonesia adalah sebagai berikut :

Melalui Media Massa

Media massa mempunyai tugas dan kewajiban–selain menjadi sarana dan prasarana komunikasi–untuk mengakomodasi segala jenis isi dunia dan peristiwa-peristiwa di dunia ini melalui pemberitaan atau publikasinya dalam aneka wujud (berita, artikel, laporan penelitian, dan lain sebagainya)–dari yang kurang menarik sampai yang sangat menarik, dari yang tidak menyenangkan sampai yang sangat menyenangkan – tanpa ada batasan kurun waktu.

Harold Laswell dan Charles Wright (1959) membagi menjadi empat fungsi media (tiga dicetuskan oleh Laswell dan yang ke empat oleh Wright). Keempat fungsi media tersebut adalah:
  • Pengawasan (Surveillance)
  • Korelasi (Correlation)
  • Penyampaian Warisan Sosial (Transmission of the Social Heritage)
  • Hiburan (Entertainment)

Pementasan – Pementasan

Walau tidak mudah upaya-upaya pelestarian budaya kita harus tetap gencar dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah pementasan-pementasan seni budaya tradisional di berbagai pusat kebudayaan atau tempat umum yang dilakukan secara berkesinambungan. Upaya pelestarian itu akan berjalan sukses apabila didukung oleh berbagai pihak termasuk pemerintah dan adanya sosialisasi luas dari media massa termasuk televisi. Maka cepat atau lambat, budaya tradisional kembali akan bergairah.

Melibatkan peran pemerintah

Mengembalikan peran aparat pemerintah sebagai pengayom dan pelindung, dan bukan sebaliknya justru menghancurkannya demi kekuasaan dan pembangunan yang berorientasi pada dana-dana proyek atau dana-dana untuk pembangunan dalam bidang ekonomi saja .

Menyelenggarakan mata pelajaran muatan lokal

Dengan adanya Sekolah Selenggarakan Mata Pelajaran Muatan dan ekstrakurikuler wajib berbasis pelestarian seni budaya setempat,  dapat menimbulkan rasa cinta dan bangga memiliki kebudayaan tersebut, dengan demikian para genarasi muda dapat mengetahui kebudayaan – kebudayaan yang ada di Indonesia.

Budaya Indonesia Yang Majemuk    

Luasnya wilayah Indonesia yang terdiri dari bebera pulau besar dan ribuan pulau kecil membuat Bangsa Indonesia terdiri dari beragam Suku Bangsa, Ras , Agama dan tradisi – tradisi kehidupan hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap tatanan kehidupan bangsa Indonesia.

Indonesia yang majemuk ini sangat kaya akan kebudayaan bahkan kebudayaan yang beanegaragam itu merupakan modal utama yang dapat dipasarkan lewat pariwisata untuk meningkatkan devisa.

Sementara Clifford Geertz ( 1993 ) mencoba menyederhanakan aneka ragam kebudayaan yang ada di Indonesia ke dalam dua  tipe yang berbeda menurut ekosistemnya yaitu :

  • Kebudayaan Indonesia dalam Yaitu kebudayaan yang berkembang  di daerah jawa dan bali
  • Kebudayaan Indonesia luar Kebudayaan yang berkembang di luar pulau jawa dan bali.

 

Tags: , , , ,

Diposting oleh Adica


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *